Sukses

Aset Lippo Karawaci Capai Rp 56,8 Triliun

Liputan6.com, Jakarta Aset PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tercatat mencapai Rp 56,8 triliun. Merujuk data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir 2019, ini menjadika LPKR sebagai pengembang properti dengan kepemilikan aset terbesar.

CEO Lippo Karawaci, John Riady menjelaskan, perusahaan akan terus mengoptimalisasi portofolio properti demi meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham. Juga, agar kepemilikan aset perseroan semakin bertambah.

"Kami terus bekerja mengelola aset-aset kami secara proaktif untuk meningkatkan valuasi, mengidentifikasi peluang investasi, serta meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham," ucap John dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Ditegaskan John, perseroan akan melakukan percepatan proses konstruksi berbagai properti baru yang sedang dibangun. Diketahui, LPKR saat ini mengerjakan sejumlah proyek properti di daerah. Proyek tersebut diminati oleh pasar dan ditargetkan selesai tepat waktu untuk kemudian diserahkan ke konsumen.

Tahun ini, LPKR mengincar pendapatan pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp2 triliun - Rp2,5 triliun pada 2020, naik 33-67 persen dari target tahun 2019 sebesar Rp1,5 triliun.

Untuk merealisasikan target tersebut, perseroan fokus pada peningkatan likuiditas serta laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang lebih baik.

 

2 dari 2 halaman

Pasar Properti

Perseroan optimistis terhadap permintaan di pasar properti akan terdorong oleh faktor pemulihan ekonomi dan kebijakan pemerintah tahun depan.

Dari sisi pemerintah, yang mendorong demand properti di antaranya program rumah bersubsidi. Program ini sudah masuk APBN.

Sesuai rencana, Lippo Karawaci akan meluncurkan sejumlah produk residensial di Karawaci, Kemang Village, dan St Moritz Puri guna mengejar target marketing sales tahun depan.

Di sisi lain, perseroan juga melanjutkan proyek-proyek yang tengah berjalan, seperti Holland Village, Millennium Village, Kemang Office, Embarcadero, Lippo Office Thamrin, dan Holland Village Manado.

Lippo Karawaci memiliki cadangan lahan (landbank) yang terdiversifikasi dengan izin pengembangan lebih dari 8.000 ha. Lahan seluas 1.461 ha yang tersebar di Indonesia menyediakan keperluan pengembangan di kemudian hari untuk jangka waktu lebih dari 15 tahun.

Head od Research Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan, bisnis properti saat ini masih positif. Kinerja positif LPKR sejalan dengan tren bisnis di sektor properti yang tumbuh positif. Apalagi dari sisi bunga juga saat ini masih kompetitif.

Kemudian ekonomi secara makro juga masih cukup baik. Dengan kepemilikan aset yang besar, juga struktur permodalan kuat, LPKR diprediksi akan semakin mudah melakukan ekspansi bisnis.

Raihan positif LPKR juga lihai dalam membaca arah bisnis sekaligus mendapat dukungan dari berbagai partner strategis. Juga dukungan konsumen properti yang tetap percaya dengan berbagai inovasi perseroan. Kinerja positif ini mengindikasikan berbagai strategi bisnis yang dijalankan perusahaan, berhasil dieksekusi dengan baik.

Sumber: Merdeka.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Lippo Selesaikan Pembangunan Tahap I Mal Baru di Cikarang
Artikel Selanjutnya
Australia Jadi Tujuan Investasi bagi Investor Properti Asia, Termasuk Indonesia