Sukses

Di Surat Terakhir Sebagai CEO Amazon, Jeff Bezos Bantah Isu Buruk Karyawannya

Liputan6.com, Jakarta Menjelang pengunduran dirinya dari posisi CEO Amazon, Jeff Bezos merilis surat terakhirnya kepada para pemegang saham perusahaan. Dalam surat itu, ia menyinggung tentang ambisi perusahaan dalam hubungannya dengan karyawan, isu yang beberapa bulan terakhir hangat dibicarakan di AS.
 
Dikutip dari CNBC, Jumat (16/4/2021) Bezos menulis dalam suratnya yang dirilis Kamis lalu, ia menginginkan perusahaan tetap berfokus pada peningkatan layanan terhadap konsumen. Namun secara bersamaan terus meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya.
 
"Kami selalu ingin menjadi perusahaan yang paling berorientasi pada konsumen, kami tidak akan mengubahnya, itu yang membuat kita ada di sini. Tapi kita akan menambah komitmennya, kita akan menjadi Perusahaan terbaik di dunia dan tempat teraman di dunia untuk bekerja," tulisnya.
 
"Terlepas dari apa yang telah kami capai, jelas bagi saya bahwa kami membutuhkan visi yang lebih baik untuk kesuksesan karyawan kami," tambah dia. 
 
Bezos juga membantah berbagai klaim adanya perlakuan buruk perusahaan terhadap pekerja di gudang Amazon.
 
Salah satunya kabar adanya kurir yang buang air kecil di botol karena waktu kerja yang sibuk. Isu yang jadi sorotan publik dalam beberpa bulan terakhir.
 
Selain itu, dia turut menyebut mayoritas cedera yang dialami pekerjanya yang berada di gudang ialah keseleo dan ketegangan otot. Pasalnya mereka melakukan hal yang sama secara berulang. Dan Bezos menyebut hal ini lumrah terjadi di kalangan pekerja baru.
 
Menulis surat yang ditujukan kepada para pemegang saham merupakan rutinitas tahunan yang sudah dijalani Bezos sebagai CEO sejak tahun 1997.
 
Namun, kali ini tampaknya akan jadi yang terakhir setelah beberapa bulan lalu Bezos mengumumkan akan mundur dari jabatnya itu.
 
Jeff Bezos akan digantikan oleh Andy Jessy, orang kepercayaan Bezos yang bertanggung jawab atas bisnis Amazon di bidang komputasi awan, Amazon Web Service (AWS). Bezos rencananya akan mundur pada kuartal ketiga tahun ini, setelah lebih dari dua dekade membawa Amazon sesukses sekarang.
 
2 dari 3 halaman

Gugatan Serikat Pekerja

Pernyataannya dalam surat terakhirnya itu, masih berkaitan dengan kemenangan Amazon dalam usulan pembentukan serikat pekerja mereka di gudang Bessemer, Alabama.
 
Sejumlah pekerja di wilayah ini mengajukan pembentukan serikat pekerja, namun hasil voting menentang usulan tersebut.
 
Amazon diketahui menentang keras rencana pembentukan serikat pekerja ini, yang dikhawatirkan dapat memobilisasi aksi serupa di gudang Amazon di wilayah lainnya. Yang kemudian memaksa perusahaan untuk mengubah sistem kerjanya.
 
Dalam sebuah pernyataan, Stuart Appelbaum, presiden Serikat Ritel, Grosir dan Toserba, yang memimpin kampanye pembentukan serikat pekerja Amazon di Alabama, mengatakan pemilihan serikat tersebut memicu perbincangan tentang bagaimana Amazon memperlakukan karyawannya.
 
"Pengakuan Bezos hari ini menunjukkan bahwa apa yang kami katakan tentang kondisi tempat kerja adalah benar," kata Appelbaum.
 
"Tapi pengakuannya tidak akan mengubah apa pun, pekerja membutuhkan serikat pekerja - tidak hanya upaya hubungan masyarakat Amazon lainnya dalam pengendalian kerusakan." tambahnya.
 
Sepanjang rencana pembentukan serikat pekerja tersebut, beberapa kabar mencuat yang menyebut perusahaan menerapkan jam kerja yang tidak masuk akal. Saking sibuknya, beberapa karyawan kabarnya hanya bisa buang air kecil lewat botol.
 
Ini belum termasuk beberapa masalah yang melibatkan Amazon dengan pekerjanya tentang diskriminasi ras. Beberapa bulan sebelumnya, perusahaan juga berulang kali dilaporkan atas adanya perlakuan tidak adil terhadap pekerja kulit hitam di kantor AWS.
 
 
Reporter: Abdul Azis Said
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini