Sukses

IHSG Kembali Masuk ke Zona Merah

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan saham hari ini. Posisi Dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.195.

Pada pra pembukaan perdagangan, Jumat (27/9/2019), IHSG turun 16,4 poin atau 0,26 persen ke level 6.213,932. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG kembali melemah 11,58 poin atau 0,21 persen ke 6.215,82.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,76 persen ke posisi 971,76. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah. Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.129,7 dan terendah di 6.210,2.

Sebanyak 104 saham menguat tetapi tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 40 saham melemah sehingga menekan IHSG dan 134 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi perdagangan saham 7.626 kali dengan volume perdagangan 87,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 69,8 miliar. Investor asing jual saham Rp 8,25 miliar di total pasar. 

Dari 10 sektor pembentuk IHSG beberapa di zona merah. Pelemahan dipimpin sektor keuangan yang turun 0,63 persen. Diikuti sektor aneka industri yang turun 0,62 persen dan sektor konstruksi tertekan 0,34 persen.

Sementara yang menguat antara lain perkebunan sebesar 0,19 persen. Kemudian pertambangan yang melemah 0,06 persen dan konsumsi 0,05 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain NZIA melonjak 25 persen ke Rp 550 per saham, CANI naik 10 persen ke Rp 220 per saham, dan IBFN naik 10 persen ke Rp 220 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain ALTO yang turun 5,26 persen ke Rp 360 per saham, dan APEX turun 7,84 persen ke Rp 470 per saham.

2 dari 2 halaman

Prediksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak ke zona hijau di pasar saham. Sentimen global cukup kondusif menopang penguatan indeks.

Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjabarkan, secara teknikal, indeks mengindikasikan potensi positif pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, IHSG akan ditutup cerah pada kisaran support di level 6.146-6.187 dan resistance di level 6.251-6.273.

Kendati begitu, investor masih mencermati sentimen perekonomian dan politik global. "Terutama setelah China dan Amerika Serikat diperkirakan akan mempercepat persetujuan negosiasi dagang," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Hal senada juga diutarakan Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya. Dia menilai, IHSG akan ditransaksikan 6.056-6.278.

Ia bilang dalam jangka panjang indeks berada dalam pola uptrend (naik). Demikian juga dengan capital inflow yang masih tercatat secara year-to-date (ytd).

Hari ini menurut William, investor dapat mengoleksi saham BUMN seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sementara itu, Dennies mencermati saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

 

Loading
Artikel Selanjutnya
IHSG Ditutup Anjlok ke Level 6.245,04
Artikel Selanjutnya
Investor Asing Beli Saham, IHSG Dibuka Menguat