Liputan6.com, Jakarta Hampir semua orang pernah mendengar ungkapan "take and give" dalam percakapan sehari-hari. Take and give artinya adalah konsep saling memberi dan menerima yang merujuk pada praktik membuat konsesi atau kompromi bersama dalam sebuah hubungan.
Frasa ini menggambarkan dinamika keseimbangan usaha, perhatian, dan dukungan antara dua pihak, di mana memberi berarti menawarkan waktu, energi, dan kasih sayang, sementara menerima berarti bersikap terbuka terhadap dukungan dan upaya dari pihak lain. Baik dalam hubungan personal, pertemanan, maupun dunia kerja, prinsip ini berperan sebagai perekat yang menjaga keharmonisan.
Memahami take and give artinya secara mendalam akan membantu seseorang membangun relasi yang lebih bermakna dan seimbang. Konsep ini bukan sekadar soal pertukaran materi, melainkan juga mencakup perhatian, dukungan emosional, dan kompromi dalam hubungan yang sehat.
Advertisement
Dilansir dari Merriam-Webster, give-and-take didefinisikan sebagai "the practice of making mutual concessions" atau praktik membuat konsesi bersama. Sementara menurut Collins English Dictionary, jika sesuatu membutuhkan give and take, itu berarti orang-orang harus berkompromi atau bekerja sama agar berhasil. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Senin (29/6/2026).Â
Pengertian Take and Give secara Bahasa dan Istilah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671101/original/017391500_1782708870-12518717245971690362.jpeg)
Secara bahasa, give and take merupakan sebuah idiom yang merujuk pada pertukaran kompromi atau konsesi bersama, termasuk negosiasi dan tawar-menawar. Dalam bahasa Inggris, ungkapan ini memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar terjemahan kata per kata. Menurut Longman Dictionary of Contemporary English, give-and-take adalah kesediaan antara dua orang atau kelompok untuk saling memahami dan membiarkan pihak lain memiliki atau melakukan sebagian dari apa yang mereka inginkan.
Sebagai sebuah idiom, give and take memiliki dua pengertian utama yang perlu dipahami. Pertama, ungkapan ini merujuk pada praktik kompromi, seperti dalam kalimat "setiap kontrak melibatkan sejumlah give and take." Idiom ini pertama kali tercatat penggunaannya pada tahun 1778, meskipun bentuk kata kerjanya sudah dipakai sejak awal tahun 1500-an. Kedua, frasa ini juga berarti pertukaran gagasan atau percakapan yang mengalir dengan dinamis.
Dalam konteks hubungan antarmanusia, take and give merujuk pada kesediaan setiap pihak untuk merelakan sebagian pendapat, waktu, atau perhatiannya demi menjaga keharmonisan bersama. Keseimbangan antara memberi dan menerima bersifat tidak statis dan dapat bergeser tergantung situasi kehidupan, karena pada tahap tertentu satu pihak mungkin membutuhkan lebih banyak dukungan dibanding yang lain. Misalnya, ketika salah satu pasangan menghadapi masalah karier, pihak lain mungkin perlu memberikan dukungan emosional yang lebih besar untuk sementara waktu.
Di Indonesia, istilah "take and give" dan "give and take" sering digunakan secara bergantian dalam percakapan berbahasa Inggris sehari-hari. Istilah ini bermakna dua orang membuat konsesi dan kompromi untuk memiliki hubungan yang seimbang secara emosional. Inti maknanya tetap sama yakni setiap interaksi mengharuskan kedua pihak berperan sebagai pemberi sekaligus penerima.
Advertisement
Perbedaan Istilah Take and Give dan Give and Take
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671102/original/045239600_1782708870-2874915423658260007.jpeg)
Salah satu common mistake yang kerap dilakukan penutur bahasa Indonesia adalah menggunakan "take and give" alih-alih "give and take." Dalam bahasa Inggris, urutan kata dalam sebuah idiom tidak bisa dibolak-balik sembarangan karena dapat mengubah nuansa atau terdengar tidak natural bagi penutur asli. Kekeliruan ini mungkin terasa sepele, tetapi bagi mereka yang ingin menguasai bahasa Inggris dengan benar, memahami urutan kata yang tepat sangatlah penting.
