Liputan6.com, Jakarta - Harga diri yang rendah tidak selalu terlihat jelas. Seseorang bisa saja tampak percaya diri di depan orang lain, tetapi diam-diam sering meragukan kemampuan dan nilai dirinya sendiri. Tanpa disadari, kondisi ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara mengambil keputusan, hubungan dengan orang lain, pekerjaan, hingga kemampuan menikmati hidup.
Menariknya, rasa percaya diri dan harga diri ternyata mulai terbentuk sejak usia dini. Penelitian dari University of Washington menemukan bahwa anak-anak sudah memiliki rasa harga diri sejak usia 5 tahun dengan kekuatan yang dapat dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil dapat ikut membentuk cara seseorang melihat dirinya sendiri.
Harga diri yang rendah juga tidak selalu muncul dalam bentuk rasa minder yang mudah dikenali. Terkadang, tandanya justru terlihat melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa perilaku tertentu berkaitan dengan cara dirinya memandang diri sendiri.
Advertisement
Berikut beberapa ciri-ciri orang dengan harga diri rendah yang dapat muncul dalam perilaku sehari-hari.
1. Sulit Mengambil Keputusan dan Mempertahankannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4941051/original/016044700_1725953188-pexels-mikhail-nilov-7777136.jpg)
Kurangnya rasa percaya diri dapat membuat seseorang ragu bahkan ketika harus menentukan hal-hal sederhana. Memilih tempat makan, menentukan pakaian, atau memutuskan rencana akhir pekan saja bisa terasa sulit karena terlalu banyak mempertimbangkan pendapat orang lain.
Masalahnya bukan hanya pada sulit memilih. Setelah mengambil keputusan, Anda mungkin masih terus bertanya-tanya apakah pilihan tersebut sudah benar. Akibatnya, Anda menjadi lebih sering meminta pendapat atau validasi dari orang lain sebelum merasa yakin.
Sebuah penelitian pada 2023 menemukan adanya hubungan antara harga diri yang lebih rendah dan tingkat keragu-raguan yang lebih tinggi. Pola ini tidak hanya muncul ketika seseorang menghadapi keputusan besar, tetapi juga dalam berbagai situasi sehari-hari.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat Anda terbiasa menyerahkan kendali kepada orang lain. Bahkan untuk keputusan yang sebenarnya seharusnya dapat Anda tentukan sendiri.
Advertisement
2. Sering Takut dengan Sesuatu yang Bahkan Belum Terjadi
Apakah Anda sering membayangkan kemungkinan terburuk sebelum menyampaikan pendapat atau mengambil tindakan? Kebiasaan seperti ini bisa menjadi salah satu tanda harga diri yang rendah.
Seseorang yang kurang percaya diri terkadang terlalu khawatir akan membuat orang lain kecewa, marah, atau tidak menyukainya. Akibatnya, hal sederhana seperti mengatakan "tidak" bisa terasa sangat sulit.
Ketakutan tersebut juga dapat membuat Anda menghindari konflik meskipun sebenarnya sedang membela kepentingan atau nilai yang penting bagi diri sendiri. Anda mungkin memilih diam dalam rapat, menahan pendapat, atau menerima sesuatu yang sebenarnya tidak disukai.
Padahal, menyampaikan pendapat dengan tegas tidak berarti Anda harus menjadi orang yang kasar. Anda tetap bisa mempertahankan batasan dan keyakinan tanpa harus merendahkan orang lain.
3. Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Membahagiakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4570833/original/042949300_1694414623-Ilustrasi_pasangan_bertengkar__cuek.jpg)
Salah satu ciri harga diri rendah yang sering tidak disadari adalah kecenderungan bertahan dalam hubungan yang sebenarnya sudah tidak memberikan kebahagiaan.
Ketika seseorang merasa dirinya tidak cukup baik atau tidak layak dicintai, ia mungkin menganggap sulit mendapatkan pasangan yang sesuai dengan keinginannya. Akibatnya, hubungan yang tidak sehat atau tidak memuaskan tetap dipertahankan karena takut tidak akan menemukan sesuatu yang lebih baik.
Penelitian dari University of Waterloo juga menemukan bahwa orang dengan harga diri rendah lebih mungkin bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia karena cenderung menghindari menyampaikan kekhawatiran atau membahas masalah dengan pasangan.
Pola tersebut pada akhirnya dapat memperkuat keyakinan negatif terhadap diri sendiri. Hubungan yang tidak membahagiakan bisa diterima sebagai sesuatu yang memang pantas didapatkan, padahal belum tentu demikian.
Advertisement
4. Terlalu Lama Bertahan di Pekerjaan yang Biasa-Biasa Saja
Harga diri rendah tidak hanya memengaruhi hubungan, tetapi juga kehidupan profesional. Anda mungkin sebenarnya memiliki kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, tetapi merasa belum cukup pintar, berpengalaman, atau kompeten.
