Lumba-Lumba Berkembang Biak dengan Cara Melahirkan atau Vivipar, Ini Penjelasannya

Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan melalui proses perkawinan layaknya manusia.

Diperbarui 19 Juni 2025, 19:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lumba-lumba berkembang biak dengan cara apa? Mamalia seperti lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan atau vivipar melalui proses perkawinan. Dalam sebuah penelitian disebutkan lumba-lumba pun dapat menikmati hubungan seksual seperti manusia.

Mereka rata-rata lumba-lumba betina dewasa mencapai kematangan seksual di usia 5 hingga 13 tahun. Sementara itu, mereka rata-rata lumba-lumba jantan mencapai kematangan seksual di usia 10 hingga 13 tahun. Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan sepanjang tahun.

Di seluruh perairan Indonesia bisa ditemukan lumba-lumba karena Indonesia menjadi wilayah migrasi dari biota ini. Mereka melakukan migrasi dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia melalui Selat Sunda sampai Paparan Sahul. Agar lebih memahami lumba-lumba berkembang biak dengan cara apa, simak penjelasannya.

Menurut Siahaineina (2010) dikutip dari kajian yang dipublikasikan Jurnal Perikanan dan Kelautan Volume 27 No. 1, Februari 2022: 100-104, lumba-lumba memiliki sifat yang unik seperti banyak melakukan tingkah laku dalam pergerakannya di permukaan air sambil mengeluarkan suara yang bertujuan untuk komunikasi antar sesama lumba-lumba.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan atau vivipar, Kamis (19/6/2025).

Lumba-Lumba Berkembang Biak dengan Cara Apa?

Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan atau vivipar. Mengutip kajian yang dipublikasikan di JSAI : Journal Scientific and Applied Informatics Vol. 3, No. 3, November 2020, vivipar merupakan hewan berkembangbiak dengan cara beranak/melahirkan, ciri khas hewan termasuk dalam golongan mamalia dan meyusui, mempuyai rambut/bulu halus , memiliki kelenjar susu, memiliki daun telinga, dan mengandung. 

Lumba-lumba adalah mamalia air yang reproduksinya mirip dengan manusia. Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan dan menyusui yang berasal dari proses perkawinan.

Dalam buku berjudul Lumba-lumba si Ikan Ramah (2018) oleh Setiawan G. Sasongko, lumba-lumba berkembang biak dengan melakukan proses kawin bukan hanya dengan tujuan reproduksi. Akan tetapi, mereka melakukan proses kawin berdasarkan ikatan emosional layaknya manusia.

Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan dengan kematangan seksual yang ditentukan oleh waktu. Melansir dari Seaworld, lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan sebagaimana mereka di perairan Florida.

Mereka rata-rata lumba-lumba betina dewasa mencapai kematangan seksual di usia 5 hingga 13 tahun. Sementara itu, mereka rata-rata lumba-lumba jantan mencapai kematangan seksual di usia 10 hingga 13 tahun. Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan sepanjang tahun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menjelaskan lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan dengan lama waktu mengandung 8-14 bulan. Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan 1 anak antara 1-3 tahun sekali.

Kemudian, lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan dan mencapai masa menyusui dengan durasi 1-1.5 tahun. Liputan6.com lansir dari berbagai sumber, ukuran lumba-lumba yang baru dilahirkan rata-rata berukuran 33-55 inci dengan berat 23-65 pound.

Melansir dari Dolphin Way, lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan di mana mereka pun bereksperimen secara seksual dan akan menampilkan perilaku seksual terhadap kawanannya.

Mereka bisa memiliki lebih dari satu pasangan dalam musim reproduksi. Mamalia satu ini pun disebut dapat menikmati hubungan seksual seperti manusia.

Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan yang masuk kategori hewan migratory. KKP menjelaskan, mereka lumba-lumba hampir bisa ditemukan di seluruh perairan di dunia. Ini termasuk di seluruh perairan Indonesia pasti ditemukan lumba-lumba.

Di seluruh perairan Indonesia bisa ditemukan lumba-lumba karena Indonesia menjadi wilayah migrasi dari biota ini. Mereka melakukan migrasi dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia melalui Selat Sunda sampai Paparan Sahul.

Mereka lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan dengan tetap hidup berkelompok. Jumlah individu dalam satu kelompok lumba-lumba tergantung dengan spesiesnya, yakni antara 20 sampai ratusan individu.

