IHSG Berpeluang Melesat, Cermati Rekomendasi Saham Analis 7 Oktober 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat seiring ada sentimen FTSE Russell. Berikut strategi rekomendasi saham pada Rabu, (7/10/2026).

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Rabu, (7/10/2026) tetapi rawan koreksi. IHSG hari ini akan menguji area gap di 6.227-6.231. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG menguat 1,21% ke posisi 6.192, dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) pada label hitam dengan area penguatan akan menguji di 6.227-6.231.

“Cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850-5.911. Namun demikian, pada label merah IHSG akan menguji area 6.342-6.430 sekaligus cluster moving average (MA) 20 harian dan MA60,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.091, 5.973 dan level resistance di 6.297,6.376.

Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi naik untuk tes resistance di 6200-6250 seiring FTSE pertahankan secondary emerging status Indonesia. “Hati-hati jika gagal break 6.250, IHSG potensi koreksi kembali,” kata Fanny.

Fanny menuturkan, IHSG akan berada di level support di 6.070-6.150 dan level resistance 6.200-6.250.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Trading Buy

Saham AMMN menguat 6,89% ke 4.500 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus moving average (MA)60 harian.

“Kami memperkirakan, posisi AMMN saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” ujar Herditya.

Trading Buy: 4.380-4.470

Target Price: 4.670, 4.810

Stoploss: below 4.280

 

2.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness

Saham BBRI terkoreksi 0,32% ke 3.110 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatan BBRI pun belum mampu break MA60. “Kami memperkirakan, posisi BBRI saat ini berada di awal wave (b) dari wave [b],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 3.080-3.100

Target Price: 3.200, 3.250

Stoploss: below 3,050

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Buy on Weakness

Saham INDF terkoreksi ke 6.850 dan muncul adanya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi INDF saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave (b),” kata Herditya.

Buy on Weakness: 6.775-6.825

Target Price: 7.000, 7.100

Stoploss: below 6.675

 

4.PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Trading Buy

Saham INET menguat 3,01% ke 274 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. “Kami perkirakan, posisi INET sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c],” tutur dia.

Trading Buy: 264-272

Target Price: 286, 296

Stoploss: below 258

 

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.