Pikiran seperti "Saya tidak mungkin mendapatkan posisi itu" atau "Orang lain jauh lebih layak daripada saya" dapat membuat Anda enggan mencoba kesempatan baru.
Akibatnya, Anda memilih bertahan di pekerjaan yang sebenarnya sudah tidak memberikan perkembangan hanya karena takut gagal ketika mencoba sesuatu yang lebih besar.
Situasi tersebut bisa menjadi lingkaran yang sulit dihentikan. Semakin lama Anda merasa tidak mampu berkembang, semakin kuat pula keyakinan bahwa Anda memang tidak cukup baik untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar.
5. Kesulitan Mengatur Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4601529/original/029180100_1696589727-julien-l-sLrw_Cx6u_I-unsplash.jpg)
Orang dengan harga diri yang sehat bukan berarti tidak pernah mengalami emosi negatif. Mereka tetap bisa kecewa, marah, takut, atau sedih. Bedanya, mereka cenderung lebih mampu menghadapi perasaan tersebut dan mencari cara untuk menyelesaikan masalah.
Sementara itu, seseorang dengan harga diri rendah mungkin lebih mudah menghindari situasi atau perasaan yang membuatnya tidak nyaman. Alih-alih menghadapi masalah, ia memilih menjauh atau mencari cara untuk melupakan emosi tersebut.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan harga diri rendah cenderung menggunakan pola coping yang pasif dan menghindar. Mereka lebih berfokus untuk melarikan diri dari emosi yang tidak menyenangkan dibandingkan menyelesaikan sumber masalahnya.
Jika pola tersebut terus berlangsung, masalah yang sebenarnya belum selesai dapat menumpuk dan membuat emosi terasa semakin sulit dikendalikan.
Advertisement
6. Terlalu Lelah untuk Menikmati Hidup
Salah satu tanda yang cukup sulit dikenali adalah ketika Anda merasa terlalu lelah untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya Anda sukai.
Ketika seseorang terus-menerus merasa tidak cukup baik, tidak percaya diri, atau takut melakukan kesalahan, tidur dan mengisolasi diri terkadang menjadi cara untuk menghindari berbagai situasi yang dianggap menekan.
Dengan tidak terlibat dalam banyak hal, Anda memang tidak perlu menghadapi risiko ditolak, mengecewakan orang lain, gagal, atau melakukan kesalahan. Namun, dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut justru dapat membuat hidup terasa semakin kosong dan terbatas.
Kelelahan yang berlangsung terus-menerus juga dapat berkaitan dengan kondisi lain, termasuk depresi. Karena itu, jika rasa lelah dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari terus terjadi, sebaiknya jangan langsung menganggapnya hanya sebagai masalah kurang percaya diri.
Harga Diri Rendah Tidak Selalu Terlihat Jelas
Harga diri yang rendah dapat memengaruhi banyak bagian kehidupan tanpa selalu menunjukkan tanda yang mencolok. Anda mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan terlalu sering meminta pendapat orang lain, takut mengambil risiko, bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia, atau terus meragukan kemampuan sendiri sebenarnya berkaitan dengan cara Anda memandang diri sendiri.
Hal yang juga penting untuk diingat adalah harga diri bukan sesuatu yang sepenuhnya tidak bisa berubah. Pengalaman masa lalu memang dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya, tetapi bukan berarti seseorang harus selamanya terjebak dalam pola tersebut.
Belajar mengenali pola pikiran dan perilaku menjadi salah satu langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Anda tidak harus menjadi sempurna untuk merasa berharga.
Menghargai diri sendiri justru dapat dimulai dengan menerima bahwa setiap orang memiliki kekurangan sekaligus kemampuan yang layak diapresiasi. Ketika Anda mulai memahami nilai diri sendiri, keputusan, hubungan, pekerjaan, dan berbagai pilihan dalam hidup pun dapat dijalani dengan lebih sehat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334781/original/015019500_1787897918-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-28T131649.453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4915586/original/060454600_1723437242-front-view-woman-dealing-with-imposter-syndrome.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4948537/original/079557100_1726804807-pexels-hiday-t-i-sg-nd-rsoy-1178625345-23092150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335170/original/039778900_1787916014-c4f6b75a-f23e-4691-81a3-7f40e3cefd36.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335110/original/003962600_1787910769-Gemini_Generated_Image_szihqoszihqoszih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335081/original/086560300_1787909686-77cf23c7-6e6f-4e7f-ae47-2da151f288c3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332812/original/094699800_1787719794-8f7714b0-95b7-4afb-8170-ab54d9c5f782.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335077/original/081066800_1787909566-8ecdda0f-160f-4575-b7dc-618c40283895.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335141/original/011553900_1787912622-d17e7177-67bb-48ec-b832-fe25a2f07b2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332060/original/095359500_1787630269-c64651bc-4305-4772-a160-444294471c1c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5361913/original/044378400_1758797615-IMG-20250925-WA0011.jpg)