Mengacu pada Dictionary.com, idiom give and take bermakna praktik kompromi dan sudah tercatat penggunaannya sejak tahun 1778, meskipun bentuk verbalnya telah dipakai sejak awal tahun 1500-an. Artinya, selama berabad-abad, urutan "give" mendahului "take" telah menjadi konvensi baku. Mengubahnya menjadi "take and give" akan terdengar janggal bagi penutur asli bahasa Inggris, meskipun di Indonesia hal ini sudah menjadi kebiasaan umum.
Kekeliruan ini tampaknya khas Indonesia dan kemungkinan dipengaruhi oleh pola pikir yang lebih menekankan aspek "menerima" terlebih dahulu. Padahal, filosofi di balik idiom aslinya justru meletakkan "memberi" di posisi pertama, menunjukkan bahwa sikap memberi seharusnya didahulukan sebelum mengharapkan imbalan. Hal ini sejalan dengan banyak ungkapan bahasa Inggris lainnya yang memiliki urutan kata tetap dan tidak bisa diubah.
Meski demikian, baik "take and give" maupun "give and take" merujuk pada konsep yang sama ketika digunakan dalam konteks percakapan sehari-hari di Indonesia. Yang paling penting adalah memahami esensi dari ungkapan ini, yakni sikap timbal balik dan kompromi yang sehat. Jadi, meskipun secara tata bahasa Inggris urutan give and take lebih tepat, yang utama adalah bagaimana prinsip ini diterapkan secara nyata dalam kehidupan.
Tiga Tipe Kepribadian dalam Konsep Give and Take
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671104/original/072748500_1782708870-9323635215829223958.jpeg)
Dalam bukunya yang bertajuk Give and Take: Why Helping Others Drives Our Success (2013), Adam Grant, psikolog organisasi dan profesor terkenal dari Wharton School, menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak lagi hanya bergantung pada kerja keras dan bakat, melainkan juga pada cara berinteraksi dengan orang lain. Grant mengategorikan manusia ke dalam tiga tipe berdasarkan gaya timbal balik mereka dalam kerja sama dan interaksi sosial.
Berikut penjelasan ketiga tipe kepribadian tersebut:
- Giver (Pemberi) — Tipe giver adalah mereka yang membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan langsung. Mereka cenderung murah hati dengan waktu, pengetahuan, dan energi. Grant mengungkapkan bahwa, bertentangan dengan anggapan umum, para giver sering kali menempati posisi tertinggi maupun terendah dalam tangga kesuksesan, dan yang membedakan adalah apakah mereka bersifat "tanpa pamrih" atau bersifat "otherish" yang memberi secara strategis.
- Taker (Pengambil) — Tipe taker adalah orang yang cenderung meminta bantuan tanpa membalas, sering dipandang egois sehingga orang lain kurang menghormati mereka, memiliki sedikit kepercayaan, dan menyimpan keraguan terhadap niat orang lain. Dalam jangka panjang, perilaku ini sering kali merusak hubungan dan jaringan sosial mereka.
- Matcher (Penyeimbang) — Tipe matcher hanya akan meminta bantuan jika mereka merasa bisa menawarkan sesuatu sebagai imbalan, yang kadang menghambat mereka karena merasa tidak nyaman meminta nasihat kecuali bisa membalas, dan selalu menjaga skor mental. Mereka beroperasi dengan prinsip keadilan yang ketat.
Para giver yang sukses membangun jaringan yang lebih luas dan kaya kepercayaan, meningkatkan kinerja tim, serta memengaruhi orang lain melalui komunikasi yang empatik dan inklusif.Â
Baca juga: Taken Artinya dalam Bahasa Indonesia dan Istilah Gaul Lainnya
Advertisement
Pentingnya Menerapkan Take and Give dalam Berbagai Hubungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671105/original/095705200_1782708870-11907472522599089114.jpeg)
Memberi dan menerima merupakan hal esensial dalam hubungan yang sehat dan menjadi bagian alami dari setiap koneksi, baik romantis, kekeluargaan, maupun pertemanan. Tanpa adanya take and give, hubungan akan berjalan timpang dan berpotensi menimbulkan kekecewaan pada salah satu pihak. Prinsip ini menjadi fondasi yang menentukan kualitas dan keberlangsungan setiap relasi antarmanusia, termasuk dalam lingkup komunikasi yang sehat antara pasangan.
