Liputan6.com, Jakarta - Niat mengundurkan diri dari koperasi, seorang pria berinisial PG (25), malah mendapat penganiayaan dan pelecehan dari bos koperasi keliling di Panongan, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan kronologi dari kuasa hukum PG, Risman Harefa, peristiwa itu tidak hanya berlangsung sehari melainkan selama dua hari, 28 hingga 29 Juli 2026, di rumah yang dijadikan kantor.
Risman pun menunjukan sejumlah bekas dugaan pemukulan, sundut rokok yang ada di hampir seluruh tubuhnya.
"Korban ini mengalami penyiksaan selama lebih dari lima jam, mulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga 04.30 WIB," ungkap Risman, Selasa (4/8/2026).
Advertisement
Sebelum peristiwa terjadi, kliennya telah menyampaikan niat mengundurkan diri kepada atasannya sekaligus mengembalikan seluruh aset perusahaan. Namun saat itu korban tidak langsung diperbolehkan pulang.
"Korban mengundurkan diri, menyampaikan kepada bosnya dan mengembalikan aset. Namun saat itu bosnya tidak langsung menerima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain sambil mereka mengonsumsi minuman keras," ujar Risman.
Setelah para terlapor berada di bawah pengaruh minuman keras, korban disebut menjadi sasaran pengeroyokan.
Akibat kejadian itu korban mengalami luka memar hampir di seluruh tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban juga diduga mengalami pecah pembuluh darah kecil di bagian otak.
"Lukanya di sekujur tubuh, seluruh badannya memar. Dari kepala juga berpotensi ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil menurut dokter. Bekas-bekas luka masih terlihat di badan dan tangan," tuturnya.
Â
Selain mengalami kekerasan fisik, korban juga melaporkan dugaan pelecehan seksual. Menurut kuasa hukumnya, korban dipaksa melakukan masturbasi sambil diancam menggunakan senjata tajam.
"Kalau tidak melakukan itu, korban diancam dengan pisau akan dibunuh," cerita Risman.
Dia juga mengatakan korban dipaksa melakukan panggilan video dengan istrinya saat peristiwa tersebut berlangsung.
Menurutnya, para terlapor memberikan telepon genggam kepada korban untuk menonton konten pornografi, sementara aksi itu direkam. Video itulah yang kemudian beredar di media sosial.
Di tengah kesakitan dan traumanya, PG tidak terlelap. Dia memilih tetap siaga, untuk mencari waktu yang tepat agar bisa kabur.
Benar saja, saat para terlapor lengah karena tertidur akibat menenggak miras, korban akhirnya berhasil melarikan diri melalui celah jendela. Korban berhasil pulang ke rumah, kemudian diantar melapor Polisi, yang kemudian diteruskan ke RSUD Belaraja untuk mendapatkan perawatan medis.
"Sudah boleh pulang. Tapi, masih ada bekas pemukulan di mata, leher, dan bagian tubuh lainnya. Belum sembuh total," tutur Risman.
Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono mengatakan, laporan tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tangerang. Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur.
"Dari pihak kepolisian, Polresta Tangerang sudah menerima laporan tersebut. Dan TKP terjadi di wilayah Panongan sekira tanggal 28 sampai 29 Juli," kata Tri Lekso.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297255/original/001962300_1784085160-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-15T101147.650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314981/original/095911000_1785820083-Screenshot_2026-08-04_112610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315220/original/021677400_1785831415-Screenshot_20260804_133504_WhatsApp_2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298937/original/083194800_1784187585-IMG_1980.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298139/original/004914200_1784126814-IMG_1996.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309691/original/008802500_1785237039-IMG_2407.jpeg)