Proyek Gas Abadi Masela Capai Tahap Penting, Siap Terapkan Teknologi Carbon Capture Storage

INPEX bersama SKK Migas dan ITB selesaikan studi Carbon Capture Storage untuk Proyek Abadi, siap lanjut ke tahap FEED.

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 09:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela terus menunjukkan kemajuan signifikan. Proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mewujudkan produksi gas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

INPEX Masela, Ltd. bersama SKK Migas menggandeng Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) untuk menyelesaikan serangkaian studi teknis terkait teknologi Carbon Capture Storage (CCS). Studi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan bawah permukaan (subsurface) dalam penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon di proyek tersebut.

“Studi ini menjadi dasar penting dalam merancang teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang sesuai dengan kondisi geologi wilayah Maluku,” ujar Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana.

Hasil studi ini menjadi tonggak baru bagi Proyek Abadi menuju target Net Zero Emission, sekaligus meningkatkan daya saing proyek LNG Indonesia di pasar global.

 

 

Komitmen Dekarbonisasi

Menurut Taufan, selesainya studi bersama ini menandai kesiapan INPEX dalam mengimplementasikan teknologi CCS dari sisi bawah permukaan, sekaligus melanjutkan proyek ke tahap Front End Engineering Design (FEED).

Executive Project Director INPEX Masela, Ltd., Jarrad Blinco, menegaskan, “Proyek LNG Abadi menjadi proyek pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Ini membuktikan komitmen kami terhadap dekarbonisasi sekaligus penyediaan energi bagi negara.”

Blinco juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan LAPI ITB atas kerja sama dan dukungan yang memungkinkan penyelesaian studi CCS ini.

“Kami menegaskan kembali komitmen terhadap keberhasilan proyek dan kesiapan memasuki fase FEED,” ujarnya.

 

Kolaborasi dengan ITB

Studi CCS ini telah dimulai sejak 2022 melalui kolaborasi dengan ITB. Studi tersebut mencakup tinjauan bawah permukaan secara komprehensif untuk menilai kesiapan CCS serta memperkirakan kapasitas penyimpanan CO₂.

Riset lanjutan pada 2024–2025 melibatkan analisis laboratorium, pemodelan 3D geomekanika, serta simulasi 4D untuk memahami risiko dan ketidakpastian dalam penyimpanan karbon.

Peneliti LAPI ITB Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D. mengatakan hasil studi ini penting bagi INPEX dan pemerintah karena memberikan gambaran keekonomian dari wilayah operasi.

Keberhasilan studi CCS ini menandai langkah besar menuju produksi Proyek Abadi Masela pada 2030, dengan kapasitas sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun—setara lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang. Proyek ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung transisi energi bersih Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6