BUMN Galangan Kapal Tertua Pailit, Aset Diambil PT PAL

PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) resmi dinyatakan pailit. Danantara pastikan aset BUMN galangan kapal legendaris ini akan diambil alih oleh PT PAL.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) galangan kapal tertua harus terhenti. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) kini resmi dinyatakan pailit. Seluruh aset perusahaan akan dialihkan ke sesama BUMN galangan kapal, PT PAL Indonesia.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan rencana konsolidasi bisnis galangan kapal BUMN tersebut menyusul penetapan pailit DPS. Ia memastikan bahwa aset milik BUMN galangan kapal yang telah berdiri sejak tahun 1910 tersebut akan segera diambil alih.

"Nanti saya cek ya. Kita kan mau konsolidasikan semua dok kapal kita, jadi asetnya akan kita ambil," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).

Dony menjelaskan bahwa mekanisme pengalihan aset DPS tersebut nantinya akan diarahkan langsung untuk memperkuat PT PAL Indonesia. "Mekanismenya seperti itu, asetnya akan dikonsolidasikan ke PT PAL," ucapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN ini menambahkan, langkah penyelamatan aset dilakukan dengan pertimbangan efisiensi biaya. Ia memastikan seluruh aset eks-DPS tersebut akan tetap berada di bawah pengelolaan Danantara.

"Karena cost-nya lebih murah buat kita untuk melakukan proses itu. Tentu ada berbagai pertimbangan. Tetapi yang pasti, asetnya akan tetap kita ambil," sambung Dony.

 

DPS Resmi Pailit

Melalui akun Instagram resminya, PT DPS telah mengumumkan penghentian operasional mereka. Manajemen menyatakan bahwa perusahaan resmi menyandang status pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya per 3 Juni 2026 lalu.

"PT DPS telah dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan pada tanggal 3 Juni 2026," tulis manajemen dalam unggahan di akun Instagram @dok_sby1910.

Dalam salam perpisahannya, pihak perusahaan turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh karyawan serta mitra kerja yang telah setia menemani perjalanan panjang DPS.

"Setiap langkah, tantangan, dan pencapaian bersama yang kita lalui adalah bagian dari pengalaman berharga. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam perjalanannya ada hal yang tidak berkenan," tutup pernyataan tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6