Sukses

Pastikan Tak Ada Krisis, PLN Siapkan Pengamanan Berlapis Stok Batu Bara

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan tidak ada lagi krisis pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah pengamanan berlapis telah dilakukan PLN dengan dukungan pemerintah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan untuk mengamankan pasokan batu bara dengan melakukan pembaruan kontrak. Kontrak yang semula bersifat jangka pendek diubah menjadi kontrak jangka panjang dan langsung ke pemilik tambang.

"Kami mengubah kontrak agar lebih memiliki kepastian pasokan. Kami juga mengubah kontrak yang tadinya fleksibel menjadi lebih tertib lagi baik dari sisi volume pasokan juga jadwal pengiriman. Lalu, yang tadinya pakai trader, kita kontrak langsung ke penambang," ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).

Selain itu, dari sisi PLN juga memastikan proses pembayaran kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok batu bara ini lebih cepat.

"Untuk memperbaiki bisnis dan rantai pasok. Kami ubah mempercepat tagihan operasi dan transportasi," imbuh Darmawan.

Kecepatan pembayaran ini berlaku untuk pengadaan kapal, tongkang, bongkar muat. Juga pembayaran yang langsung kepada penambang batubara.

Ketiga, PLN juga mengintegrasikan sistem pengawasan digital yang dibentuk PLN dengan sistem di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

Darmawan mengutarakan, nantinya pemerintah dapat melihat kemajuan proses loading dari batu bara. Sehingga ketika terjadi gagal loading maka sistem langsung memberikan alert kepada pengusaha untuk bisa memenuhi kewajibannya.

"Jadi, bukan hanya kebijakan, tetapi juga ini langsung secara operasional secara day to day pengawasan ini dilakukan," seru dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

DMO

Berkaitan dengan evaluasi ini, dukungan pemerintah datang melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2022 yang mengatur tentang evaluasi domestic market obligation (DMO) dilakukan setiap bulan.

"Ada di diktum ke delapan. Itu disebut, penetapan realisasi DMO untuk dana kompensasi evaluasi setiap bulan," terangnya.

Bukti dari pengawasan dan perubahan tata kelola ini tercermin dari kondisi pasokan yang semakin baik. Darmawan mengatakan, secara khusus pihaknya telah berkomunikasi dengan Ditjen Minerba untuk mengamankan pasokan batu bara.

Ditambahkannya, langkah-langkah yang dilakukan antara lain dengan melanjutkan volume batubara yang sudah terkontrak. Selain itu, untuk kontrak yang dilanjutkan serta kontrak batubara reguler Februari 2022 seluruhnya telah dijadwalkan untuk dikirimkan ke pembangkit.

Langkah selanjutnya, dengan memastikan kesiapan armada pengangkut batu bara. "Sehingga Insya Allah pasokan untuk bulan Februari juga akan aman," tegas Darmawan.