Liputan6.com, Jakarta Kucing adalah hewan mamalia vivipar yang berkembang biak melalui proses perkawinan antara kucing jantan dan betina, kemudian menghasilkan keturunan dengan cara melahirkan. Memahami bagaimana cara kucing berkembang biak sangat penting bagi setiap pemilik agar mampu memberikan perawatan yang tepat selama seluruh siklus reproduksi berlangsung.
Secara garis besar, bagaimana cara kucing berkembang biak dimulai dari fase birahi atau estrus, dilanjutkan proses perkawinan, pembuahan internal, masa kehamilan sekitar 63 hingga 67 hari, lalu diakhiri dengan persalinan. Kucing tergolong induced ovulators, yang berarti aktivitas kawin memicu pelepasan sel telur dari ovarium.
Dilansir dari VCA Animal Hospitals, kucing bersifat seasonally polyestrous, artinya memiliki beberapa siklus reproduksi dalam satu musim kawin. Musim kawin ini bervariasi tergantung pada faktor geografi dan lingkungan seperti suhu serta lama paparan cahaya matahari harian. Keunikan biologis inilah yang menjadikan proses perkembangbiakan generatif pada kucing begitu menarik untuk dipelajari.
Advertisement
1. Mengenali Siklus Birahi (Estrus) dan Kematangan Seksual Kucing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6509243/original/055186300_1779368383-Kucing_Sari_Kuning.jpeg)
Langkah pertama untuk memahami bagaimana cara kucing berkembang biak adalah mengenali siklus birahi atau estrus pada kucing betina. Fase ini menjadi penentu utama kapan kucing siap untuk kawin dan mampu menghasilkan keturunan baru.
-
Mengenali usia kematangan seksual: Kucing betina mengalami siklus reproduksi pertama saat mencapai pubertas, yang rata-rata terjadi pada usia sekitar enam bulan, meski waktunya bisa sedikit bervariasi tergantung pada musim dan panjang hari. Sementara itu, kucing jantan atau tomcat umumnya mencapai kematangan seksual antara usia tujuh hingga sembilan bulan. Beberapa jenis kucing peliharaan bahkan bisa mengalami birahi pertama sejak usia empat bulan.
-
Memahami tahapan siklus estrus: Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan di PMC, siklus estrus kucing meliputi beberapa fase, yaitu proestrus, estrus, interestrus, dan diestrus jika ovulasi terjadi. Proestrus adalah fase persiapan hormonal yang berlangsung singkat dan kerap sulit dideteksi. Estrus merupakan fase reseptif, saat kucing betina mau menerima kucing jantan untuk kawin.
-
Mengidentifikasi tanda-tanda birahi: Perilaku estrus pada kucing antara lain vokalisasi monoton, peningkatan sikap manja, serta lordosis yaitu mengangkat bagian belakang tubuh dengan ekor menyimpang ke samping. Kucing betina juga cenderung menggosokkan tubuhnya ke lantai atau benda-benda di sekitarnya. Mengenali perubahan perilaku kucing ini membantu pemilik menentukan waktu yang tepat untuk proses perkawinan.
-
Mengetahui durasi dan frekuensi siklus: Sebagaimana dikutip dari whiskerDocs, fase estrus pada kucing umumnya berlangsung empat hingga tujuh hari, meski bisa lebih lama pada beberapa individu. Jika kucing betina tidak kawin dan tidak mengalami kehamilan selama musim kawin, ia bisa memasuki siklus birahi setiap dua hingga tiga minggu dan mengalami hingga 20 siklus birahi dalam satu tahun.
Mengacu pada riset yang dipublikasikan dvm360, kucing secara alami mengalami fase anestrus atau istirahat reproduksi dari pertengahan Oktober hingga Desember akibat berkurangnya durasi cahaya harian, namun kucing yang dipelihara di dalam ruangan dengan pencahayaan buatan selama 12 jam terus-menerus bisa mengalami siklus sepanjang tahun.
Advertisement
2. Proses Perkawinan dan Mekanisme Ovulasi Terinduksi pada Kucing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3935835/original/014042800_1644993277-pexels-anel-rossouw-2558605.jpg)
Setelah kucing betina memasuki fase estrus, tahap selanjutnya dalam cara kucing berkembang biak adalah proses perkawinan. Mekanisme kawin pada kucing memiliki keunikan biologis yang membedakannya dari kebanyakan hewan mamalia lainnya.
-
Fase pendekatan dan pacaran: Kucing jantan dikenal akan berkeliaran secara ekstensif selama musim kawin, dipandu oleh indra penciuman yang tajam serta jejak aroma yang ditinggalkan kucing betina yang sedang birahi, bahkan menempuh jarak jauh untuk mencari pasangan. Kucing betina memberikan sinyal kesiapan melalui vokalisasi khas dan postur lordosis. Jika kucing betina belum benar-benar siap, ia tidak akan mengizinkan kucing jantan untuk menggigit tengkuknya.
-
Proses kawin berlangsung: Seperti yang dilaporkan PetPlace, begitu kedua kucing bertemu, proses kawin tidak berlangsung lama, hanya sekitar setengah menit hingga empat menit, di mana kucing jantan menggigit tengkuk betina lalu menaikinya. Setelah kopulasi, kucing betina biasanya mengeluarkan suara keras dan menunjukkan reaksi berguling-guling serta membersihkan dirinya. Perilaku ini merupakan respons alami yang dikenal sebagai after-reaction.
-
Mekanisme ovulasi terinduksi: Sebagaimana disampaikan dvm360, kucing adalah induced ovulators di mana stimulus eksternal berupa kopulasi merangsang pelepasan gonadotropin releasing hormone (GnRH) dari hipotalamus, yang kemudian memicu pelepasan luteinizing hormone (LH) dari kelenjar pituitari dalam 2-4 jam, dan akhirnya menyebabkan ovulasi dalam 1-3 hari. Mekanisme ini berbeda dari kebanyakan mamalia yang mengalami ovulasi spontan.
-
Frekuensi perkawinan optimal: Kucing jantan yang melakukan pacaran, menaiki, dan kawin beberapa kali memastikan terjadinya ovulasi, dengan efek maksimum tercapai pada 8 hingga 12 kopulasi dalam periode singkat, sementara kesuburan secara signifikan lebih rendah jika hanya empat kali kopulasi. Merujuk Merck Veterinary Manual, karena kucing bersifat induced ovulators, direkomendasikan perkawinan berulang selama 2 hingga 3 hari.
Baca juga: Berbagai Cara Perkembangbiakan Hewan
Dr. Emmanuel Fontaine, seorang dokter hewan spesialis reproduksi, dikutip dari situs pribadinya menyatakan, "Kucing pejantan sangat sensitif terhadap stres, dan peningkatan kadar kortisol dapat menekan produksi testosteron serta mengurangi libido dan kualitas sperma."
3. Tahapan Kehamilan dan Proses Persalinan Kucing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010317/original/080775300_1651158443-balogun-warees-ClR_bq_bs5s-unsplash.jpg)
Setelah pembuahan berhasil terjadi, jawaban atas pertanyaan bagaimana cara kucing berkembang biak berlanjut ke fase kehamilan dan persalinan. Memahami setiap tahapan ini membantu pemilik mempersiapkan perawatan terbaik bagi induk dan calon anak kucing yang akan dilahirkan.
-
Trimester pertama (minggu 1-3): Setelah kucing kawin, dibutuhkan sekitar 1 hingga 10 hari bagi sperma untuk menemukan sel telur dan pembuahan terjadi. Sel telur yang telah dibuahi akan membelah dan berkembang menjadi blastula atau embrio tahap awal, yang kemudian tertanam di dinding rahim untuk terus berkembang sepanjang kehamilan. Pada fase ini, perubahan fisik pada kucing betina belum terlihat secara kasat mata. Namun, tanda-tanda kehamilan awal bisa mulai diperhatikan dari perubahan warna puting menjelang akhir minggu ketiga.
