Liputan6.com, Jakarta Bruntusan di wajah sering kali muncul tiba-tiba dan membuat permukaan kulit terasa kasar, meski tidak selalu disertai rasa sakit. Banyak orang kemudian bertanya, apakah bruntusan bisa hilang sendiri atau justru membutuhkan perawatan khusus agar tidak semakin parah.
Sebagian kasus bruntusan memang dapat mereda dalam beberapa waktu, tetapi ada pula yang bertahan lama karena dipicu penyumbatan pori, iritasi, atau penggunaan produk perawatan yang kurang sesuai. Memahami penyebabnya menjadi langkah penting sebelum menentukan cara mengatasinya.
Lalu, apakah bruntusan bisa hilang sendiri dalam semua kondisi, atau ada tanda tertentu yang menunjukkan perlunya penanganan lebih lanjut? Simak penjelasan berikut beserta fakta-fakta penting agar Anda dapat merawat kulit dengan cara yang tepat dan menghindari masalah yang berulang.
Advertisement
Apa Itu Bruntusan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301376/original/012570700_1784453558-2150478564.jpg)
Bruntusan adalah istilah populer untuk bintik-bintik kecil bertekstur kasar di permukaan kulit, biasanya berwarna putih, kemerahan, atau sewarna kulit. Istilah ini bukan diagnosis medis resmi, melainkan gambaran umum kondisi kulit yang tidak rata, sehingga sebagian orang menyebutnya sebagai jerawat pasir ketika muncul dalam jumlah banyak.
Secara medis, bruntusan dapat mencakup beberapa kondisi berbeda, seperti komedo tertutup (whitehead), milia, hingga folikulitis dan milia. Karena pemicunya beragam, cara menanganinya pun berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.
Dilansir dari WebMD, sebagian bintik yang mirip bruntusan sebenarnya adalah reaksi kulit terhadap produk baru yang dikenal sebagai skin purging, bukan jerawat biasa. Hal inilah yang membuat proses membaca kondisi kulit perlu dilakukan dengan cermat sebelum memilih perawatan.
Bruntusan paling sering muncul di area T-zone, yakni dahi, hidung, dan dagu, tetapi bisa juga timbul di pipi, leher, dada, maupun punggung. Berbeda dengan jerawat yang meradang dan bernanah, bruntusan umumnya tidak nyeri, mirip dengan komedo di hidung yang lebih mengganggu tekstur ketimbang menimbulkan sakit.
Advertisement
Apakah Bruntusan Bisa Hilang Sendiri?
Jawaban paling jujur untuk pertanyaan ini adalah tergantung penyebabnya. Bruntusan yang dipicu faktor sementara sering kali mereda begitu pemicunya hilang, sementara jenis lain justru butuh perawatan aktif agar benar-benar bersih. Karena itu, langkah awal untuk mengatasi bruntusan di wajah adalah mengenali dulu akar masalahnya.
Untuk bruntusan berupa komedo tertutup, harapan hilang sendiri cenderung kecil. Tanpa penanganan, sumbatan yang terperangkap di dalam pori bisa bertahan berbulan-bulan bahkan pecah menjadi jerawat meradang, sehingga penanganannya berbeda dengan jenis jerawat yang lebih ringan.
Sebaliknya, bruntusan yang muncul karena reaksi sesaat, misalnya saat kulit mencoba produk aktif baru, umumnya bisa reda sendiri setelah kulit menyesuaikan diri. Begitu pula bruntusan akibat keringat, gesekan, atau iritasi ringan yang biasanya membaik saat pemicunya dihindari.
Kasus khusus terjadi pada bayi baru lahir. Bintik putih kecil berupa milia atau jerawat neonatal pada bruntusan pada wajah bayi lazimnya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu tanpa obat khusus. Untuk orang dewasa, kuncinya tetap kesabaran dan konsistensi, karena perbaikan tekstur kulit jarang terjadi secara instan.
