Bank Indonesia Buka Suara Soal Penjualan Emas hingga 11 Ton

Bank Indonesia buka suara terkait isu yang beredar yang menyebut Bank Indonesia melakukan penjualan emas sebanyak 11 ton.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 20:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia buka suara terkait isu yang beredar yang menyebut Bank Indonesia melakukan penjualan emas sebanyak 11 ton. 

"Merespon pertanyaan mengenai BI melakukan penjualan emas sebanyak 11 ton yang beredar, dapat kami sampaikan bahwa Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan," kata Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso kepada Liputan6.com, Senin (6/10/2025).

Deni pun menegaskan agar masyarakat bisa  mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cadangan devisa Indonesia melalui website Bank Indonesia. 

Sebelumnya, Analis EMEA di World Gold Council, Krishan Gopaul mengungkapkan bank-bank sentral melanjutkan pembelian emas yang signifikan pada Agustus 2025. Aksi pembelian emas itu dipimpin oleh Bank Nasional Kazakhstan, Bulgaria dan El Salvador.

Mengutip Kitco, Minggu (5/10/2025), Gopaul menuturkan, bank-bank sentral menambahkan 15 ton bersih ke cadangan emas global pada Agustus 2025. Hal itu berdasarkan data yang dilaporkan dari IMF dan masing-masing bank sentral.

"Hal ini secara umum sejalan dengan pembelian bersih bulanan antara Maret dan Juni, dan kembali menandakan pola pembelian setelah cadangan global tidak berubah pada Juli (kami merevisi turun estimasi awal Juli sebesar 10 ton setelah Bank Indonesia melaporkan penjualan 11 ton,” demikian seperti dikutip.

 

 

 

 

Respon Pengamat

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, mengatakan Bank Indonesia hingga bulan September 2025 telah menjual emas batangan sebesar 11 ton. Hal tersebut berdasarkan laporan dari IMF.

"Berdasarkan informasi dari IMF, Bank Indonesia sampai bulan September telah menjual emas batangannya sebesar 11 ton. Nah, informasi ini sepertinya banyak media yang tidak tahu kenapa Bank Indonesia menjual cadangan emasnya sebesar 11 ton," kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Senin (6/10/2025).

Ibrahim menilai, penjualan emas yang dilakukan Bank Indonesia sebagai langkah guna melakukan intervensi di pasar Internasional. Karena, untuk intervensi membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, jalan yang ditempuh adalah menjual emas.

"Ya bisa saja bahwa Bank Indonesia saat ini terus melakukan intervensi di pasar internasional membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga wajarlah pada saat harga logam mulia naik tinggi. Kemudian cara satu-satunya untuk mendapatkan dolar, dana cash, itu cara satu-satunya adalah dengan menjual emas batangan," ujarnya.

 

 

 

  Intervensi dan untuk Lelang Obligasi

Lebih lanjut, Ibrahim menilai sampai saat ini Bank Indonesia masih kuat untuk melakukan intervensi di pasar internasional.

"Kita tahu bahwa setiap hari Sabtu, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar internasional," ujarnya.

Kemudian di sisi lain pun juga mungkin Bank Indonesia pun juga membutuhkan dana yang cukup besar untuk membantu pemerintah dalam melelang obligasi yang membeli adalah Bank Indonesia. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    BI atau Bank Indonesia merupakan bank sentral milik Negara Republik Indonesia.
    Bank Indonesia
  • liputan6
    Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79.
    emas
  • liputan6
    Bank adalah lembaga yang menjadi pilihan yang aman untuk meminjam dan menyimpan uang.
    bank