Sukses

Menteri Bahlil Usul Hilirisasi Nikel di Bawah 50 Persen Kena Pajak Ekspor

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya dalam mendukung hilirisasi. Salah satunya terkait wacana pengenaan pajak ekspor dengan ketentuan tertentu.

Misalnya, jika pengolahan bahan tambang masih berada di bawah 50 persen atau kurang dari barang setengah jadi, bisa dikenakan pajak ekspor. Tujuannya untuk menghadirkan perhatian kepada hilirisasi.

"Saya setuju bahwa hilirisasi nikel kita belum sepenuhnya kita lakukan secara baik. Jadi untuk nikel kita, saya kemarin melontarkan wacana, kalau hilirisasinya dibawah 50 persen kita kenakan saja pajak ekspor, karena ini kita dorong hilirisasi," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (10/6/2022).

Wacana ini juga pernah disampaikan olehnya di Davos, Swiss beberapa waktu lalu. Disana ia mengajak investor global untuk menanamkan dananya ke pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Bahlil menambahkan, pihaknya akan mengawal secara ketat hilirisasi terkait baterai kendaraan listrik di Indonesia. Meski, ia menyebut ada berbagai tantangan.

"Makanya, untuk baterai karena saya sendiri yang kawal gak ada cerita sekalioun negara-negara lain tidak ikhlas untuk negara indonesia ini maju untuk menjadi negara industrialis," katanya.

Dalam pengembangan baterai kendaraan listrik, salah satu yang dipilih adalah Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT-Batang). Menteri Bahlil menegaskan dua perusahaan telah berkomitmen membangun dikawasan itu, yakni LG dan Foxconn.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Prototipe Kawasan Industri

Lebih jauh, Menteri Bahlil mengungkap alasan KIT-Batang dipilih untuk dikembangkam jadi kawasan industri. Ia bahkan menyebut KIT-Batang jadi prototipe kawasan industri di Indonesia.

"Di batang itu kita membangun kawasan industri tanahnya murah sekali, dan itu adalah prototipe kawasan industri terbaik di Indonesia saat ini. Kenapa? Karena harganya murah, 350 meter dari tol, ada kereta api kemduain ada pelabuhan dan itu sudah penuh," katanya.

Ia menyebut, ini juga jadi salah satu alasan masuknya perusahaan asal Taiwan Foxconn dan perusahaan asal Korea Selatan LG.

"Jadi Foxconn itu selama berpuluh-puluh tahun, di masa pemerintahan sebelumnya merayu Foxconn gak bisa, cuma pemerintahan pak jokowi InsyaaAllah akan masuk di kuartal III," katanya.

"LG itu (nilai investasinya) Rp 142 triliun pak, itu terbesar dalam rangka investasi ekosistem EV Battery di dunia. Ini bukan kacang goreng, ini bukan nanti akan. Sudah kemarin tahap kedua implementasinya," tambahnya.

Hal ini jadi perhatiannya terhadap investasi nilai tambah. Diharapkan, mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

 

3 dari 4 halaman

Selangkah Lagi

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimis Indonesia selangkah lagi menjadi produsen baterai listrik dunia.

Menyusul, komitmen LG untuk investasi hilirisasi industri baterai listrik terintegrasi mencapai USD9,8 miliar atau setara Rp142 triliun dan akan menyerap hingga 20.000 tenaga kerja Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Jokowi dalam seremoni acara Seremoni Implementasi Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6).

"Hari ini kita melakukan groundbreaking terhadap suatu investasi besar. Indonesia harus menjadi salah satu negara pemain terbesar ekosistem baterai mobil listrik. Indonesia sudah saatnya berpikir untuk dikenal karena mempunyai sumber bahan baku sel baterai untuk kendaraan listrik," ujar Bahlil.

 

4 dari 4 halaman

Nilai Tambah USD 5,18 Miliar

Menteri Bahlil menyampaikan, bahwa pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi ini dapat terlaksana atas perintah langsung Presiden kepada Kementerian Investasi. Jika sudah terlaksana seluruhnya, investasi hilirisasi yang dilakukan oleh LG ini akan memberikan nilai tambah sebesar USD5,18 miliar.

Proyek investasi industri baterai listrik terintegrasi ini dimulai dari pertambangan dan peleburan (smelter) nikel yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara hingga industri pemurnian (refinery), industri prekursor dan katoda. Kemudian, sel perluasan industri sel baterai yang akan dibangun di KIT Batang, Jawa Tengah, hingga industri daur ulang baterai listriknya.

Sementara itu, Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo menyampaikan penghargaan sepenuhnya atas dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Investasi. Lee juga mengungkapkan bahwa proyek ini menempati area seluas 275 hektare di KIT Batang dengan menerapkan teknologi terbaru milik konsorsium LG.

"Saya hadir di sini dengan visi besar untuk mengembangkan KIT Batang menjadi kawasan industri kendaraan listrik terpenting di Asia Tenggara. Melalui Konsorsium LG, LG Energy Solution akan mendukung KIT Batang menjadi pusat baterai listrik dunia," tegas Lee.