Sukses

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 937 Ribu per Gram, Turun Rp 5.000

Liputan6.com, Jakarta Harga emas hari ini di Antam bergerak turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Harga emas hari ini di BUMN PT Aneka Tambang naik ke level Rp 937 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam untuk buyback turun Rp 4.000 menjadi Rp 805 ribu per gram. Itu artinya, harga buyback adalah patokan yang dipakai Antam saat masyarakat menjual emasnya kembali dipatok Rp 805 ribu.

Melansir laman logammulia.com, Rabu (21/9/2021), hingga pukul 08.07 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Antam saat ini menjual emas berukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Selain itu, Antam juga menyediakan emas dalam bentuk lain, seperti batik, koin dinar, dirham hingga perak dan lainnya.

Namun jika bisa menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:

* Pecahan 0,5 gram Rp 518.000

* Pecahan 1 gram Rp 937.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.814.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.696.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.465.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.915.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.037.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.995.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.912.000

* Pecahan 250 gram Rp 219.515.000

* Pecahan 500 gram Rp 438.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 877.600.000.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Harga Emas Anjlok 1 Persen, Menanti Suku Bunga AS Naik

Harga emas turun 1 persen pada hari Selasa. Ini terjadi karena dolar AS dan imbal hasil Treasury menguat, dan investor menyesuaikan posisi menjelang kenaikan suku bunga besar yang diperkirakan secara luas oleh Federal Reserve AS minggu ini.

DIkutip dari CNBC, Rabu (21/9/2022), harga emas di pasar spot turun 0,66 persen pada USD 1,664,99 per ounce pada pukul 16:00. ET, bertahan di dekat level terendah 29-bulan minggu lalu. Harga emas berjangka AS turun 0,26 persen menjadi USD 1,673,8

"Emas tidak dapat menghilangkan salah satu dari kekhawatiran pengetatan Fed yang agresif ini, imbal hasil terus meroket secara konsisten memberi tekanan pada emas," kata Edward Moya, analis senior OANDA.

The Fed secara luas terlihat menaikkan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu.

Bank sentral lainnya juga diperkirakan akan tetap melakukan pengetatan kebijakan moneter dalam menghadapi lonjakan inflasi. Swedia menaikkan suku bunga dengan persentase poin penuh pada hari Selasa. Inggris, Norwegia, Swiss dan Jepang juga mengadakan pertemuan kebijakan moneter minggu ini.

Suku bunga tinggi biasanya meredupkan daya tarik bullion karena mereka menerjemahkan ke peningkatan biaya peluang memegang aset, yang tidak membayar bunga.

3 dari 3 halaman

Dolar AS Makin Perkasa

"Kebijakan moneter yang agresif hawkish dari Federal Reserve AS telah mendorong imbal hasil Treasury AS dan indeks dolar AS - keduanya merupakan aset yang bersaing dengan logam safe-haven," Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, mengatakan dalam sebuah catatan.

Dolar bertahan di dekat level tertinggi dua dekade, membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil dua tahun AS mencapai level tertinggi hampir 15 tahun.

Meskipun "ketika ketakutan resesi global benar-benar menjadi titik fokus pasar karena semua orang menjadi lebih agresif dengan siklus pengetatan mereka, saat itulah emas akan memiliki peluang," kata Moya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS