Sukses

Karyawan Garuda Akui Kirim Karangan Bunga ke Kantor Erick Thohir Sebagai Bentuk Apresiasi

Liputan6.com, Jakarta Ikatan Keluarga Pegawai Garuda Indonesia (IKAGI) mengakui mengirimkan sejumlah karangan bunga ke kantor Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Karangan bunga tersebut berisi ucapan terima kasih atas pencopotan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero).

Salah satu karangan bunga yang dikirim bertuliskan 'Terima Kasih Pak Erick Tohir Garuda Indonesia Tidak Butuh Direktur Kaleng-Kaleng'.

Karangan bunga lainnya bertuliskan 'Terima Kasih Menkeu & MenBUMN yang Membebaskan Kami dari Kepemimpinan Yang Dzolim. Ganti Dirut yang Mensejahterakan Karyawan bukan Mensejahterakan Pejabat'.

Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin menyebut tulisan di karangan bunga sebagai ekspresi dari karyawan dan awak kabin maskapai penerbangan Garuda Indonesia."Karangan bunga itu ekspresi teman-teman atas kekesalan yang selama ini ditahan-tahan, semua keresahan dan kekecewaan itu dia tahan," kata Zaenal di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Bagi Zaenal, terbongkarnya kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an itu bak sebuah doa yang dikabulkan Tuhan bagi para karyawan dan awak kabin.

Sebab, mereka selama ini tidak bisa melawan dan membongkar cacatnya kepemimpinan Askhara. "Kapan orang dzolim ini berakhir di Garuda ini. Itulah ungkapan karyawan Garuda," ungkap Zaenal.

Kasus penyelundupan onderdil bekas bekas ini tengah ditangani Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Nantinya, Zaenal mengaku siap dilibatkan sebagai saksi bila diperlukan dalam kasus ini.

"Saya siap bersaksi terkait dengan kapasitas saya sebagai serikat pekerja," kata Zaenal mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tonton Video Ini

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Dirut Garuda Dipecat, Kementerian BUMN Banjir Karangan Bunga

Menteri BUMN Erick Thohir memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Ari Askhara pasca terungkapnya, upaya penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Sehari usai pernyataan Erick tersebut, Kementerian BUMN banjir karangan bunga. Rata-rata kata-kata yang tertulis dalam karangan bunga tersebut, merupakan bentuk apresiasi terhadap kebijakan Erick.

Petugas keamanan BUMN Harry Setiawan menuturkan jika karangan bunga tersebut sudah datang sejak pagi. Awalnya, sebanyak 7 karangan bunga terpasang di pintu masuk menuju parkir basemen.

Namun, kemudian dipindahkan ke bagian lobi karena menghalangi lalu lintas keluar masuk kendaraan. “Ngehalangi lalu lintas dan di bawah sudah tidak muat,” ujar Harry, kepada Liputan6.com, Jumat (6/12/2019).

Dari pengamatan, adapun karangan bunga tersebut antara lain, dikirimkan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Yayasan Awak Kabin Indonesia dan Keluarga Garuda Indonesia.

Tak berhenti, pada pukul 12.17 WIB lima karangan bunga kembali tiba di kementerian BUMN.

Tulisan pada karangan bunga yang dikirim ke Kementerian BUMN pun unik dan sedikit nyeleneh. Bukan berisi kemarahan marah dan komplain, justru karangan bunga tampaknya menggambarkan kegembiraan para karyawan atas dipecatnya Ari Askhara, yang menjabata sebagai Direktur Utama Garuda sejak September 2018.

Sebut saja, karangan bunga Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia yang berbunyi “Terima Kasih Pak Erick Thohir Garuda Indonesia Tidak Butuh Direktur Kaleng-kaleng.”

Lalu, karangan dari Muda Mudi Awak Kabin Garuda, yang bertuliskan “Kami Awak Kabin Garuda Indonesia Mendukung Keputusan Pak Erick Tohir Untuk Garuda Yang Berintegritas.”

Ada pula karangan bunga Keluarga Karyawan Garuda Indonesia dengan pernyataan “Kami Mendukung Menteri BUMN Atas Pemecatan Terhadap Direktur Utama Garuda Indonesia.”

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.