Mengutip buku berjudul 500++ Fakta Paling Wow di Dunia (2011) oleh Mayan Sari dijelaskan lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat hebat. Ia dapat berenang di lautan yang gelap tanpa menabrak batu karang atau tersesat. Hal tersebut karena lumba-lumba memiliki pemetaan lokasi yang baik. Ia dapat mengetahui posisi benda-benda di sekitarnya dengan baik. Bukan mata kecilnya yang bekerja untuk itu, namun sistem pendengarannya.

Cara Berkembang Biak Hewan dan Penjelasannya

Bagaimana saja cara berkembang biak hewan? Ini penjelasan macam-macam cara berkembang biak hewan yang dimaksudkan Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Membelah Diri (Sporulasi)

Hewan yang berkembang biak dengan membelah diri, mereka akan membelah dari satu sel menjadi dua sel, dan seterusnya. Pembelahan ini umumnya dilakukan oleh hewan bersel satu seperti amoeba.

2. Fragmentasi

Hewan yang berkembang biak dengan fragmentasi, mereka akan berkembang dengan memutus bagian tubuh menjadi dua. Bukan membelah tetapi memotong tubuhnya menjadi individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan fragmentasi adalah cacing pita dan cacing pipih.

3. Tunas

Hewan yang berkembang biak dengan tunas, mereka akan menumbuhkan individu baru dengan tentakelnya. Contohnya perkembangbiakan pada hewan hydra. Penonjolan di bagian tubuh hydra dewasa yang jika sudah matang akan lepas dan membentuk organisme baru.

4. Ovipar

Hewan yang berkembang biak dengan ovipar, mereka bertelur. Telur kemudian menetas menjadi hewan muda. Kata "ovipar" berasal dari kata Latin yang menggabungkan ovum, atau "telur" dengan parere yang berarti "untuk melahirkan".

Pada hewan ovipar, pembuahan terjadi secara internal tetapi perkembangan embrio terjadi secara eksternal. Hewan darat yang bertelur, sering kali dilindungi oleh cangkang, seperti reptil dan serangga. Mereka bereproduksi setelah menyelesaikan proses pembuahan internal.

5. Vivipar

Hewan yang berkembang biak dengan vivipar, mereka bereproduksi dengan melahirkan. Vivipar umumnya dialami hewan mamalia atau hewan menyusui. Selama terjadinya perkembangan embrio berlangsung, makanan diperoleh dari dalam tubuh induk melalui plasenta atau ari-ari.

Perkembang biakan secara vivipar juga ditandai dengan betina melepaskan sel telur di dalam saluran reproduksinya. Kemudian terjadi kopulasi dan fertilisasi yang terjadi di dalam saluran kelamin betina.

6. Ovovivipar

Hewan yang berkembang biak dengan ovovivipar, mereka bertelur (ovipar) dan beranak (vivipar). Hewan ovovivipar sering dikira hewan ovipar karena ia terlihat melahirkan anak. Perkembangan embrio hewan ovovivipar berlangsung di dalam tubuh.

Ovovivipar adalah hewan yang menghasilkan telur dan menyimpannya di dalam tubuh induknya sampai janin berkembang sempurna dan siap menetas. Contoh hewan yang berkembang biak dengan ovovivipar adalah ikan guppy, ikan balon, hiu, bunglon, anakonda, dan lain sebagainya.

 

Q & A

Lumba-lumba berkembang biak dengan cara apa? 

Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan anak atau disebut juga dengan vivipar.

Apa itu vivipar?

Vivipar adalah cara berkembang biak dengan melahirkan anak, bukan bertelur. Embrio berkembang di dalam tubuh induk hingga siap dilahirkan.

Mengapa lumba-lumba termasuk hewan vivipar? 

Karena lumba-lumba adalah mamalia laut yang:

- Memiliki kelenjar susu untuk menyusui anaknya

- Bernafas dengan paru-paru

- Melahirkan anak, bukan bertelur seperti ikan 

Berapa lama masa kehamilan lumba-lumba? 

Masa kehamilan lumba-lumba berkisar antara 10 hingga 12 bulan, tergantung spesiesnya.

Bagaimana cara lumba-lumba melahirkan anaknya? 

Lumba-lumba melahirkan anaknya dari ekor lebih dulu, bukan kepala seperti manusia. Ini untuk mencegah anak lumba-lumba tenggelam sebelum bisa bernapas di permukaan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6