Sukses

KPR BRI Virtual Expo 2021, Solusi Beli Rumah di Tengah Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - BRI mengadakan pameran properti terbesar di Indonesia dengan tema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI Virtual Expo 2021. Perhelatan ini diselenggarakan untuk memberikan solusi kebutuhan KPR yang aman, nyaman, dan terpercaya di masa pandemi Covid-19.

Vice President Director BRI Catur Budi Harto mengatakan, di masa pandemi Covid-19 membuat perubahan yang besar di semua sektor termasuk pola bisnis dan perilaku konsumen. Menjawab tantangan tersebut BRI persembahkan KPR BRI Virtual Expo 2021.

“Event virtual ini akan berlangsung selama 2 bulan penuh yang dimulai 26 Januari sampai 26 Maret 2021. Tidak hanya menampilkan pameran properti tapi juga sesi edukasi secara daring atau webinar, hiburan, serta penawaran menarik dengan promo-promo yang luar biasa,” ujar Catur dalam sambutan pembukaan KPR BRI Virtual Expo 2021.

Lebih lanjut Catur menjelaskan, event ini berkolaborasi dengan lebih 140 mitra developer, 233 proyek perumahan dan lebih dari 13 ribu properti, baik rumah tapak maupun apartemen yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Event ini merupakan event properti virtual terbesar, dengan cakupan terluas, dengan durasi event terlama sebagai apresiasi bagi nasabah-nasabah setia BRI. BRI juga melakukan inovasi dengan peluncuran BRISpot, dan pembukaan rekening digital,” ujarnya.

Dengan aplikasi BRISpot ini nasabah bisa mengajukan KPR secara online kapanpun dimanapun tanpa harus menandatangani unit kerja BRI, serta bisa melakukan tracking untuk memantau progress pengajuan KPR tersebut secara realtime.

“Seperti diketahui industri properti bisa menggerakkan perekonomian Indonesia,” kata Catur.

Demikian sebagai langkah dan komitmen BRI dalam mendukung program pembiayaan pengadaan sejuta rumah bagi masyarakat dan mengatasi kebutuhan rumah yang masih besar. Maka BRI melalui event ini dan didukung 467 kantor cabang yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI siap melayani pengajuan KPR bagi seluruh masyarakat.

2 dari 3 halaman

OJK: Bunga KPR Sudah Turun

Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) bukan menjadi masalah utama bagi masyarakat yang ingin membeli rumah. Masalah utama dari masyarakat saat membeli rumah lebih kepada daya beli atau pendapatan yang rendah.

"Bahwa suku bunga ini penting iya, tapi sebenarnya bukan menjadi kendala utama masyarakat," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dalam diskusi Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan, Senin (28/12/2020).

Besaran bunga KPR sendiri selalu diturunkan perbankan dari tahun ke tahun. Pada 2014 lalu misalnya. Suku bunga kredit pada waktu itu rata-rata di perbankan mencapai 12,92 persen. Sementara itu, pada Oktober 2020 menjadi hanya sebesar 9,81 persen.

Bahkan, Wimboh melanjutkan, jika disandingkan dengan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia, suku bunga kredit perbankan masih sangat rendah. Sebab, saat BI rate naik pada 2018, bunga kredit tidak ikut naik.

Pada 2018, BI rate tercatat naik menjadi 6 persen dari 2017 sebesar 4,25 persen. Sementara itu bunga kredit bank pada 2018 sebesar 10,83 persen sedangkan pada 2017 sebesar 11,3 persen.

"Kita minta meski BI rate naik saat itu pernah menjadi 6 persen, bunga kredit kita tahan tidak boleh naik dan akhirnya BI rate berangsur-angsur turun jadi 3,75 sehingga ini kita yakin bunga kredit turun," tutur Wimboh.

OJK terus mendorong supaya bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan. Apalagi, saat ini likuiditas mereka juga lebih dari cukup.

"Karena pemerintah dan BI melakukan kebijakan yang akomodatif tentang likuiditas sehingga kalau likuiditas melimpah ini suku bunga turun dan cost juga akan turun," tegas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: