Liputan6.com, Jakarta - Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi pergerakan sejumlah instrumen keuangan pada pekan depan masih akan dipengaruhi sentimen global. Mulai dari indeks dolar Amerika Serikat, harga minyak mentah dunia, hingga harga emas diperkirakan bergerak dalam rentang teknikal tertentu.
Untuk indeks dolar AS, Ibrahim memperkirakan level support berada di 100,00, sedangkan level resistance di 102,00.
"Indeka dolar kemungkinan dalam sepekan ke depan itu ditransaksikan di 100.00 supportnya kemudian resistancenya adalah 102.00,” ungkapnya, di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Advertisement
Sementara itu, harga minyak mentah jenis WTI diperkirakan memiliki support di level US$ 64,70 per barel dan resistance di US$ 72,10 per barel. Dia menuturkan, harga minyak masih berpotensi melanjutkan koreksi dan bergerak di bawah US$ 70 per barel, bahkan mendekati US$ 64 per barel.
Di pasar logam mulia, harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level US $4.174 per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga emas batangan diperkirakan berada di kisaran Rp 2.670.000 per gram.
“Harga minyak mentah masih berpotensi terkoreksi di bawah US$ 70 per barel, sedangkan emas dunia memiliki support di US$ 4.100 hingga US$ 4.000 per troy ounce,” ucapnya.
Apabila harga emas dunia mengalami koreksi, Ibrahim memperkirakan support pertama berada di US$ 4.100 per troy ounce dengan harga emas batangan sekitar Rp 2.650.000 per gram. Jika tekanan berlanjut, support berikutnya berada di US$ 4.000 per troy ounce, dengan harga logam mulia berpotensi turun ke Rp 2.550.000 per gram.
Sebaliknya, jika harga emas kembali menguat, resistance pertama diperkirakan berada di US$ 4.248 per troy ounce, yang berpotensi mendorong harga emas batangan ke Rp 2.690.000 per gram. Adapun resistance kedua berada di US$ 4.348 per troy ounce dengan proyeksi harga logam mulia mencapai Rp 2.780.000 per gram.
Harga Emas Dunia Akhiri Tren Penurunan Empat Pekan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
Sebelumnya, harga emas dunia bersiap mencatat kenaikan mingguan pertama dalam satu bulan setelah investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed). Sentimen tersebut muncul menyusul rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (4/7/2026), harga emas spot melonjak 1,4% menjadi US$ 4.182,28 per ons. Dengan capaian tersebut, logam mulia diperkirakan membukukan kenaikan sekitar 2,3% sepanjang pekan, sekaligus mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama empat pekan berturut-turut.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman terdekat naik sekitar 1,5% pada perdagangan intraday.
Sepanjang 2026, harga emas dunia berada di bawah tekanan. Kenaikan inflasi, menguatnya dolar AS, serta sikap agresif sejumlah bank sentral setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat minat investor terhadap aset safe haven berkurang.
Akibat tekanan tersebut, emas mencatat kinerja kuartalan terburuk dalam 13 tahun pada periode April hingga Juni. Hingga kini, harga emas masih diperdagangkan sekitar 22% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menyentuh lebih dari US$ 5.300 per ons pada Januari lalu.
Advertisement
Ruang The Fed Menaikkan Suku Bunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431136/original/010446700_1764728802-the_fed.jpg)
Pemulihan harga emas pekan ini dipicu oleh laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis waktu setempat. Data nonfarm payrolls menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan revisi data Mei yang mencapai 129.000 pekerjaan maupun proyeksi ekonom yang dihimpun Dow Jones sebesar 115.000 pekerjaan.
Laporan itu membuat pelaku pasar menilai ruang bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga semakin terbatas.
Berdasarkan alat pemantau FedWatch milik CME Group, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 53,5% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan September, setelah mempertahankan suku bunga pada Juli.
Angka tersebut turun dibandingkan sebelum data ketenagakerjaan dirilis. Saat itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada September masih berada di kisaran 65%.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga lebih menarik ketika suku bunga diperkirakan tidak lagi naik agresif.
Harga Logam Lainnya Juga Naik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
Kenaikan tidak hanya terjadi pada emas. Harga logam mulia lainnya juga menguat pada perdagangan Jumat.
Harga perak spot melonjak 2,9% menjadi US$ 62,77 per ons dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan sekitar 6,7%. Sementara itu, kontrak berjangka perak untuk pengiriman Agustus naik sekitar 3,5%.
Di sisi lain, harga platinum menguat sekitar 2,8% menjadi US$ 1.660,10 per ons, sedangkan palladium naik sekitar 1% ke level US$ 1.280,09 per ons.
Dalam riset yang diterbitkan pada Jumat, analis OCBC menyatakan mulai lebih optimistis terhadap prospek harga emas setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan.
"Data nonfarm payrolls yang lebih lemah dari perkiraan membantu mengurangi risiko sikap agresif (hawkish) The Fed. Dalam jangka pendek, kami mengubah pandangan dari berhati-hati menjadi optimistis secara terukur. Harga emas berpeluang melanjutkan pemulihan apabila data ekonomi Amerika Serikat berikutnya terus menekan imbal hasil riil dan dolar AS," tulis analis OCBC.
Meski demikian, OCBC mengingatkan investor agar tidak terlalu cepat bereuforia. Menurut mereka, tingkat pengangguran yang masih stabil, sikap The Fed yang tetap cenderung hawkish, serta risiko inflasi yang belum mereda membuat investor tetap perlu berhati-hati.
"Dengan tingkat pengangguran yang masih stabil, pernyataan pejabat The Fed yang tetap bernada hawkish, serta risiko inflasi yang masih tinggi, investor tetap perlu bersikap hati-hati dalam jangka pendek," lanjut OCBC.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287277/original/092402000_1783206951-pra6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287240/original/093979800_1783200101-ma3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9272657/original/014308200_1783171596-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3369037/original/098473200_1612497975-Arthur_Ashe__cropped_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)