Detik-Detik 2 Turis China Tewas Saat Snorkeling di Labuan Bajo

Dua wisatawan China tewas tenggelam saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, NTT.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 11:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Labuan Bajo - Dua wisatawan asal China tewas tenggelam saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026) siang.

Kedua korban bernama Guo Xingyou dan Sha Gingyang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, menjelaskan kejadian bermula saat kedua turis tersebut sedang menyelam sambil melihat pemandangan bawah air, tiba-tiba dihantam gelombang tinggi hingga keduanya tenggelam.

"Kedua korban WNA China sedang melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, namun nahas gelombang tinggi menghantam kedua korban dan tenggelam," ujar Fathur dalam keterangannya, Rabu siang.

Penemuan Korban 

Pihaknya melakukan pencarian segera setelah menerima laporan. Sekitar pukul 12.45 Wita, korban pertama yaitu Guo Xingyou ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Wisatawan lain yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Tim SAR gabungan kemudian membawa korban ke RSUD Komodo Labuan Bajo, namun nyawa korban tidak tertolong.

Selanjutnya pencarian korban kedua terus dilakukan. Pada pukul 16.44 Wita, jasad Sha Gingyang berhasil ditemukan pada kedalaman 23 meter dengan kondisi sudah meninggal dunia. Jasad kemudian dievakuasi untuk penanganan selanjutnya.

Tak Pakai Life Jacket

Ia mengatakan dua turis asal China, Guo Xingyou (29) dan Sha Gingyang (30), yang tewas saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, ternyata tidak mengenakan jaket keselamatan atau life jacket. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri.

"Kedua korban berenang tanpa mengenakan jaket keselamatan. Tidak ada yang melakukan pengawasan langsung saat mereka berada di dalam air," ungkapnya.

Saat kedua turis tersebut melakukan aktivitas snorkeling, tidak ada kru kapal maupun pemandu wisata yang mengawasi pergerakan mereka di dalam air.

"Diduga kuat, kedua korban terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau hingga mengalami kelelahan ekstrem," jelasnya.

Guo Xingyou ditemukan lebih dulu mengapung di perairan sekitar Pulau Kelor. Wisatawan lain yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP), namun nyawanya tidak tertolong. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Komodo Labuan Bajo.

Sedangkan jenazah Sha Gingyang baru ditemukan pada pukul 16.44 Wita di kedalaman sekitar 23 meter oleh tim SAR gabungan. Jasad kedua korban kini telah diamankan di RSUD Komodo untuk penanganan selanjutnya.

Hingga saat ini proses penyelidikan terkait penyebab pasti dan kelalaian keselamatan masih dilakukan oleh pihak berwenang.