Target 500 Ribu Pekerja Migran, Pemerintah Siapkan SMK Go Global

Cetak SDM terampil berdaya saing global, program Asta Mandala SMK Go Global bidik 500 ribu tenaga kerja di sektor kesehatan hingga manufaktur.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi merilis program Asta Mandala SMK Go Global sebagai langkah strategis mencetak sumber daya manusia (SDM) nasional yang berdaya saing internasional. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab tingginya permintaan tenaga kerja terampil di pasar global sekaligus memastikan standar perlindungan pekerja sejak dari dalam negeri.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menjelaskan bahwa peluncuran program ini merupakan pengejawantahan dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen mentransformasi pola penempatan pekerja migran agar didominasi oleh tenaga ahli dan bersertifikasi.

"Melalui Asta Mandala SMK Go Global, kami ingin membangun talenta Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global. Penempatan pekerja migran Indonesia tidak hanya menjadi peluang bekerja di luar negeri, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Mukhtarudin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

Program Asta Mandala SMK Go Global lahir dari sinergi antara Kementerian P2MI dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Langkah akselerasi ini memfokuskan pembinaan pada enam sektor industri utama, meliputi kesehatan, perhotelan, manufaktur, konstruksi, agrikultur, hingga transportasi.

Dalam kurun waktu 2026–2029, pemerintah menargetkan sedikitnya 500 ribu calon pekerja migran terampil dapat terserap di luar negeri melalui skema pelatihan yang disesuaikan dengan kualifikasi pasar internasional.

Ditopang Dua Fondasi Utama

Mukhtarudin menambahkan, efektivitas program ini ditopang oleh dua fondasi utama, yakni 'Panca Sukses' sebagai panduan eksekusi di lapangan dan 'Tri Dampak' sebagai tolok ukur keberhasilan.

"Melalui strategi ini, kami ingin memastikan setiap Calon Pekerja Indonesia memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, memperoleh pelindungan yang optimal, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya, keluarga, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," kata Mukhtarudin.

Integrasi program ini diharapkan tidak hanya membuka keran lapangan kerja yang aman dan legal di mancanegara, tetapi juga mendongkrak penerimaan devisa serta memperkokoh fondasi ekonomi nasional.

"Kami optimistis, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, SMK Go Global akan melahirkan talenta-talenta unggul Indonesia yang siap bersaing di tingkat global, memperluas kesempatan kerja yang aman dan legal, serta memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6