-
Trimester kedua (minggu 4-6): Ini adalah periode ketika kehamilan menjadi lebih nyata, dan perut kucing akan terlihat membesar sekitar 30 hari setelah kawin. Pada minggu keempat, beberapa kucing mungkin mengalami sedikit mual seperti morning sickness layaknya manusia. Pada minggu ke-4 dan ke-5, setiap anak kucing sudah berupa pembengkakan kecil di dalam rahim, sehingga rahim tampak seperti rangkaian mutiara. Pemilik bisa mengenali tanda-tanda kucing mengandung lebih jelas pada fase ini.
-
Trimester ketiga (minggu 7-9): Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, kucing mulai mempersiapkan diri untuk melahirkan, puting terlihat lebih besar, dan beberapa kucing menjadi ekstra manja sementara yang lain tampak gelisah atau mondar-mandir di sekitar rumah. Kucing juga mulai menunjukkan perilaku nesting, yaitu mencari tempat yang tenang, hangat, dan tersembunyi untuk melahirkan. Pemilik perlu memahami durasi kehamilan kucing agar bisa mempersiapkan segala kebutuhan persalinan.
-
Proses persalinan: Berdasarkan informasi dari PetMD, sebagian besar kucing akan melahirkan seluruh anak dalam satu kelahiran dalam waktu sekitar enam jam. Kucing domestik umumnya melahirkan tiga hingga lima anak kucing dalam satu kelahiran. Setiap anak kucing lahir dibungkus selaput ketuban yang biasanya segera dibersihkan oleh induknya. Pemilik sebaiknya memantau proses ini tanpa terlalu banyak intervensi kecuali terjadi komplikasi.
-
Perawatan pasca melahirkan: Jika kucing aman berada di dalam ruangan dan tidak berisiko kawin lagi, sebaiknya biarkan anak-anak kucing menyusu penuh sebelum melakukan sterilisasi pada induknya, yang umumnya berlangsung 6-8 minggu setelah kelahiran. Induk kucing akan menyusui dan merawat anak-anaknya secara instingtif. Pastikan kesehatan kucing tetap terpantau, terutama nutrisi induk selama masa menyusui.
Petra Cerna, DACVIM, spesialis kedokteran kucing dan asisten profesor di University of Georgia, dikutip dari WebMD menyatakan, "Beberapa kucing mungkin menunjukkan peningkatan kasih sayang atau perubahan perilaku, lebih banyak tidur, dan nafsu makan meningkat."
Baca juga: Macam Kucing Peliharaan dan Harganya
Advertisement
4. Persiapan Kesehatan Sebelum Mengawinkan Kucing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837390/original/026124200_1716192892-IMG_2532.jpeg)
Selain memahami proses biologis bagaimana cara kucing berkembang biak, pemilik juga perlu mengetahui langkah-langkah persiapan kesehatan yang tepat sebelum memutuskan untuk mengawinkan kucing. Persiapan ini memastikan proses reproduksi berjalan aman dan menghasilkan keturunan yang sehat.
-
Pemeriksaan kesehatan menyeluruh: Sebagaimana disampaikan Merck Veterinary Manual, sebelum dikawinkan, kucing sebaiknya diperiksa oleh dokter hewan untuk mengevaluasi masalah kesehatan, genetik, atau reproduksi, termasuk tes penyakit menular seperti feline leukemia virus (FeLV) dan feline immunodeficiency virus (FIV) yang bisa ditularkan ke anak kucing. Tes darah dan urine rutin juga dianjurkan terutama untuk kucing berusia di atas lima tahun.
