Sukses

Harga Emas Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-China

Liputan6.com, New York - Harga emas naik di tengah ketidakpastian perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China menjelang tenggat waktu penetapan tarif pada 15 Desember 2019. Sementara investor terus memantau pertemuan kebijakan Federal Reserve AS yang menjadi isyarat prospek moneter AS di 2020.

Melansir laman Reuters, Rabu (11/12/2019), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.467 per ons. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD 1.471,50.

"Harga emas naik lebih tinggi karena pelemahan dolar dan kehati-hatian jelang tenggat waktu penetapan kenaikan tarif," kata analis FXTM Lukman Otunuga.    

Jika Washington melanjutkan penetapan tarif maka resiko yang terjadi adanya keengganan di pasar keuangan sampai akhir tahun. Kondisi ini berimbas pada kenaikan harga emas.

Sekretaris Kementerian Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak ingin menerapkan babak selanjutnya dari kenaikan tarif terhadap barang-barang China pada 15 Desember. Namun Trump ingin melihat langkah dari China untuk menghindarinya.    

Perang dagang yang berkepanjangan antara dua ekonomi besar di dunia, telah mengipasi kekhawatiran akan resesi, menempatkan safe-haven emas di jalur tahun terbaiknya sejak 2010. Dolar yang melemah terhadap mata uang utama juga memberikan dukungan kepada bullion.    

"Emas telah mempertahankan level USD 1.450 per ons meskipun kesepakatan perdagangan AS-China muncul semakin besar dan kuat secara tak terduga serta data pekerjaan, "kata analis UBS dalam sebuah catatan.    

Di sisi lain, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dari hasil pertemuan dua harinya yang berakhir pada hari Rabu. Investor menunggu perkiraan pembuat kebijakan yang berimbas ke pertumbuhan ekonomi AS.

2 dari 2 halaman

Harga Logam Lainnya

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya bagi pemegang bullion yang tidak memberi imbal hasil dan membebani dolar.   

Pasar juga fokus pada pemilihan di Inggris usai ekonomi negara itu tumbuh pada laju tahunan paling lambat di hampir tujuh tahun pada Oktober. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di pertemuannya pada minggu ini.    

Sementara itu, harga paladium naik 0,4 persen menjadi USD 1.888,68 perons, setelah melonjak ke rekor tinggi USD 1.898,50 pada sesi sebelumnya.    

Kekhawatiran bahwa pasokan logam yang mungkin tidak memenuhi lonjakan permintaan telah mengangkat harga hampir 50 persen tahun ini.    

Adapun harga perak naik 0,4 persen menjadi USD 16,66 dan platinum naik 1,6 persen menjadi USD 908,64.

Loading
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 4.000 per Gram
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Tergelincir Data Ekonomi AS yang Positif