Sukses

Kemenhub Bakal Bangun 5 Bandara di Atas Air

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan terus melakukan pembangunan dan pengembangan infrastruktur terutama di daerah yang sangat sulit diakses oleh moda darat dan laut, dengan membangun 21 bandara baru.

“Adapun program prioritas kolektivitas udara jembatan udara di Papua ada 37 rute dan kita membangun 21 bandara baru, membangun 10 bandar udara hub primer, melakukan perbaikan 175 bandara, dan juga mengupayakan 5 lokasi bandara perairan untuk pariwisata perairan,” kata Budi dalam webinar Transportasi Untuk Merajut Keberagaman, Jumat (14/8/2020).

Adapun diantara 21 bandara baru tersebut ia menyebut Bandara Tambelan di Bintan Riau, Muhammad Siddik di Barito Utara, Bandara Siau di provinsi Sulawesi Utara, Bandara Baru di Toraja dan berapa bandara baru di Papua, dan Papua Barat.

Menurutnya, dibangunnya bandara-bandara baru di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal dari perbatasan diharapkan akan memudahkan masyarakat yang ada di daerah untuk mempermudah meraih cita-cita anak bangsa.

Hal itu selaras dengan program Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan Indonesia dari pinggiran. Maka infrastruktur transportasi yang cepat seperti transportasi udara diyakini membuat keterhubungan masyarakat yang tinggi.

“Tersedianya sarana transportasi memberikan kesempatan yang berdampak positif terhadap masyarakat untuk menambah wawasan, dan mengenal suku dan budaya lain. Transportasi udara diibaratkan sebagai jembatan yang menghubungkan, menyatukan dan mengikat keberagaman,” ujarnya.

Budi menambahkan, kehadiran transportasi udara diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjadi penghubung masyarakat pada daerah terisolasi ke daerah lain. Sehingga dapat meningkatkan pembangunan dan perekonomian pada daerah tersebut.

“Kementerian Perhubungan akan terus membuka aktivitas transportasi udara untuk memperlancar aktivitas dan merajut keberagaman di Indonesia, dengan komitmen membuat akses semakin terjangkau, sehingga  kegiatan perekonomian di tempat terpinggir,  terpencil,  terluar dapat berkembang, dan kesenjangan antara wilayah dapat dikikis,” pungkasnya.     

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 2 halaman

Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional: Apa Perlu Sebanyak Ini?

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempertanyakan banyaknya bandara Internasional di Indonesia yang berstatus sebagai bandara internasional. Dia mengungkapkan, saat ini ada 30 bandara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Saya melihat bahwa Airline hub yang kita miliki terlalu banyak terlalu banyak dan tidak merata jadi ini agar kita lihat lagi saat ini terdapat 30 Bandara Internasional. Apakah diperlukan sebanyak ini," kata Jokowi saat Ratas Penggabungan BUMN di sektor aviasi dan pariwisata di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8).

Menurutnya, 90 persen lalu lintas penerbangan hanya terpusat di empat bandara internasional saja. Negara-negara lain juga tidak memiliki bandara internasional sebanyak Indonesia.

"Artinya kuncinya ada di 4 bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur dan Kualanamu di Sumatera Utara," ucapnya.

Kepala negara meminta pemerintah harus berani menentukan bandara yang berpotensi menjadi internasional hub dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan karakteristik wilayahnya.

"Ada 8 bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub kembali lagi Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Kualanamu, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Samratulangi dan Juanda di Surabaya," kata Jokowi.