IHSG Sesi Pertama Anjlok 1,25%, Analis Ungkap Pemicunya

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 6.100 pada perdagangan saham Senin, (22/6/2026).

Diterbitkan 22 Juni 2026, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham sesi pertama, Senin (22/6/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG anjlok 1,25% ke posisi 6.099. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,27% menjadi 601,67. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak terkoreksi pada penutupan sesi 1 setelah di pembukaan menguat.

“Kami mencermati beberapa sektor membebani pergerakan IHSG seperti IDX Health, Industrial, dan Financial. Kami perkirakan investor masih mencermati akan adanya lanjutan pengumuman MSCI yang diperkirakan tanggal 24 Juni nanti serta perkembangan konflik Timur Tengah setelah terjadi adanya tanda tangan MoU damai, karena Iran kembali menutup Hormuz pascaserangan Israel ke Lebanon,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.226,71 dan level terendah 6.052,93. Sebanyak 476 saham melemah sehingga bebani IHSG. 200 saham menguat dan 135 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.105.744 kali dengan volume perdagangan saham 13,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.816.

Dari 11 sektor saham, sektor saham properti naik 0,02%. Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 2,58%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 0,28%, sektor saham basic melemah 1,99%, sektor saham industri terperosok 2,09%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,53%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 2%. Kemudian sektor saham keuangan turun 1,75%, sektor saham teknologi melemah 0,04%, sektor saham infrastruktur susut 0,83% dan sektor saham transportasi tergelincir 0,79%.

Gerak Saham

Pada sesi pertama, harga saham PIPA naik 1,65% menjadi Rp 123 per saham. Harga saham PIPA dibuka naik dua poin menjadi Rp 123 per saham. Saham PIPA berada di level tertinggi Rp 125 dan terendah Rp 117 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.390 kali dengan volume perdagangan saham 374.677 saham. Nilai transaksi Rp 4,5 miliar.

Harga saham BMRI melemah 1,86% menjadi Rp 4.230 per saham. Harga saham BMRI dibuka naik 20 poin menjadi Rp 4.320 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.340 dan level terendah Rp 4.220 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.398 kali dengan volume perdagangan saham 583.744 saham. Nilai transaksi Rp 249,2 miliar.

Harga saham BUMI merosot 2,98% menjadi Rp 163 per saham. Saham BUMI dibuka naik satu poin menjadi Rp 169 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 170 dan terendah Rp 160 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 32.167 kali dengan volume perdagangan saham 13.376.594 saham. Nilai transaksi Rp 218,7 miliar.

Harga saham AADI ditutup naik 1,27% menjadi Rp 7.975 per saham. Harga saham AADI dibuka naik 125 poin menjadi Rp 8.000 per saham. Saham AADI berada di level tertinggi Rp 8.025 dan terendah Rp 7.900 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.446 kali dengan volume perdagangan saham 102.267 saham. Nilai transaksi Rp 81,6 miliar.