- Pengacara Sarwendah jelaskan emosi tinggi kliennya wajar karena kekecewaan mendalam.
- Video pertengkaran pertama kali ditampilkan kuasa hukum Ruben Onsu, bukan Sarwendah.
- Publik diminta memahami konteks kemarahan Sarwendah sebagai akumulasi masalah.
Liputan6.com, Jakarta - Perseteruan Sarwendah dan Ruben Onsu yang belakangan beredar di masyarakat menyita perhatian publik luas di media sosial. Menanggapi video pertengkaran yang ramai, pihak Sarwendah akhirnya angkat bicara soal rekaman yang pertama kali ditampilkan oleh kuasa hukum Ruben Onsu tersebut.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa emosi tinggi yang diperlihatkan kliennya dalam video merupakan reaksi wajar dari seorang istri yang merasa sangat kecewa di penghujung pernikahannya. Ia menyebut publik bisa melihat dan mendengar langsung bagaimana luapan emosi tersebut terjadi setelah sekian lama menjalani rumah tangga.
"Klien kami itu marah besar, kecewa berat," ujar Chris Sam Siwu saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Kemarahan Sarwendah Dinilai Wajar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317263/original/052392500_1786007881-IMG-20260806-WA0022.jpg)
Â
Menurutnya, publik perlu melihat konteks yang melatarbelakangi pertengkaran tersebut, sebab rasa kecewa mendalam itulah yang menjadi pemicu utama kemarahan Sarwendah.
"Jadi klien kami itu marah besar, kecewa berat. Makanya terjadilah pertengkaran itu, terjadilah marah-marahnya seorang istri, bayangin ya," jelas Chris.
Chris juga membantah anggapan bahwa pihaknya sengaja membuka persoalan rumah tangga tersebut ke publik. Ia menegaskan video pertengkaran itu justru pertama kali ditampilkan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, bukan dari pihak Sarwendah. Masyarakat, kata dia, bisa menilai sendiri siapa yang lebih dulu menyebarkan rekaman tersebut ke ruang publik.
Pihak Sarwendah Serahkan Penilaian ke Publik
Pihak Sarwendah menilai tidak perlu menjelaskan secara rinci setiap ucapan yang terdengar dalam video. Chris menyebut publik cukup cerdas untuk menilai sendiri dari ekspresi dan intonasi yang tampak dalam rekaman, tanpa perlu penjelasan detail dari kubu manapun.
"Netizen lagi-lagi tidak bodoh, netizen sangat pintar ya. Bahwa pertengkaran video itu adalah pertengkaran terhadap titik-titik. Bisa dilihat videonya langsung, bisa didengar langsung pertengkaran seperti apa ya," tutur Chris.
Chris menuturkan, pertengkaran yang terjadi di penghujung pernikahan itu merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang sudah lama terpendam. Ia berharap masyarakat dapat memahami konteks di balik kemarahan yang diperlihatkan Sarwendah dalam video tersebut, alih-alih hanya menilai dari potongan emosinya semata.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317231/original/074301300_1786007343-wendah6.jpg)