KAI Kini Punya Pusat Pengarsipan, Tegaskan Komitmen pada Tata Kelola Arsip Modern

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Mego Pinandito, mengapresiasi langkah progresif KAI dalam membangun sistem kearsipan modern. Apa yang dilakukan KAI?

Diperbarui 23 Mei 2025, 21:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan Gedung Record Center dan memulai pembangunan Gedung Restorasi Arsip, Gedung Serbaguna Arsip, serta Kawasan Terpadu Record Center & Data Center di Bandung.

Proyek strategis ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola arsip perusahaan secara terintegrasi dan profesional.

Dibangun di atas lahan seluas 14.792 m², kawasan ini akan menjadi pusat pengelolaan dokumen perusahaan dengan standar nasional.

Menurut Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, keberadaan gedung ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol komitmen KAI dalam merawat memori korporasi, memperkuat akuntabilitas, dan mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data historis.

"Arsip adalah roh keberlanjutan institusi yang wajib dijaga dengan serius di tengah era digitalisasi," katanya, Jumat (23/5/2025).

Apresiasi ANRI: KAI Jadi Teladan Nasional Pengelolaan Arsip

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Mego Pinandito, mengapresiasi langkah progresif KAI dalam membangun sistem kearsipan modern.

Ia menyebut KAI sebagai benchmark nasional dalam pengelolaan arsip, bahkan melebihi praktik di negara maju.

KAI berhasil meraih skor 92,51 dari ANRI tahun 2022 dan telah menjadi rujukan bagi lebih dari 69 instansi yang melakukan benchmarking, termasuk kementerian, BUMN, hingga perguruan tinggi ternama.

“Pengelolaan arsip bukan sekadar menyimpan kertas lama, tapi merawat peradaban. Dari masa Staatsspoorwegen hingga digitalisasi saat ini, semua tercatat dan dikelola dengan baik oleh KAI,” ujar Mego. Ia berharap praktik baik ini bisa ditiru oleh Kementerian, BUMN lain, hingga lembaga pendidikan di Indonesia.

 

Fasilitas Modern untuk Menjaga Memori Perusahaan

Gedung Record Center yang diresmikan dibangun di atas lahan 8.797 m² dengan luas bangunan 1.429 m². Fasilitas ini dilengkapi ruang penyimpanan arsip, ruang pengolahan, transit, pelayanan, instalasi teknis, ruang fumigasi, ruang baca, hingga mushola.

Proyek ini digarap oleh konsorsium profesional seperti PT KAI Properti dan PT Wiratman Cipta Manggala.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebut bahwa pembangunan ini adalah bagian dari strategi besar transformasi digital dan tata kelola data yang akuntabel.

"Arsip bukan sekadar dokumen masa lalu, tapi instrumen penyelamat nilai, legitimasi hukum, dan aset negara di masa depan," ujar Anne.

 

Prestasi Kearsipan KAI dan Peran sebagai Narasumber Nasional

Unit Corporate Document Management KAI yang dipimpin Nathan Marihottua Siahaan telah menjadi narasumber di 11 forum nasional kearsipan. Rekam jejak prestasi KAI mencakup:

Akreditasi AA (Istimewa) dari ANRI (2022)Juara 1 Unit Kearsipan I BUMN Nasional (2017)Arsiparis Teladan Nasional BUMN (2016 & 2017)Dengan peresmian kawasan terpadu ini, KAI menegaskan posisinya sebagai BUMN yang tidak hanya membangun rel fisik, tetapi juga menjaga “jalur memori” bangsa.

Proyek ini menjadi penguat tata kelola modern dan bukti komitmen dalam menjaga akuntabilitas serta warisan sejarah perusahaan dan negara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6