Liputan6.com, Jakarta - CEO Wells Fargo, Charles Scharf mengungkap, ada jurang pemisah yang semakin lebar dalam kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).
Dia menilai, meskipun korporasi besar dan konsumen berpendapatan tinggi berada dalam kondisi prima, jutaan pekerja berupah rendah justru kesulitan untuk bertahan.
Dalam wawancaranya di acara CNBC "Squawk Box," Scharf memaparkan, data internal banknya menunjukkan "perusahaan berada dalam kondisi yang sangat baik" dengan tingkat pengeluaran dan pembayaran utang yang stabil.Namun, ada tanda-tanda tekanan finansial yang jelas pada kalangan pekerja ber-pendapatan rendah.
Advertisement
"Ada dikotomi besar antara konsumen berpendapatan tinggi dan rendah yang terus berlanjut dan ini adalah masalah nyata," ujar Scharf, dilansir dari CNBC pada Jumat, (11/9/2025).
"Kalangan bawah membelanjakan semua uang yang mereka miliki, sehingga saldo rekening mereka berada di bawah level pra-pandemi. Mereka hidup di ujung tanduk," lanjutnya.
Sinyal Perlambatan Ekonomi
Pernyataan Scharf ini muncul sehari setelah CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon mengatakan, ekonomi AS sedang melemah.
Perlambatan Ekonomi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310686/original/026894800_1754749047-nik-shuliahin-L4JWn8HHJ30-unsplash.jpg)
Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan adanya perlambatan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja, bahkan direvisi turun hingga 911.000 posisi untuk periode tahun ini hingga Maret.
"Ketika Anda melihat data pekerjaan secara keseluruhan, itu tidak dapat disangkal. Jadi ya, hari ini semuanya terasa sangat baik, tentu relatif terhadap apa yang Anda pikirkan. Namun, ini tidak merata di seluruh spektrum kekayaan, dan kemungkinan ada lebih banyak risiko kerugian daripada keuntungan,” ujar Scharf.
Dampak Kebijakan Tarif
Scharf juga menyoroti kebijakan tarif Presiden Trump yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Banyak CEO yang ditemui Scharf mendukung kebijakan ini untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan. Meski begitu, bea tersebut kemungkinan menjadi penyebab lambatnya penciptaan lapangan kerja, katanya.
"Mereka bersedia menghadapi ketidakpastian, tetapi mereka juga harus meresponnya, Jadi, sebagian dari itu salah satunya adalah dengan sangat berhati-hati dalam merekrut. Hal itu tampaknya memperlambat peningkatan lapangan kerja,” ujarnya.
Advertisement
Gencatan Senjata Tarif AS-China Tetap Timbulkan Kekhawatiran Ekonomi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4363973/original/012046500_1679223657-n-beefsteak-a-20171103.jpg)
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan China sepakat memperpanjang penundaan kenaikan tarif impor satu sama lain selama 90 hari, sebagaimana tertuang dalam perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada Senin, 11 Agustus 2025.
Jika kesepakatan tersebut tidak dibuat, tarif akan langsung meningkat tajama dan berpotensi menghambat perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia secara signifikan. Demikian mengutip CNN, Rabu (13/8/2025).
Berita ini pertama kali dilaporkan oleh CNBC, beberapa jam menjelang batas waktu pukul 12:01 dini hari waktu ET, saat tarif atas barang-barang China seharusnya naik dari 30% menjadi 54%, sementara tarif China atas ekspor AS akan kembali naik dari 10 persen menjadi 34 persen.
Tarif Dagang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)
Dalam pernyataan bersama dengan Amerika Serikat, Tiongkok mengonfirmasi perpanjangan gencatan senjata perdagangan selama 90 hari dan berkomitmen untuk mempertahankan tarif 10% atas barang-barang AS selama periode tersebut. Pernyataan ini merujuk pada hasil negosiasi bilateral yang berlangsung di Swedia bulan lalu.
Perpanjangan ini terjadi setelah Presiden Trump menerapkan serangkaian tarif “timbal balik” terhadap mitra dagang global, yang membuat tarif efektif AS mencapai level tertinggi sejak era Depresi Besar.
Kenaikan tarif pada barang-barang China, yang merupakan sumber impor terbesar kedua bagi Amerika Serikat, diperkirakan meningkatkan biaya bagi banyak bisnis dan konsumen Amerika Serikat, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pajak impor yang lebih tinggi.
Setelah pertemuan di Swedia pada Juli, para negosiator China bahkan mengklaim kesepakatan telah tercapai. Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, yang keduanya ikut hadir dalam pertemuan tersebut, membantah klaim itu dengan menegaskan tidak ada keputusan final tanpa persetujuan dari Presiden Trump.
“Kita lihat saja nanti. Mereka sudah berurusan dengan cukup baik. Hubungan saya dan Presiden Xi sangat baik,” ujar Trump sebelumnya pada Senin.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3882835/original/082839000_1754400947-IMG20250724104954.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266421/original/073275700_1671506038-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593110/original/089156300_1782561611-44838.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540886/original/036683800_1774840988-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567485/original/057350700_1777282818-IMG_2719.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804912/original/080833100_1422933463-Ilustrasi-Pajak-150203-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985849/original/021111300_1649154108-20220405-Bank-Dunia-Ekonomi-Indonesia-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4955660/original/092556500_1727567882-Screenshot_2024-09-29_065544.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8418369/original/014453300_1782303715-Septian_Deny_3.jpg.jpeg)