Motif Perundungan Siswi SD di Lampung Timur Terungkap

Enam siswi yang mengetahui kejadian diperiksa polisi.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Motif perundungan siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, terungkap. Aksi tersebut diduga dipicu saling ejek antarsiswi. Kasatreskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa enam siswi yang mengetahui kejadian.

"Hari ini kami memanggil enam siswi SD yang mengetahui peristiwa tersebut untuk dimintai keterangan. Prosesnya masih berjalan," kata Iksir saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, penyelidikan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar hak-hak anak tetap terlindungi.

Pemeriksaan turut didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Lampung Timur, pihak sekolah, serta orang tua masing-masing siswi.

"Tentu kami melibatkan banyak pihak, ada dari Dinas PPA Kabupaten Lampung Timur, pihak sekolah serta orang tua. Dalam proses meminta keterangan juga mereka didampingi," jelasnya.

Dari hasil pendalaman awal, polisi menduga insiden perundungan tersebut bermula dari aksi saling ejek antarsiswi. Meski begitu, penyidik masih mendalami kronologi lengkap, termasuk peran masing-masing pihak dalam kejadian tersebut.

Iksir belum bersedia mengungkap lebih jauh mengenai motif maupun modus dugaan perundungan itu karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Belum karena proses pemeriksaan masih berjalan, mohon bersabar," katanya.

Sebelumnya, video dugaan perundungan terhadap seorang siswi SD di Lampung Timur viral di media sosial. Dalam video tersebut, korban dikelilingi sejumlah pelajar dan diduga mengalami kekerasan fisik, mulai dari didorong, dijambak hingga ditampar.

Korban terlihat lebih banyak diam dan sesekali merapikan rambutnya setelah diduga ditarik oleh siswi lain. Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lampung Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.