-
Memastikan kondisi tubuh optimal: Mengutip jurnal yang dipublikasikan PMC, nutrisi sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan kucing di cattery, serta untuk keberhasilan reproduksi, di mana kucing betina dengan kondisi tubuh optimal dan pola makan seimbang akan memiliki performa reproduksi terbaik. Pastikan perawatan kucing mencakup pemberian pakan berkualitas tinggi dan kalori yang cukup.
-
Menyiapkan lingkungan kawin yang tepat: Area perkawinan harus tenang, familiar bagi kucing jantan, dan memungkinkan pengamatan tanpa intervensi berlebihan dari manusia, serta proses pacaran tidak boleh diganggu kecuali ada kekhawatiran terhadap keselamatan salah satu kucing. Kucing betina biasanya dibawa ke lingkungan kucing jantan karena betina cenderung kurang sensitif terhadap perubahan lingkungan saat sedang birahi.
-
Merencanakan waktu kawin: Pertimbangkan usia dan kesiapan fisik kucing sebelum dikawinkan. Dilansir dari Catster, kucing memang bisa hamil sejak usia empat bulan, namun lebih aman menunggu hingga induk mencapai kematangan penuh sebelum dibiakkan, dan disarankan untuk melakukan sterilisasi sebelum usia empat bulan jika tidak berencana mengembangbiakkan kucing. Pemilik juga perlu mempertimbangkan apakah kucing mereka termasuk ras kucing yang memerlukan perhatian khusus dalam proses reproduksinya.
Baca juga: Jenis Kucing Peliharaan Bulu Lebat dan Cara Merawatnya
5. Fakta Unik Reproduksi Kucing yang Jarang Diketahui
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4364884/original/033214900_1679291304-disterilisasi-kucing-herman-5.jpg)
Di balik proses cara kucing berkembang biak yang tampak sederhana, tersimpan sejumlah fakta biologis unik yang jarang diketahui masyarakat umum. Keunikan reproduksi kucing ini membedakannya dari hewan ovipar maupun hewan ovovivipar.
Sebagaimana diungkapkan dalam jurnal PMC, banyak dokter hewan, bahkan yang berfokus pada reproduksi hewan kecil, merasa kurang nyaman dalam menangani peternak kucing karena reproduksi kucing sangat kurang terwakili dalam pendidikan sarjana dan pascasarjana, sementara peternak kucing sendiri sering kali sangat terinformasi.
-
Superfecundation (banyak ayah dalam satu kelahiran): Satu kelahiran anak kucing bisa memiliki ayah yang berbeda-beda. Kucing dapat kawin dengan beberapa pasangan selama musim kawin, sehingga satu kelahiran bisa berisi anak-anak kucing dengan garis keturunan ayah berbeda. Fenomena ini dimungkinkan karena mekanisme ovulasi terinduksi yang dimiliki kucing.
-
Pseudopregnancy (kehamilan semu): Jika ovulasi terjadi tetapi pembuahan gagal, kucing betina bisa mengalami diestrus yang mengarah pada kehamilan semu, yaitu kondisi yang menunjukkan gejala dan tanda yang sama seperti kehamilan asli tetapi dengan durasi lebih pendek. Kondisi ini tidak berbahaya, namun perlu dipantau untuk membedakannya dari kehamilan nyata.
-
Pengaruh cahaya terhadap kesuburan: Kucing mengalami siklus birahi saat durasi siang hari panjang, namun bisa diinduksi untuk mengalami siklus sepanjang tahun dengan pencahayaan buatan selama 14 jam terus-menerus. Inilah sebabnya kucing rumahan yang selalu berada di dalam ruangan dengan lampu menyala bisa berkembang biak di luar musim kawin alami.
-
Ovulasi terinduksi sangat jarang di dunia mamalia: Kucing termasuk dalam kelompok kecil mamalia yang merupakan induced ovulators, bersama kelinci, musang, cerpelai, sigung, unta, llama, dan beberapa spesies lainnya. Kebanyakan mamalia mengalami ovulasi spontan tanpa memerlukan stimulus kopulasi.
