Hoaks Pertamax Terkini, Isu Seputar Harga Jadi Sasaran

Hoaks Pertamax beredar luas, simak ragamnya agar tidak terpengaruh informasi bohong.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai hoaks kerap menyertai peredaran Pertamax di tengah masyarakat. Informasi bohong ini mencakup beragam aspek, di antaranya isu-isu seputar harga dan kebijakan penyalurannya. Penting bagi konsumen untuk memverifikasi informasi yang beredar agar terhindar dari kesalahpahaman.

Sebagai salah satu produk BBM non-subsidi yang banyak digunakan, Pertamax seringkali menjadi sasaran empuk penyebaran kabar bohong. Hal ini memicu kebingungan di kalangan pengendara mengenai efek sebenarnya dari penggunaan bahan bakar dengan oktan 92 ini.

 Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap hoaks terkait Pertamax, simak daftarnya.

Bahlil Keluarkan Pernyataan Pertamax Jadi Rp 10.500

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 17 Juni 2026.

Klaim Bahlil keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun, berupa tulisan sebagai berikut.

"Bahlil tegas sebutkan bahwa Pertamax menjadi Rp.10.500 perliter mulai besok karena harga minyak dunia mulai turun"

Foto Bahlil yang di dalamnya terdapat tulisan berikut.

"Bahlil Menegaskan Pertamax Menjadi Rp 10.500 per Liter Mulai Besok Karena Harga Minyak Dunia Mulai Turun"

Benarkah klaim Bahlil keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......

 

Artikel Jubir ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar Saat Pertamax Naik Harga

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya Threads. Akun itu mempostingnya pada 14 Juni 2026.

Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel berjudul:

"Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?"

Akun itu menambahkan narasi:

"Uang pajakmu yang semakin mencekik itu, selain dikorupsi juga buat menggaji orang-orang kualitas rendahan seperti ini".

Lalu benarkah postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga? Simak dalam artikel berikut ini...

Video Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Oplos Pertalite Jadi Pertamax

Sebuah video yang diklaim Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sedang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Instagram pada 26 Februari 2025.

Dalam video tersebut, terlihat Riva yang mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung sedang memegang gelas berisi cairan berwarna hijau. Ia kemudian menuangkan cairan tersebut ke gelas lainnya yang berisi cairan berwarna biru. Video itu kemudian disebut-sebut sebagai cara Riva Siahaan mengoplos Pertalite menjadi Pertamax.

"Oplos Pertalite Jadi Pertamax! Modus Korupsi Dirut Pertamina Patra Niaga," demikian narasi dalam video tersebut.

Konten yang disebarkan akun Instagram tersebut telah 82.483 kali disukai dan mendapat beragam komentar dari warganet.

Sebelumnya, penyidik Kejagung resmi menetapkan tujuh tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. Salah satunya yaitu Riva Siahaan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga.

Benarkah dalam video tersebut Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sedang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax? Simak dalam artikel berikut ini...

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.