Sukses

Warganet Puji Ketegasan Erick Thohir Bersih-Bersih BUMN

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menjadi perbincangan publik beberapa waktu ini. Gebrakannya dalam merombak pejabat eselon I kementerian hingga memecat Direktur Utama Garuda Indonesia yang tersangkut kasus penyelundupan Harley Davidson menuai reaksi dari masyarakat.

Termasuk dari mereka yang aktif di media sosial. Awalnya, Erick Thohir mengunggah video konferensi persnya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Bagi saya, loyalitas kepada negara untuk semua yang bekerja di BUMN, tidak bisa ditawar. Saya berharap banyak kepada jajaran direksi BUMN dimanapun untuk dapat memberi teladan yang baik kepada timnya masing-masing untuk melaksanakan Good Corporate Governance," tulis Erick, sebagaimana dikutip Liputan6.com, Senin (9/11/2019).

Sontak, setelah mantan Presiden Inter Milan tersebut memposting tiga slide videonya, kolom komentar Instagram Erick kebanjiran pujian dari warganet.

Beberapa komentar warganet antara lain dari bobbymyusuf: "bismillah pak, pangkas terus pak, selalu amanah dan sehat selalu aamiin"

ghee_15: "Gas pol paak babat hbis aja yg nakal" msih byk yg baik tuk di rekrut lanjutkan paak"

patrickeffendy: "Senang sekali patriot di negeri ini mulai bermunculan!! Thankyou @erickthohir"

davidrinaldig: "Selamat berjuang membangun negeri Pak Erick"

reni_reste: "Salute pak erick...maju terus,Allah sll melindungi n memberkahi Bapak, Aamiin."

Sementara, Erick Thohir berharap langkah tegasnya ini bisa membuat BUMN menjadi maju.

"Insya Allah dengan Good Corporate Governance, BUMN bisa maju," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Garuda Indonesia Buntut Penyelundupan Harley

Penyelundupan sepeda motor harley davidson dan sepede brompton dalam pesawat airbus A330-900 Neo berbuntut pemecatan Direktur Utama maskapai tersebut yaitu Ari Ashkara.

Selain itu, Menteri BUMN Erick Tohir pun memutuskan untuk mencopot seluruh direksi maskapai pelat merah tersebut baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

Hal itu disampaikan oleh Komisaris Utama (Komut) Sahala Lumban Gaol usai melakukan rapat di Kementerian BUMN pada pagi hari ini.

"Pada hari ini tanggal 7 Desember telah dilaksanakan pertemuan dengan Menteri BUMN dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia. Dan menyepakati hal sebagai berikut, pertama akan memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan Harley dan Brompton dalam penerbangan seri flight GA 9721 tipe Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada tanggal 17 November 2019 di Soekarno Hatta, Cengkareng sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Sahala, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Namun saat ini, pemberhentian tersebut hanya bersifat sementara hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan 45 hari terhitung dari Senin, 9 Desember 2019 mendatang.

"Jadi di dalam perusahaan Tbk itu, ada dua cara pemberhentian direksi. Satu yaitu pemberhentian sementara, itu dilakukan oleh dewan komisaris, dan pemberhentian permanen akan dilakukan di dalam RUPSLB. Jadi yang kita lakukan sekarang adalah pemberhentian sementara," ujarnya.

Selain itu, dia berpesan agar seluruh pegawai Garuda tetap melaksanakan tugas seperti biasanya dan tidak terpengaruh oleh adanya kasus tersebut.

"Kepada seluruh karyawan Garuda Indonesia di mana pun berada, dan yang sedang melaksanakan tugas diminta untuk tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. Tidak terganggu dengan adanya restrukturisasi ini dan tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para penumpang pesawat Garuda Indonesia," tutupnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com 

3 dari 4 halaman

Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Indonesia yang Selundupkan Harley

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut, usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN, akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Luar Biasa Pemegang Saham. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Dirut Garuda Indonesia itu mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri daripada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
OJK Angkat Bicara Soal Rencana Investor Sehatkan Jiwasraya
Artikel Selanjutnya
Perluas Jaringan, Pegadaian Gandeng 34 Mitra Baru di Bali