Airlangga Ungkap Motor Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 19:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 ditopang oleh kuatnya aktivitas pariwisata di Bali dan Nusa Tenggara serta masih kokohnya peran Pulau Jawa sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional.

Airlangga mengatakan wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi 6,1%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29%.

"Ini menunjukkan sektor pariwisata sudah bisa bergerak untuk mensejahterakan wilayah-wilayah Bali dan Nusa Tenggara, baik dari wisatawan Nusantara maupun wisatawan asing,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional dengan sumbangan 56,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut juga mencapai 5,65%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“"rtinya supply chain menjadi penggerak perekonomian nasional,” katanya.

Dari sisi lapangan usaha, Airlangga menyebut industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB dengan kontribusi 18,5% dan mencatat pertumbuhan 4,52% pada kuartal II 2026.

Di sisi lain, sektor jasa akomodasi serta penyediaan makan dan minum menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat, yakni 10,6%.

Menurut Airlangga, kinerja sektor tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas pariwisata serta berbagai program pemerintah.

“Hal ini didukung oleh program andalan Bapak Presiden yaitu Makan Bergizi Gratis dan juga terkait dengan program industri perhotelan serta industri perjalanan,” ujarnya.

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026. Konsumsi rumah tangga tercatat sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menyampaikan konsumsi rumah tangga berkontribusi besar ke produk domestik bruto (PDB) pada komponen pengeluaran.

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32% dan tumbuh 5,06% (year on year)," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Dia menjelaskan, peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh momen libur yang terjadi sepanjang kuartal II-2026. Subkomponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi adalah restoran dan hotel tumbuh 6,47%. Selain itu, sektor transportasi dan komunikasi juga tumbuh sebesar 5,71% .

"Kalau kita dalami perkembangan pertumbuhan komponen pendorong utama ekonomi dari sisi pengeluaran kita bisa lihat bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong oleh momen hari libur dan hari besar keagamaan," jelas dia.

Selain itu, komponen Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) juga berkontribusi 29,36% dan tumbuh 6,87% secara tahunan. PMTB juga tumbuh positif tercermin pada beberapa indikator investasi.

Seperti subkomponen PMTB yang tumbuh positif adalah kendaraan tumbuh sebesar 26,03%, peralatan lainnya tumbuh sebesar 16,18%, serta peningkatan realisasi investasi di BKPM, data BKPM sebesar 7,14%.

Konsumsi Pemerintah

Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal II 2026.

 Pertumbuhan Konsumsi Pemerintah

Konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% seiring dengan peningkatan realisasi belanja. Pertama belanja pegawai tumbuh menguat sejalan dengan pembayaran gaji 13 untuk ASN, TNI, Polri serta akselerasi pembayaran tunjangan tenaga penidik non-PNS.

"Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya berupa program makan bergizi gratis (MBG)," jelas dia.

Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya pada triwulan II 2026 ini, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 2,67%.

Selain itu pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,06% dan konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07%. Sementara itu net expor memberikan sumber pertumbuhan sebesar minus 0,78%.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6