Berdasarkan Social Exchange Theory yang dijelaskan dalam Wikipedia, teori pertukaran sosial menjelaskan bagaimana manusia berperilaku dalam hubungan dengan menggunakan analisis biaya-manfaat untuk menentukan risiko dan keuntungan, serta mengharapkan bahwa apa yang mereka berikan akan menghasilkan imbalan yang adil. Teori ini menggambarkan hubungan antara dua orang sebagai proses pertukaran, di mana pendekatan memberi dan menerima berperan besar, termasuk persepsi tentang seberapa bermakna pertukaran tersebut.
Ketika give and take tidak seimbang, salah satu pihak mungkin merasa dimanfaatkan atau merasa sudah memberikan lebih banyak dibanding yang diterimanya. Meskipun sulit untuk mendefinisikan batasan yang pasti, jika seseorang merasa bahwa dirinya memasukkan lebih banyak usaha daripada pihak lain, ini bisa menjadi sinyal masalah yang perlu dibicarakan. Maria Eitel, pendiri dan CEO Nike Foundation, dikutip dari Barnes & Noble menyatakan, "Cara terbaik untuk naik ke puncak tangga kesuksesan adalah dengan membawa orang lain ke sana bersamamu."
Dalam dunia profesional, konsep take and give juga sama pentingnya. Adam Grant, dikutip dari situs American Library Association menyatakan, "Orang-orang yang secara rutin memberikan waktu dan pengetahuan untuk membantu rekan kerja mendapatkan lebih banyak kenaikan gaji dan promosi." Prinsip ini berlaku universal, mulai dari hubungan pacaran yang sehat hingga kemitraan bisnis jangka panjang, dan bahkan dalam interaksi sosial di lingkungan masyarakat sehari-hari.
Cara Menerapkan Take and Give yang Sehat dan Seimbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671106/original/020942500_1782708871-12631881560302918182.jpeg)
Menerapkan prinsip take and give dalam kehidupan nyata memerlukan kesadaran dan upaya dari kedua belah pihak. Mencapai dinamika memberi dan menerima yang seimbang merupakan kunci keberhasilan dan kebahagiaan jangka panjang, dengan cara memperhatikan kebutuhan satu sama lain, menetapkan batasan yang sehat, dan mempraktikkan komunikasi terbuka.
Adam Grant, dikutip dari nehrlich.com membedakan antara pemberi yang mengorbankan diri dan pemberi "otherish" yang sukses, "Mereka peduli untuk memberi manfaat kepada orang lain, tetapi mereka juga memiliki tujuan ambisius untuk memajukan kepentingan mereka sendiri."
Berikut tujuh cara praktis untuk menerapkan take and give yang sehat:
- Komunikasi yang terbuka dan jujur — Jelaskan kebutuhan dan harapanmu secara langsung kepada pasangan, teman, atau rekan kerja. Dengan mendengarkan secara tulus, kamu menunjukkan bahwa kamu peduli terhadap kesejahteraan emosional lawan bicaramu. Keterbukaan ini akan menghilangkan prasangka dan mempermudah hubungan yang lebih bahagia.
- Mendengarkan secara aktif — Mendengarkan bukan hanya soal menangkap kata-kata, melainkan juga memahami perasaan dan kebutuhan di baliknya. Ketika kamu mendengarkan secara aktif, kamu bisa mengidentifikasi kapan pasanganmu membutuhkan dukungan dan kapan kamu perlu meminta bantuan atau ruang.
- Bersedia berkompromi — Kompromi adalah keterampilan esensial dalam setiap hubungan karena terkadang kamu harus memberi lebih banyak daripada yang kamu terima, dan kuncinya adalah bersedia mengenali kapan giliranmu untuk memberi atau menerima.
- Menjaga batasan yang sehat — Beberapa orang tidak mau berkompromi dan menolak berkorban, sementara yang lain terlalu banyak mengorbankan diri hingga kehilangan jati diri, padahal hubungan yang sehat mengharuskan kedua pihak menemukan keseimbangan. Tetapkan batas yang jelas agar kamu tidak terjebak dalam pola memberi tanpa henti.
- Memberikan pujian dan apresiasi — Ungkapan terima kasih dan pujian yang tulus memperkuat rasa dihargai dalam hubungan. Hal sederhana seperti memuji pencapaian pasangan atau mengucapkan terima kasih atas kebaikan kecilnya dapat menjaga keseimbangan emosional.
