Katak Berkembang Biak dengan Cara Ovipar, Pahami Lebih Mendalam

Pengertian ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan bertelur.

Diperbarui 17 Juni 2025, 09:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Katak berkembang biak dengan cara ovipar adalah salah satu materi dalam pelajaran IPA di sekolah. Ovipar adalah salah satu cara berkembang biakkan hewan dengan cara bertelur yang pada umumnya mempunyai ciri-ciri telurnya dierami sampai menetas.

Katak adalah contoh klasik hewan yang melakukan reproduksi secara ovipar dengan fertilisasi eksternal—pelepasan telur dan sperma ke lingkungan, umumnya di perairan tergenang. Proses ini dijelaskan dalam buku Amfibi Sebagai Model untuk Mengembangkan Media dan Alat Peraga Pembelajaran Sains oleh Syazali, Nurwahidah, Wardani, Erfan dkk. (2021), yang menyebut bahwa katak dewasa memilih lokasi pemijahan berdasarkan kualitas air, ketersediaan nutrisi, dan keamanan dari predator, sehingga fertilisasi berlangsung optimal di habitat yang tepat.

Katak berkembang biak dengan cara ovipar penting untuk diketahui. Sebab hewan katak hidup disekitar kita, dan pengetahuan ini akan ditanyakan oleh buah hati. Katak merupakan salah satu contoh hewan ovipar.

Katak berkembang biak dengan cara ovipar atau dengan cara bertelur merupakan salah satu jenis reproduksi yang mengakibatkan telur yang dikeluarkan berkembang dan menetas di luar badan induknya.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai katak berkembang biak dengan cara ovipar beserta pengertian dan ciri-cirinya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/6/2025).

Mengenal Ovipar

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, katak berkembang biak dengan cara ovipar atau dengan cara bertelur. Pengertian ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan bertelur. Telur kemudian menetas menjadi hewan muda. 

Secara etimologi, kata ovipar berasal dari kata Latin yang menggabungkan ovum, atau "telur" dengan parere yang berarti "untuk melahirkan". Dengan demikian, hewan ovipar adalah hewan yang melahirkan keturunan dengan bertelur.

Embrio pada hewan ovipar berkembang didalam telur dengan memanfaatkan cadangan makanan yang ada di dalam telur. Setelah telur keluar dari tubuh induknya, maka sang induk akan mengerami hingga telur tersebut menetas.

Hewan ovipar adalah hewan bertelur yang menghasilkan keturunan melalui telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dan mengalami perkembangan di luar tubuh induknya.

Melansir dari researchgate.net, menurut Syazali dkk. (2021), ovipar adalah salah satu strategi reproduksi amfibi yang umum digunakan, di mana telur diletakkan di air dan mengalami fertilisasi eksternal. Telur-telur ini kemudian menetas menjadi berudu, yang kemudian bermetamorfosis menjadi katak dewasa.

Katak Berkembang Biak dengan Cara

Katak berkembang biak dengan cara ovipar yang mana mungkin mengalami pembuahan eksternal di mana betina pertama kali bertelur, dan jantan datang untuk menyebarkan spermanya untuk membuahi sel telur. Telur yang dibuahi kemudian berkembang sampai kecebong menetas darinya.

Dalam konteks ilmiah, Chang et al. (2016) dalam Herpetology Notes menegaskan bahwa mayoritas anura bereproduksi di air tawar melalui ovipar dan fertilisasi eksternal, meskipun terdapat beberapa spesies yang mengadopsi strategi lainnya, seperti ovovivipar atau fertilisasi internal pada katak jenis tertentu.

Jantan Memanggil Betina

Proses reproduksi katak dimulai saat musim kawin ketika jantan memanggil betina melalui suara khas dan melepaskan sperma di air bersamaan dengan telur yang dikeluarkan oleh betina. Pedoman lapangan di Taman Nasional Batang Gadis menyebutkan bahwa amfibi—termasuk katak—berberumbang biak secara ovipar, namun dalam kasus spesies seperti Polypedates, terjadi pemijahan di tempat lembap namun tidak terlalu dalam, menggambarkan keberagaman strategi dalam keluarga Anura.