-
Produksi sperma sepanjang tahun: Meskipun kucing dianggap sebagai hewan long-day breeder dengan periode reproduksi yang dimulai saat hari memanjang dan berakhir di akhir musim gugur, produksi sperma pada kucing jantan berlangsung sepanjang tahun. Hal ini berarti kucing jantan secara teoritis selalu siap untuk kawin kapan saja.
-
Kucing betina bisa kembali birahi saat masih menyusui: Kucing bisa mengalami birahi dan mengandung meskipun masih dalam fase menyusui anak-anaknya. Fakta ini menunjukkan betapa tingginya tingkat kesuburan kucing sehingga sterilisasi sangat disarankan jika pemilik tidak berencana untuk mengembangbiakkan kucing lebih lanjut.
-
Kehamilan dibagi tiga trimester: Masa gestasi kucing sekitar 63-65 hari dan dibagi menjadi tiga trimester yang masing-masing berlangsung sekitar 20 hari. Mengetahui berapa lama kucing hamil membantu pemilik mempersiapkan kebutuhan selama setiap fase kehamilan.
Baca juga: Fragmentasi, Perkembangbiakan dengan Cara Membelah Diri
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perkembangbiakan Kucing
Berapa lama masa kehamilan kucing hingga melahirkan?
Masa kehamilan kucing berlangsung sekitar 63 hingga 67 hari atau kurang lebih dua bulan. Pada beberapa kasus, kehamilan bisa sedikit lebih pendek sekitar 61 hari atau lebih panjang hingga 72 hari, tergantung pada kondisi individu dan ras kucing. Pemilik yang mengetahui tanggal perkawinan kucing betinanya dapat memperkirakan waktu kelahiran dengan lebih akurat dan mempersiapkan segala kebutuhannya.
Berapa jumlah anak kucing dalam satu kali melahirkan?
Dalam satu kali melahirkan, kucing umumnya menghasilkan tiga hingga lima anak kucing. Namun, jumlah ini bisa bervariasi mulai dari satu hingga delapan anak kucing, tergantung pada usia, kesehatan, ras, dan kondisi nutrisi induk kucing. Kucing yang baru pertama kali melahirkan biasanya menghasilkan jumlah anak yang lebih sedikit dibandingkan kucing yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.
Apakah kucing perlu bantuan saat proses melahirkan?
Pada umumnya, kucing mampu melahirkan secara mandiri tanpa bantuan manusia. Naluri alami induk kucing akan membimbing seluruh proses persalinan, mulai dari mengeluarkan anak kucing, membersihkan selaput ketuban, hingga memotong tali pusar dengan gigi. Namun, pemilik tetap perlu memantau prosesnya dan segera menghubungi dokter hewan jika terjadi komplikasi seperti kontraksi berkepanjangan tanpa hasil, anak kucing tersangkut di jalan lahir, atau induk menunjukkan tanda-tanda kelelahan ekstrem.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263016/original/098044000_1781856635-aURc7A3ONTQS12iROYjQmxwXdkOA3cZWlpYz4EGC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396185/original/093093400_1782277242-FiLF1LaQCIm7ZHPsrU3FOKOKABqamrtiZpNIH8ZW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396190/original/081635900_1782277245-gA0unf7AXrVpkLwfvrDHReWdLUJUFLKTdhISHXQd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263021/original/001208500_1781856642-AEkO2qITBZPgQPaBgeeuFOHGKF2U2OEGAFnEGg0D.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472617/original/087559000_1782375923-Screenshot_2026-06-25_151743.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457645/original/085681300_1782356218-808a56f2-c8e7-4c9d-b68f-b437f2a00384.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8468853/original/098393200_1782371228-818911110946523015.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8468565/original/006497000_1782370948-14381759925304634032.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8467755/original/085407200_1782369702-96306b46-e630-4a52-b056-75f24b33a001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464063/original/057976400_1782364831-hll.jpg)