Zulkifli Hasan Pastikan Kopdes Merah Putih Tak Saingi Bisnis Warung Warga

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan menjadi pesaing bagi warung yang sudah ada, sebaliknya justru Kopdes bisa menjadi penyuplai kebutuhan warung.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan menjadi pesaing bagi warung yang sudah ada, sebaliknya justru Kopdes Merah Putih bisa menjadi penyuplai kebutuhan warung.

“Enggak, malah mendukung, dong. Bahkan nanti koperasi ini bisa juga mensuplai warung-warungnya di kampung,” tegasnya di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Ada enam jenis usaha yang akan dijalankan di Kopdes Merah Putih, meliputi gerai sembako, apotek desa atau kelurahan, unit simpan pinjam, klinik desa atau kelurahan, pengelolaan logistik, dan gerai perbankan seperti BRILink.

Jenis-jenis usaha ini dianggap menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Sembako ada untungnya. pupuk ada untungnya, ya kan? Kerjasama dengan (BUMN) Pos ada, tinggal ngirim barang, ada ongkosnya, untung kan?” ucap dia.

Setelah Kopdes Merah Putih berhasil berjalan dan mendapat keuntungan, maka bisa mengajukan pinjaman ke Himpunan Bank Rakyat (Himbara) dengan plafon sebesar Rp 3 miliar dengan bunga 6 persen.

Pinjaman tersebut tidak akan diberikan begitu saja, tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan Kopdes Merah Putih.

“Modalnya itu nanti dapat pinjaman dari Himbara, plafon. Bukan dibagi duitnya, plafon. Misalnya, koperasi mengambil pupuk. Ya kan perlu modal, kan? Nah, nanti minjamnya Rp 1 miliar. Bank, lihat dong. Eh, pupuknya nilainya 60 juta. Kok minjamnya 1M? Ya, dikasih 60 juta. Bayar ke pupuk,” ujar Zulkifli Hasan.

Diluncurkan 21 Juli 2025

Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang sebelumnya dijadwalkan akan diuncurkan pada 19 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diundur menjadi 21 Juli 2025.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab di sapa Zulhas mengungkap alasan dibalik mundurnya waktu peluncuran tersebut. Pasalnya, 19 Juli 2025 bertepatan dengan akhir pekan, alhasil waktu diubah pada hari kerja pekan berikutnya.

“Ya, memang recana tanggal 19 (Juli 2025), tapi 19 itu kan hari Sabtu. Nah, kita ingin penjelasan Presiden itu bisa diketahui, diikuti oleh semua pihak agar enggak dua kali kita kerja, kan. Baik Gubernur maupun Bupati, Wali Kota, Kepala Desa, BPD, Pendamping Desa,” kata Zulkifli di Gedung Graha Mandiri, Jakarta (Selasa, 15/7/2025).

Seluruh Pejabat Wajib Hadir

Menurutnya, tidak ada alasan bagi pejabat negara untuk tidak hadir ketika pelaksanaan peluncuran dilakukan di hari kerja. Mengingat lagi, sebagian aparatur daerah melakukan kunjungan kerja di akhir pekan.

“Nah, itu bagus kalau hari kerja sehingga tidak ada alasan untuk tidak bergabung karena kan hari kerja. Arahan dari Presiden. Tapi kalau Sabtu, biasanya ada yang ke daerah, ada yang kunjungan kerja dan sebagainya,” jelas Zulhas.

Hingga 13 Juli 2025, secara nasional sebanyak 81.147 Kopdes/ Kel Merah Putih sudah terbentuk melalui musyawarah desa khusus (musdesus). Sementara itu ada 103 titik percontohan yang tersebar di seluruh provinsi yang akan di luncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6