Usai Temuan Cesium-137, Indonesia Akhirnya Ekspor 3.400 Kontainer Udang ke AS

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengakui sistem standar mutu udang ekspor asal Indonesia.

Diterbitkan 27 April 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) saat ini telah mengakui sistem standar mutu udang ekspor asal Indonesia. Usai ekspor udang dari Tanah Air ke Negeri Paman Sam sempat bermasalah imbas temuan kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) pada 2025 lalu.

Plt Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, Indonesia sejak awal 2026 telah berhasil mengekspor udang ke Amerika Serikat salam jumlah besar senilai belasan triliun rupiah.

"Mulai tahun ini, per 26 April (2026) itu kita sudah mampu mengekspor kembali kurang lebih 3.400 kontainer. Yang tadi saya sampaikan kurang lebih nilainya sekitar lebih dari Rp 11 triliun," ujar dia di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Agar kasus serupa tidak terulang, KKP kini tengah memperkuat sistem jaminan mutu pangan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan produk perikanan yang dikonsumsi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

"Penguatan sistem jaminan mutu dilakukan sejak produksi, baik di perikanan tangkap maupun budidaya, sehingga seluruhnya memiliki standar," kata Andy.

Tak hanya di tahap produksi, pengawasan juga diperketat pada proses pengolahan dan pengemasan. Setiap tahapan dilengkapi dengan sertifikasi guna menjamin produk yang dihasilkan aman hingga sampai ke meja konsumen.

"Ini adalah langkah kita untuk memastikan bagaimana produk-produk pangan akuatik yang bersumber dari ikan, bisa memenuhi standar mutu pangan untuk dikonsumsi baik di level domestik maupun global," ungkap dia.

 

Temuan Kontaminasi pada Udang Ekspor

Adapun pada Agustus 2025 lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyelidiki laporan kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) dalam kontainer pengiriman dan produk udang beku yang diproses oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) di Indonesia.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) telah memberi tahu FDA tentang deteksi Cs-137 dalam kontainer pengiriman di empat pelabuhan AS, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

FDA lantas mengumpulkan beberapa sampel untuk analisis radionuklida, dengan hasil yang mengonfirmasi keberadaan Cs-137 dalam satu sampel udang tepung roti. Sehingga, seluruh kontainer dan produk yang dinyatakan positif atau menunjukkan tanda-tanda Cs-137 telah ditolak masuk ke negara ini.

FDA tersebut terus berkoordinasi dengan CBP untuk mencegah produk yang terkontaminasi menyentuh konsumen, seraya bekerja sama dengan otoritas pengawas makanan laut Indonesia untuk menyelidiki akar penyebab kontaminasi.

 

Himbauan untuk Walmart

Di sisi lain, FDA telah mengetahui bahwa Walmart telah menerima udang beku mentah yang terindikasi terkontaminasi, yang diimpor setelah tanggal deteksi pertama Cs-137 oleh CBP. FDA telah merekomendasikan Walmart untuk menarik produk ini.

Adapun himbauan tersebut ditujukan untuk beberapa lot udang beku mentah yang dijual di Walmart, dengan kode AR, FL, GA, KY, LA, MO, MS, OH, OK, PA, TX, dan WV.

"Jika Anda baru saja membeli udang beku mentah dari Walmart yang sesuai dengan deskripsi ini, buanglah. Jangan makan atau sajikan produk ini," seru FDA.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6