Liputan6.com, Jakarta - Perasaan bersalah biasanya muncul ketika seseorang menyadari bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang salah. Namun, pada sebagian orang, rasa bersalah dapat muncul terus-menerus meski sebenarnya tidak melakukan kesalahan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan guilt complex, yaitu keyakinan menetap bahwa seseorang telah melakukan sesuatu yang salah atau akan melakukan kesalahan.
Melansir laman Verywell Mind yang membahas guilt complex, perasaan tersebut tidak selalu berkaitan dengan kesalahan yang benar-benar terjadi. Seseorang dapat merasa bersalah atas sesuatu yang hanya dibayangkan atau dipersepsikan sebagai kesalahan. Mereka juga dapat melebih-lebihkan peran dirinya dalam suatu situasi dan menganggap kesalahan kecil memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada kenyataannya.
Kondisi tersebut dapat disertai rasa malu dan cemas. Guilt complex sendiri bukan merupakan kondisi terpisah yang diakui dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5). Penjelasan kondisi dan ciri-cirinya dalam artikel Liputan6.com ini dikutip dari Verywell Mind, Sabtu (29/8).
Advertisement
Ciri Orang yang Mudah Merasa Bersalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4508365/original/004814400_1689841888-military-man-suffering-from-ptsd.jpg)
Rasa bersalah merupakan emosi yang berkaitan dengan kesadaran diri, pandangan negatif terhadap diri sendiri, perasaan tertekan, dan rasa gagal. Beberapa tanda yang dapat muncul pada orang yang mengalami guilt complex antara lain:
-
Kecemasan.
-
Menangis.
-
Insomnia atau kesulitan tidur.
-
Ketegangan otot.
-
Terus memikirkan kesalahan di masa lalu.
-
Penyesalan.
-
Gangguan atau rasa tidak nyaman pada perut.
-
Kekhawatiran.
Guilt complex juga dapat berkontribusi terhadap kecemasan, depresi, dan stres. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kesulitan tidur, kehilangan minat, kelelahan, sulit berkonsentrasi, serta menarik diri dari lingkungan sosial.
Dalam jangka panjang, guilt complex dapat memengaruhi kesejahteraan secara keseluruhan. Seseorang dapat mengembangkan perasaan tidak mampu sehingga kesulitan mengejar tujuan. Mereka mungkin merasa tidak pantas untuk melangkah maju dan melakukan perilaku yang menghukum diri sendiri karena kesalahan yang sebenarnya hanya dipersepsikan.
Rasa malu juga menjadi dampak yang umum. Perasaan tersebut dapat membuat seseorang mengisolasi diri dari orang lain, yang kemudian dapat mengganggu hubungan dan menyulitkan mereka memperoleh dukungan sosial yang kuat.
Advertisement
Penyebab Orang Mudah Merasa Bersalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335578/original/088834700_1787999414-pexels-karola-g-6135083.jpg)
Beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap munculnya guilt complex. Faktor tersebut meliputi kecemasan, pengalaman masa kanak-kanak, budaya, agama, dan tekanan sosial.
Kecemasan dapat membuat seseorang memandang tindakannya secara negatif sehingga memunculkan rasa bersalah. Sementara itu, pengalaman masa kanak-kanak ketika seseorang dibesarkan dalam lingkungan yang membuatnya merasa bersalah atau bertanggung jawab atas berbagai masalah dapat menghasilkan rasa bersalah yang menetap.
Budaya juga dapat berperan. Bertindak bertentangan dengan norma budaya tempat seseorang dibesarkan dapat menimbulkan rasa bersalah, bahkan ketika orang tersebut sudah tidak lagi mengikuti keyakinan tersebut.
Agama tertentu juga menggunakan rasa bersalah sebagai penanda bahwa seseorang telah melakukan kesalahan. Selain itu, tekanan sosial berupa perasaan dihakimi orang lain atas tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan rasa bersalah dan penyesalan.
Jenis-Jenis Rasa Bersalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335579/original/095577200_1787999416-pexels-thirdman-8011887.jpg)
Ada beberapa bentuk rasa bersalah yang dapat berkontribusi terhadap guilt complex, yaitu:
Natural guilt
Rasa bersalah yang muncul ketika seseorang memang melakukan kesalahan dan merasa menyesal. Rasa bersalah ini dapat bersifat adaptif karena mendorong seseorang untuk meminta maaf atau mengubah perilaku. Namun, jika tidak ditangani, rasa bersalah tersebut dapat menjadi menetap dan memengaruhi kehidupan.
Maladaptive guilt
Rasa bersalah atas sesuatu yang berada di luar kendali seseorang. Contohnya, merasa bersalah karena tidak dapat mencegah kejadian yang sebenarnya tidak dapat diperkirakan, meskipun tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Guilty thoughts
Sebagian orang dapat merasa bersalah karena memiliki pikiran negatif. Mereka mungkin takut akan bertindak berdasarkan pikiran tersebut atau khawatir orang lain akan mengetahui pikiran yang dianggap buruk tersebut.
