Gempa M5,0 Guncang Lombok Barat, BMKG Ungkap Sumbernya

BMKG menyebut gempa M5,0 di Lombok Barat dipicu deformasi batuan dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 07:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gempa M 5,0 guncang Lombok Barat dini hari akibat deformasi lempeng Indo-Australia.
  • Guncangan terkuat di Mataram (IV-V MMI), BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami.
  • Masyarakat diimbau tetap tenang, hindari bangunan rusak, dan waspada informasi hoaks.

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/10/2026) dini hari. Guncangan tersebut disebabkan deformasi batuan dalam lempeng pada zona subduksi Lempeng Indo-Australia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut guncangan paling kuat dirasakan di Kota Mataram dengan intensitas IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI).

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan gempa bumi menengah dengan parameter pemutakhiran magnitudo 5,0 dan kedalaman 82 kilometer itu terjadi pada pukul 04.15 WITA.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun," kata Sumawan, dilansir Antara, Rabu (7/10/2026).

Menurut Sumawan, pusat gempa berada pada koordinat 8,81 derajat lintang selatan dan 116,16 derajat bujur timur. Lokasinya berada di darat, sekitar 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Lombok Barat.

 

Guncangan Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan paling kuat di Kota Mataram dengan intensitas IV hingga V MMI. Skala tersebut menunjukkan getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk dan membuat banyak orang terbangun.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI di Lombok Tengah.

Guncangan dengan intensitas III MMI dirasakan di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa. Adapun di Kuta dan Denpasar, Bali, gempa dirasakan dengan intensitas II hingga III MMI.

BMKG memastikan gempa yang berpusat di darat tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga pukul 04.45 WITA, BMKG mencatat satu aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan magnitudo 1,3.

Sumawan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

"Kami terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Gempa adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba‐tiba.
    Gempa
  • liputan6
    BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang berstatus Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPN).
    BMKG
  • Lombok Barat