Jenis-Jenis Bruntusan dan Peluang Sembuh Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301377/original/029458900_1784453558-2404.jpg)
Bruntusan bukan satu kondisi tunggal, melainkan payung untuk beberapa masalah kulit dengan peluang sembuh yang berbeda-beda. Mengenali jenisnya akan membantu kamu memutuskan cukup menunggu atau justru perlu perawatan.
- Komedo tertutup (whitehead): terbentuk saat pori tersumbat sebum dan sel kulit mati namun tetap tertutup lapisan kulit. Jenis ini paling jarang hilang sendiri dan biasanya butuh bahan aktif untuk membukanya.
- Komedo terbuka (blackhead): sumbatan yang teroksidasi udara sehingga tampak menghitam. Kamu bisa mengenali lebih jauh lewat perbedaan komedo putih dan hitam yang cara penanganannya mirip.
- Milia: benjolan putih keras berisi keratin. Pada bayi sering hilang sendiri, tetapi pada orang dewasa cenderung bertahan dan kadang perlu ekstraksi.
- Folikulitis: peradangan pada folikel rambut berupa benjolan merah kecil. Kasus ringan bisa mereda sendiri, tetapi yang meluas perlu penanganan medis.
- Bruntusan akibat purging: reaksi sementara terhadap bahan aktif. Dr. Deanne Mraz Robinson, dikutip dari Healthline, mengatakan, "Jerawat yang muncul dari purging akan timbul dan hilang lebih cepat daripada jerawat normal." Fase ini biasanya reda dalam empat hingga enam minggu.
- Bruntusan hormonal: muncul saat pubertas, menstruasi, atau kehamilan. Intensitasnya naik-turun mengikuti siklus hormon sehingga sulit hilang total tanpa keseimbangan hormon.
- Bruntusan akibat iritasi atau alergi: dipicu produk yang tidak cocok, gesekan, atau lingkungan. Umumnya membaik dengan cepat begitu pemicunya dihentikan.
Advertisement
Penyebab Bruntusan Tak Kunjung Hilang
Bruntusan yang seharusnya bisa mereda kadang justru bertahan lama karena kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar memperparah kondisi kulit. Menghindari faktor-faktor ini sama pentingnya dengan perawatan itu sendiri.
- Sering memencet bruntusan: kebiasaan ini justru mendorong bakteri lebih dalam, memicu peradangan, dan berisiko meninggalkan bekas. Sebaiknya biarkan bruntusan pulih tanpa tindakan memencet bruntusan secara paksa.
- Menyentuh wajah dengan tangan kotor: tangan membawa kuman dan kotoran yang mudah berpindah ke kulit dan menyumbat pori.
- Jarang membersihkan wajah: sisa makeup, minyak, dan debu yang menumpuk termasuk penyebab wajah bruntusan paling umum.
- Sarung bantal dan handuk jarang diganti: kain kotor menjadi sarang bakteri yang menempel di wajah setiap hari.
- Kurang tidur dan stres tinggi: keduanya memicu hormon yang meningkatkan produksi minyak sehingga pori lebih mudah tersumbat.
- Produk komedogenik: kosmetik atau skincare yang menyumbat pori bisa membuat bruntusan terus bermunculan. Pilih produk berlabel non-comedogenic.
- Paparan sinar matahari dan polusi: polusi udara dan sinar UV dapat memperberat kondisi kulit yang sedang bermasalah.
- Kurang minum air dan pola makan tinggi gula: hidrasi yang buruk serta konsumsi gula dan susu berlebih dikaitkan dengan peningkatan minyak dan peradangan.
Cara Membantu Bruntusan Cepat Hilang dan Kapan Harus ke Dokter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301378/original/035802200_1784453558-de6f8039-9eb9-4e11-ae0b-53a5ae5dbae8.jpg)
Meski sebagian bruntusan bisa reda sendiri, perawatan yang tepat mempercepat pemulihan dan mencegahnya kembali. Berikut beberapa langkah cara menghilangkan bruntusan di wajah yang bisa dilakukan secara bertahap.