- Memberi ruang pribadi — Take and give bukan berarti harus bersama setiap saat. Keseimbangan tidak berarti porsi yang sama setiap waktu, melainkan pemahaman bersama tentang kapan harus memberi dan kapan harus menerima. Setiap individu membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, menekuni hobi, atau bertemu teman, dan ini justru memperkaya kualitas hubungan sebagaimana tanda hubungan yang sehat dan dewasa.
- Bersikap empati dan fleksibel — Misalnya, jika pasanganmu sedang menghadapi masa sulit di tempat kerja, kamu mungkin perlu memberikan lebih banyak dukungan emosional untuk sementara waktu. Fleksibilitas semacam ini menunjukkan bahwa kamu menghargai hubungan lebih dari sekadar hitungan untung-rugi, dan ini merupakan ciri pasangan yang ideal.
Baca juga: Kata-Kata Indah Bahasa Inggris dan Artinya yang Penuh Makna
Pada akhirnya, prinsip take and give yang sehat bukanlah tentang menghitung secara kaku siapa yang memberi lebih banyak. Alasan mengapa keseimbangan sempurna tidak mungkin tercapai adalah karena kehidupan tidak menawarkan peluang semacam itu, dan setiap hubungan unik seperti orang-orang yang terlibat di dalamnya, karena setiap orang memiliki kekuatan dan sifat kepribadian yang berperan dalam dinamika memberi dan menerima. Yang terpenting, setiap pihak berusaha memberikan kontribusi terbaiknya dengan tulus.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Arti Take and Give
Apa perbedaan antara take and give dan give and take?
Secara tata bahasa Inggris, urutan yang benar adalah give and take, yang merupakan idiom tercatat sejak tahun 1778. Istilah "take and give" adalah kekeliruan umum yang sering terjadi di Indonesia. Meski begitu, keduanya merujuk pada konsep yang sama, yaitu saling memberi dan menerima dalam hubungan. Istilah give and take menekankan bahwa sikap memberi sebaiknya didahulukan sebelum mengharapkan imbalan.
Mengapa take and give penting dalam hubungan?
Hubungan yang sehat berkembang ketika kedua pasangan memberi dan menerima secara adil dan penuh rasa hormat, sehingga tidak ada pihak yang merasa terbebani atau diabaikan. Tanpa keseimbangan ini, hubungan menjadi satu arah dan berpotensi menimbulkan kelelahan emosional bagi pihak pemberi atau rasa bersalah bagi pihak penerima. Oleh karena itu, take and give menjadi fondasi yang menjaga keharmonisan jangka panjang.
Bagaimana cara mengetahui apakah take and give dalam hubungan sudah seimbang?
Keseimbangan siapa yang "lebih banyak" memberi dalam hubungan akan terus bergeser, dan dalam jangka pendek hampir mustahil menentukan siapa yang memberi lebih banyak karena penilaian sejati hanya bisa dilakukan secara retrospektif. Indikator utamanya adalah apakah kedua pihak merasa dihargai dan didengar. Jika salah satu pihak mulai merasakan ketidaknyamanan yang berulang, komunikasi terbuka menjadi langkah pertama untuk memulihkan keseimbangan tersebut.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8670765/original/085878800_1782708473-9054321994359759146.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477619/original/081959200_1768877156-van-tay-media-Cdmm49zqIbw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578193/original/017958900_1782536499-K0dYF4kwWdMS77AxH7oEorjPihIX8N00JNw6mNu9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578160/original/083569000_1782536459-UL4qeXqIT3ANFLOqXiwlQWN5DEu4A6evHtZ5U8HR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578244/original/038182800_1782536555-7Fjg62YGdF9fYUN1DnpnZvw7ODVgUDqZlfcxsr1i.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8330950/original/096995900_1782201042-JtmAI3kZvNV7gdJX7ImvYjq9NFTqucGWUSXYqhGk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578248/original/053517300_1782536558-P6HkfNgXnBhW4QJoTLzZ3KwQxKKYctrMad9NLG7G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516711/original/021779600_1782442243-QoPNfedBTkVK0zY3uyfYrbDRJ4R20yCn1u6xE9Yb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5352229/original/014874400_1758093848-content-creator-doing-product-review-camera-studio-filming-video-with-makeup-cosmetics-female-influencer-recording-lipstick-recommendation-vlog-with-smartphone-social-media.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578176/original/007882500_1782536487-v9DTsdwJOonM6vZabwQ52UWBpowozIWsAjm8ZMw2.jpg)