Sukses

Lewat Presidensi G20, Jokowi Dorong Indonesia Jadi Hub Produksi Vaksin mRNA

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mendorong Indonesia jadi negara hub produksi vaksin mRNA. Usulan itu bakal digenjot saat Indonesia memegang Presidensi G20 pada 2022 mendatang.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat konferensi pers Sherpa Meeting I Presidensi G20 secara virtual, Senin (7/12/2021).

"Bapak Presiden (Jokowi) melihat topik yaitu arsitektur kesehatan global, terutama untuk mendorong Asean termasuk Indonesia agar menjadi hub produksi vaksin berbasis mRNA," kata Airlangga.

Melalui usulan itu, Jokowi disebutnya ingin agar setiap negara dengan populasi lebih dari 100 juta jiwa memiliki pusat produksi vaksin sendiri.

"Jadi usulan kita adalah di setiap negara berpopulasi 100 juta, minimal ada satu center untuk produksi vaksin. Dan tentu ada kaitannya dengan hak intelektual terhadap vaksin tersebut yang perlu dikerjasamakan secara global," tutur Airlangga.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Investasi ke Biofarma

Pernyataan senada sempat dilontarkan Menteri BUMN Erick Thohir saat berbincang dengan mantan bos Microsoft, Bill Gates di sela-sela COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Dari perbincangan itu, Bill Gates berencana menanamkan investasi di Biofarma yang dikhususkan untuk pengembangan dan produksi vaksin mRNA. Jika itu terealisasi, maka secara langsung akan mendorong produk bioteknologi Tanah Air semakin berkembang dan kemandirian kesehatan Indonesia segera terwujud.

"Pertemuan khusus dengan Bill Gates untuk membahas minatnya berinvestasi di Biofarma dalam alih teknologi dalam pengembangan vaksin mRNA. Biofarma terbuka akan hal itu. Ini merupakan pengakuan atas kapasitas Biofarma yang berperan besar dalam proses produksi dan distribusi vaksin Covid-19 sehingga program vaksinasi nasional berjalan lancar dan mendapat apresiasi dunia internasional," papar Erick Thohir.