Tafahum Adalah Saling Memahami dan Menghargai, Ini 25 Contohnya

Tafahum melibatkan empati, pengertian, dan cinta kasih antar sesama Muslim.

Diterbitkan 28 Juni 2023, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tafahum adalah sikap saling memahami antara individu dalam konteks ukhuwah Islamiyah. Sikap tafahum artinya melibatkan pemahaman terhadap kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh setiap individu.

Apa itu tafahum, jika dipahami dengan baik bisa membantu menghindari kesalahpahaman dan konflik yang mungkin timbul. Tafahum juga melibatkan empati, pengertian, dan cinta kasih antar sesama Muslim.

Ini alasan tafahum dalam Islam mampu memperkuat ikatan persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang saling mendukung. Dalam Islam, tafahum dianggap sebagai aspek penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan memelihara ukhuwah Islamiyah.

Berikut Liputan6.com ukas lebih mendalam tentang pengertian tafahum dan contohnya, Rabu (28/6/2023).

Saling Memahami

Tafahum adalah salah satu asas dalam ukhuwah Islamiyah, bersama dengan taaruf, takawun, dan tafakul. Dalam buku "Akhlak Keagamaan Kelas XII" yang ditulis oleh Rofa'ah, ukhuwah diartikan sebagai ikatan persaudaraan yang didasarkan pada keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Istilah yang sering digunakan untuk menyebutnya adalah ukhuwah Islamiyah.

Apa itu tafahum merupakan komponen penting dari ukhuwah Islamiyah. Tafahum adalah sikap saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Jika mampu mencapai tingkat pemahaman ini, berbagai macam kesalahpahaman yang terjadi dapat dihindari, dan hubungan antar sesama dapat tumbuh dengan lebih baik.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Faisal Risaldy yang berjudul "Adaptasi Santri Baru Luar Negeri Di Pondok Modern Darussalam Gontor" pada tahun 2019, pengertian tafahum adalah sikap saling memahami dalam ukhuwatul muslimin di suatu lingkungan atau organisasi tertentu. Penelitian ini menyoroti pentingnya tafahum dalam membangun hubungan yang harmonis antar sesama Muslim. 

Faisal Risaldy juga menjelaskan adanya tiga konsep tafahum yang perlu dipahami oleh umat Muslim. Diantaranya:

Pertama, tafahum berfungsi sebagai cara untuk menghilangkan faktor-faktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan antar sesama. Dalam konteks ini, saling memahami adalah langkah yang diperlukan untuk mengatasi perbedaan yang mungkin timbul dan mencegah terjadinya konflik yang dapat merusak persaudaraan.

Selain itu, tafahum juga mengandung makna adanya cinta kasih dan kelembutan hati antar sesama Muslim. Melalui tafahum, individu-individu dapat mengembangkan sikap empati, pengertian, dan kasih sayang terhadap orang lain. Hal ini sangat penting dalam memperkuat ikatan persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan peduli.

Konsep ketiga tafahum yang dijelaskan oleh Faisal Risaldy adalah tentang pentingnya menghilangkan perpecahan dan perselisihan di antara umat Muslim. Menurutnya, perbedaan yang ada seharusnya bukan menjadi sumber konflik yang prinsipil. Jika memahami perbedaan dan menerima keragaman, tafahum dapat mengurangi perselisihan yang tidak perlu dan memperkuat persatuan dalam masyarakat Muslim.

 

Contoh sikap tafahum

Persoalan ukhuwah Islamiyah juga telah ditegaskan dalam firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 10. Dalam ayat tersebut, Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang beriman adalah bersaudara dalam agama Islam. Hal ini mengimplikasikan bahwa mereka memiliki ikatan yang kuat dan saling bertanggung jawab satu sama lain. Firman Allah ini menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam membentuk hubungan yang harmonis antara sesama Muslim.

Ayat ini juga menginstruksikan umat Muslim untuk merawat dan memperbaiki hubungan yang mungkin mengalami perselisihan atau ketegangan. Perintah untuk mendamaikan antara dua saudara yang berselisih menunjukkan pentingnya tafahum dalam menyelesaikan konflik dan membangun kembali ikatan persaudaraan yang kuat.

Ini contoh tafahum dalam Islam yang dimaksudkan: 

  1. Mendengarkan dengan penuh perhatian saat seseorang berbicara, tanpa menginterupsi atau menghakimi.
  2. Menghargai dan mengakui perbedaan pendapat antara sesama Muslim.
  3. Bersikap empati terhadap kesulitan dan penderitaan yang dialami oleh orang lain.
  4. Menerima dan menghormati keputusan yang diambil oleh kelompok atau komunitas, meskipun berbeda dengan pendapat pribadi.
  5. Menghindari berkomentar atau menyebarkan informasi yang dapat menyebabkan fitnah atau konflik antar sesama Muslim.
  6. Mengucapkan salam dan senyum kepada orang lain sebagai tanda penghargaan dan kasih sayang.
  7. Membantu dan mendukung sesama Muslim dalam mencapai tujuan mereka.
  8. Menjaga rahasia dan kepercayaan yang diberikan oleh orang lain.
  9. Menerima dan menghormati perbedaan budaya, etnis, dan latar belakang sosial dalam komunitas Muslim.
  10. Menghargai hak-hak dan kebebasan individu dalam menjalankan ibadah dan keyakinan mereka.
  11. Menjaga kesopanan dalam berkomunikasi dan menghindari kata-kata yang menyakiti perasaan orang lain.
  12. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan membangun saat memberikan kritik atau saran kepada orang lain.
  13. Menjaga sikap adil dan objektif dalam menilai atau menghakimi tindakan orang lain.
  14. Berusaha memahami perspektif dan latar belakang seseorang sebelum membuat penilaian atau kesimpulan.
  15. Bersedia bekerja sama dan berkolaborasi dengan orang lain dalam mencapai tujuan yang sama.
  16. Mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri serta orang lain dengan jujur.
  17. Menawarkan bantuan dan dukungan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan atau kesedihan.
  18. Menyampaikan pendapat dengan sopan dan menghargai saat berdiskusi atau berdebat.
  19. Tidak memaksakan pandangan atau kehendak pribadi kepada orang lain.
  20. Menghormati hak privasi dan kebutuhan ruang pribadi orang lain.
  21. Menghormati waktu dan keteraturan dalam berbagai kegiatan dan pertemuan.
  22. Menghindari penilaian atau stereotip berdasarkan penampilan fisik, suku, atau status sosial.
  23. Mengampuni kesalahan dan memperbaiki hubungan yang rusak dengan orang lain.
  24. Memberikan apresiasi dan pujian kepada pencapaian atau usaha positif orang lain.
  25. Berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya dengan sukarela kepada sesama Muslim.

Perilaku-perilaku di atas mencerminkan tafahum yang dalam Islam berarti saling memahami, menghargai, dan bekerja sama dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. Tafahum adalah perilaku dan sikap yang harus terus dipelihara.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6