7 BUMN Logistik Bergabung, Pelindo Pemegang Saham Mayoritas

BPI Danantara resmi gabungkan 7 BUMN logistik dengan Pelindo Group sebagai pemegang saham mayoritas 74,47 persen guna pangkas biaya logistik nasional.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menggabungkan 7 BUMN logistik melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan akta penggabungan konsolidasi. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui PT Pelindo Sinergi Lokaseva jadi pemegang saham mayoritas di perusahaan konsolidasi tersebut.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen Aurelius Altius Rosimin menyampaikan, konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto. Untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.

"Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara," ujar Aurelius dalam pernyataan resmi, Rabu (1/7/2026).

Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group yang dipegang oleh Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia dan Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik.

Sementara 9,24 persen porsi saham dipegang oleh PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya yakni Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara, dan PT Varia Usaha Dharma Segara.

Dalam proses tersebut, Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity.

 

Perkuat Daya Saing Logistik Nasional

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan, konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.

"Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif," ungkapnya.

Achmad menambahkan, Pelindo berkomitmen untuk mengawal proses transisi tersebut agar berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

"Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif," imbuhnya.

 

Perluas Konektivitas Pelabuhan

Sebagai pemegang saham tersebut, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) Faruq Hidayat memandang konsolidasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi layanan, sekaligus memperluas konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, dan hinterland.

Faruq mengutarakan, pihaknya akan mengoptimalkan peran dalam mendukung implementasi konsolidasi, khususnya melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland.

"Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland," tuturnya.

"Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan," tandas Faruq.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6