Existential guilt
Rasa bersalah yang lebih kompleks dan sering berkaitan dengan persoalan luas, seperti ketidakadilan atau perasaan tidak hidup sesuai prinsip yang diyakini.
Survivor's guilt
Salah satu bentuk existential guilt yang dapat dialami ketika seseorang berada dalam kondisi baik sementara orang-orang yang dipedulikannya tidak. Survivor's guilt dapat muncul setelah seseorang selamat dari kecelakaan atau bencana ketika orang lain mengalami cedera atau meninggal. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika orang lain mengalami kemalangan sementara dirinya tidak mengalaminya.
Advertisement
Cara Mengatasi Rasa Bersalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335580/original/026027600_1787999418-pexels-ekaterina-bolovtsova-6077503.jpg)
Ada beberapa strategi yang dapat membantu seseorang menghadapi perasaan bersalah yang menetap dan sulit.
Melihat Situasi dari Sudut Pandang Berbeda
Jika terus berfokus pada pikiran negatif, pertimbangkan cara lain untuk melihat situasi tersebut. Pikirkan apakah ada faktor lain yang turut berperan dan apa yang dapat dilakukan secara berbeda pada masa mendatang.
Mengalihkan perhatian dari pikiran negatif menuju pemikiran yang lebih realistis dan positif dapat membantu seseorang melewati perasaan menyalahkan diri sendiri,
Memaafkan Diri Sendiri
Belajar mempraktikkan self-forgiveness dapat menjadi cara penting untuk melepaskan rasa bersalah. Memaafkan diri sendiri bukan berarti membebaskan diri dari tanggung jawab ketika melakukan kesalahan atau menyakiti seseorang.
Sebaliknya, memaafkan diri sendiri berarti bertanggung jawab, memberikan waktu untuk mengungkapkan penyesalan, memperbaiki keadaan, kemudian menemukan cara untuk melanjutkan hidup.
Berbicara dengan Orang Lain
Membagikan perasaan kepada teman dekat terkadang dapat membantu. Dukungan sosial dapat memainkan peran penting dalam menghadapi emosi yang sulit sehingga menjaga hubungan dengan teman dan orang terdekat menjadi hal yang penting.
Jika seseorang kesulitan membicarakan rasa bersalah dengan orang terdekat atau tidak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, membicarakan perasaan tersebut dengan profesional kesehatan mental juga dapat membantu. Terapi tatap muka maupun terapi daring dapat menjadi pilihan.
Rasa bersalah tidak selalu merupakan emosi yang tidak sehat. Perasaan tersebut dapat membantu seseorang mengenali hal-hal yang ingin diubah dan menemukan cara untuk memperbaiki hubungan yang mungkin telah dirugikan. Rasa bersalah juga dapat membantu mengenali dan memperbaiki pelanggaran sosial yang mengancam hubungan dengan orang lain.
Namun, ketika rasa bersalah menjadi menetap dan berlebihan, penting untuk mencari bantuan profesional. Seseorang dapat berbicara dengan dokter atau profesional kesehatan mental jika mengalami gejala rasa bersalah yang berlebihan atau gejala depresi lainnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Mudah Merasa Bersalah Meski Tidak Melakukan Kesalahan
Apa itu guilt complex?
Guilt complex adalah keyakinan menetap bahwa seseorang telah melakukan sesuatu yang salah atau akan melakukan kesalahan, termasuk ketika kesalahan tersebut sebenarnya tidak terjadi.
Apa saja ciri orang yang mudah merasa bersalah?
Ciri yang dapat muncul antara lain kecemasan, menangis, sulit tidur, ketegangan otot, terus memikirkan kesalahan masa lalu, penyesalan, rasa tidak nyaman pada perut, dan kekhawatiran.
Bagaimana cara mengatasi rasa bersalah yang berlebihan?
Rasa bersalah dapat diatasi dengan melihat situasi dari sudut pandang berbeda, memaafkan diri sendiri, dan membicarakan perasaan dengan orang lain. Jika rasa bersalah menetap dan mengganggu kehidupan, bantuan profesional dapat dipertimbangkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335577/original/015157200_1787999413-pexels-angelramflow-30549698.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5356738/original/065888100_1758507738-aa1a40a0-379b-4bee-a740-f2b6396bda2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315177/original/070000500_1785829848-Q6UcTB0yLT9Hkof84zduVp6NboeZVAJrL2tGstqx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3150829/original/023474200_1591940789-brooke-lark-3A1etBW5cBk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329595/original/027172700_1787285448-XOTs5yFm7aNWN9xhj9HQomBsE1tTyGlLXq9uHwe3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335514/original/002371200_1787992725-Trik_Memisahkan_Plastik_yang_Saling_Menempel_Tanpa_Merobeknya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335560/original/062177900_1787997267-2bd35771-23ba-4648-b11e-c0f99905fd23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335532/original/062000600_1787994159-fd8a203e-a702-4d89-99f5-4772cd0a0b45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2904469/original/055468400_1567835047-elena-koycheva-HLSfA2JHsCk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4114708/original/071154900_1659765780-drew-jemmett-qEcWgrTG578-unsplash_1_.jpg)