Update Proyek LNG Terapung Terbesar di Papua, Bahlil Kirim Tim ke China

Pabrik LNG terapung di Papua Barat akan menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan salah satu terbesar di dunia. Oleh karenanya, Menteri Bahlil bakal meninjau update proyek langsung ke China.

Diterbitkan 12 Juni 2025, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan segera mengirim tim ke China, untuk mengecek pembuatan kapal yang menampung proyek gas alam cair terapung (floating LNG) yang berlokasi di Papua Barat.

Bahlil mengatakan, proyek yang digarap oleh Genting Oil Kasuri Pte Ltd ini progresnya sudah mencapai 53 persen.

"Kita itu kan ada floating LNG yang dibangun oleh Genting Oil. Saya abis ini akan kirim tim saya ke China untuk mengecek, karena proyeknya sudah 53 persen," ujar Bahlil dalam kunjungan kerja ke proyek Tangguh LNG di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, dikutip Kamis (12/6/2025).

Menurut laporan yang diterimanya dari Genting Oil Kasuri Pte Ltd, pabrik LNG terapung ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan salah satu terbesar di dunia. Oleh karenanya, pihaknya bakal meninjau update proyek langsung ke China.

"Kalau ini terjadi menurut laporan dari mereka, ini jadi kapal yang ketujuh terbesar di dunia, tapi yang terbesar di Indonesia. Memang tadi saya lihat itu besar sekali," ungkap Bahlil

"Tapi itu akan kita memvalidasi progresnya, ketika kami akan melakukan kunjungan ke tempat pabrik di mana mereka lagi bangun sekarang di China," dia menambahkan.

 

Kontrak Rp 15,6 Triliun

Adapun nilai kontrak untuk pembangunan floating LNG berkapasitas 1,2 juta ton per tahun ini mencapai USD 962,8 juta, atau setara Rp 15,645 triliun (kurs Rp 16.250 per dolar AS). Penandatanganan dilakukan pada 20 Juni 2024, mencakup potensi pembiayaan tambahan hingga USD 70 juta (Rp 1,137 triliun).

Dalam hal ini, Genting Bhd melalui dua anak usahanya, Genting Oil & Gas Sdn Bhd dan PT Layar Nusantara Gas (PTLNG) telah menandatangani kontrak Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) dengan Wison New Energies Co Ltd.

Berdasarkan kontrak EPCIC ini, Wison akan membangun fasilitas FLNG di galangan kapal mereka yang berlokasi di Nantong dan ZhouShan, China.

 

Teluk Bintuni Jadi Lokasi Akhir

Setelah lolos uji kinerja di galangan, fasilitas floating LNG tersebut akan ditarik ke lokasi akhir di Teluk Bintuni, Papua Barat, Indonesia, dimana final commissioning test akan dilakukan.

Durasi proyek diperkirakan selama 27 bulan sejak pelaksanaan kontrak EPCIC, disusul dengan masa garansi selama 18 bulan. Target keberangkatan (sail away) dari galangan ZhouShan dijadwalkan pada kuartal kedua 2026.

Pasokan gas untuk fasilitas floating LNG akan berasal dari struktur Asap, Merah, dan Kido yang berada dalam wilayah konsesi Blok Kasuri di Papua Barat, Indonesia, yang diberikan kepada Genting Oil Kasuri Pte Ltd, anak perusahaan tidak langsung Genting Bhd yang juga dimiliki 95 persen, berdasarkan kontrak bagi hasil (PSC) yang ditandatangani pada Mei 2008 antara perseroan dan SKK Migas.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6