- Cuci muka dua kali sehari: gunakan pembersih lembut pagi dan malam untuk mengangkat minyak dan kotoran tanpa membuat kulit kering.
- Eksfoliasi dengan lembut: lakukan eksfoliasi memakai AHA atau BHA sekitar satu hingga dua kali seminggu agar sel kulit mati terangkat.
- Gunakan asam salisilat atau benzoyl peroxide: kedua bahan aktif ini membantu membersihkan pori dan menekan bakteri penyebab bruntusan.
- Pertimbangkan retinol: turunan vitamin A ini mempercepat regenerasi sel dan mencegah pori tersumbat. Simak cara pakai retinol agar tidak menimbulkan iritasi.
- Pakai pelembap non-komedogenik: kulit yang lembap tetap membutuhkan hidrasi ringan yang tidak menyumbat pori.
- Rutin gunakan sunscreen: pilih tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit, terutama setelah memakai bahan aktif.
- Kelola stres, tidur, dan pola makan: istirahat cukup dan konsumsi buah serta air putih mendukung pemulihan kulit dari dalam.
Â
Pada akhirnya, apakah bruntusan bisa hilang sendiri sangat bergantung pada jenis dan pemicunya. Selama kamu menjaga kebersihan wajah, menghindari kebiasaan buruk, dan bersabar dengan perawatan yang konsisten, sebagian besar bruntusan akan membaik, sementara kasus yang membandel atau disertai nyeri dan nanah sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit.
Baca juga: Cara Menghilangkan Bruntusan Secara Alami yang Aman
Baca juga: Bahan Alami untuk Menghaluskan Kulit Wajah
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bruntusan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar bruntusan hilang?
Waktunya bervariasi tergantung penyebab dan konsistensi perawatan. Bruntusan akibat purging atau iritasi ringan umumnya reda dalam empat hingga enam minggu, sedangkan komedo tertutup yang membandel bisa memerlukan waktu lebih lama, bahkan beberapa bulan, sebelum kulit benar-benar mulus.
Apakah bruntusan sama dengan jerawat?
Keduanya berbeda meski bisa muncul bersamaan. Bruntusan umumnya berupa benjolan kecil yang tidak meradang dan tidak nyeri, sementara jerawat cenderung lebih besar, meradang, dan kadang berisi nanah. Bruntusan sering dianggap sebagai tahap awal sebelum berkembang menjadi jerawat.
Apakah bruntusan boleh dipencet agar cepat hilang?
Sebaiknya tidak. Memencet bruntusan justru berisiko menyebarkan bakteri, memicu peradangan, dan meninggalkan bekas atau noda gelap yang sulit hilang. Lebih aman membiarkannya pulih dengan sendirinya sambil menerapkan perawatan yang lembut dan konsisten.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301033/original/004849700_1784434276-blt_umkm_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301375/original/093207900_1784453557-81251ffc-19d4-439c-9fc6-fb2f892ca4c7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1835329/original/045845000_1516185511-000_PAR2005050159999.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300857/original/062461900_1784401135-000_C2HM8ZP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297383/original/013136200_1784089246-rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4912240/original/016889500_1723083378-Rafael_Nadal_-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543975/original/079501300_1775041828-Iran_vs_Nigeria_dan_Bolivia-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4927256/original/087977600_1724567251-000_36EP2CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300006/original/015885500_1784283359-000_C2DB2ZQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550686/original/070108200_1775706650-Barcelona_vs_Atletico_Madrid-06.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300874/original/043662800_1784416104-000_C2JW4HK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292755/original/074232000_1783655491-1M42a8wjecJO8uljCPhiU9rf6glHhFBhElRJERK1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301211/original/089061000_1784444602-ae688e14-3272-425d-931f-441300d2aba7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291906/original/082189800_1783579891-vU6HPdueSyzdBEYV0RjPNUTCFaPVStiwBzuU09F1.jpg)