Mengeluarkan Telur

Siklus hidup katak tergolong sebagai metamorfosis sempurna, yang mana memiliki empat tahap perkembangan hidup. Pertama, hewan katak akan mengeluarkan ratusan hingga ribuan telur. Semua telur tersebut akan menetas setelah 1 hingga 3 minggu kemudian.

Kecebong

Setelah telur tersebut menetas akan keluar kecebong yang akan bertahan hidup di air dengan memakan plankton, algae, atau tumbuhan kecil yang ada di air. Kecebong tersebut dapat berubah wujudnya dalam kurun waktu lima hari.

Setelah telur menetas, periode larva sebagai berudu sangat bergantung pada kualitas air—suhu, nutrisi, dan panjang periode hidro (hydroperiod). Brannelly et al. (2019) dalam Functional Ecology membuktikan bahwa penurunan lama genangan air mempercepat metamorfosis, meski berpengaruh negatif terhadap ukuran tubuh dan kekebalan juveniles.

Katak Muda Empat Kaki

Selanjutnya, tahap ketiga katak berkembang biak dengan ovipar ini akan menjadi katak muda yang memiliki empat kaki. Perkembang biakan ini akan terjadi selama beberapa minggu bahkan berbulan-bulan.

Katak Dewasa

Tahap terakhir, apabila katak berkembang biak dengan cara ovipar ini telah terbentuk sempurna mulai dari kaki, organ dalam tubuhnya dan paru-paru. Maka ekor kecebongnya akan perlahan menghilang dan menjadi katak dewasa.

Detail tambahan tentang siklus hidup katak, dari telur menjadi berudu, lalu nymph hingga katak muda—menunjukkan adanya fase metamorfosis sempurna, di mana berudu berenang bebas menggunakan ekor hingga berkembang sayap dan paru‐paru untuk tinggal di darat, dilansir dari researchgate.net.

Karakteristik Katak

Katak adalah hewan amfibi yang menarik secara biologis dan ekologis. Dalam studi Syazali, Nurwahidah, Wardani, dan Erfan dkk. (2021), katak digambarkan sebagai model ekologi yang memiliki potensi besar dalam pendidikan sains karena metamorfosisnya (berudu → katak dewasa) serta adaptasinya terhadap habitat akuatik dan daratan serta sensitivitas terhadap perubahan lingkungan, dikutip dari researchgate.net.

Masih melansir sumber yang sama, secara struktural dan fisiologis, katak menunjukkan fase adaptasi yang kompleks, berudu bernafas dengan insang dan berenang menggunakan ekor, sementara katak dewasa menggunakan paru-paru dan kulit serta melompat dengan kaki yang kuat. Pemilihan kolam pemijahan yang selektif menunjukkan adaptasi ekologis penting yang menggambarkan keseimbangan interaksi antara hewan dan habitatnya.

  1. Metamorfosis sempurna – melalui tahapan telur, berudu, dan katak dewasa, fase berbeda menunjukkan adaptasi fisik dan fisiologis.
  2. Fertilization eksternal – sperma dan telur dilepaskan di air, biasanya di kolam atau genangan.
  3. Berekspresi ekologi ganda – hidup di air saat berudu dan di darat saat dewasa.
  4. Kulit permeabel – kulit lembap berfungsi respirasi dan menjaga keseimbangan cairan.
  5. Kaki belakang kuat dan berselaput – membantu berenang dan melompat jauh.
  6. Sensitivitas terhadap lingkungan – sangat peka terhadap polusi dan kelembaban.
  7. Pemilihan situs pemijahan – memilih tempat dengan kualitas air dan proteksi predator.
  8. Komunikasi vokal – jantan menghasilkan panggilan khas untuk memikat betina.
  9. Struktur organ ganda – respirasi melalui paru-paru dan kulit tergantung fase.
  10. Peran ekosistem – sebagai predator dan mangsa, ikut menjaga keseimbangan rantai makanan dan siklus nutrisi.

 

Ciri-Ciri Hewan Ovipar

Secara umum, hewan ovipar memiliki beberapa karakteristik universal: (1) menghasilkan telur, (2) tidak membawa keturunan di dalam tubuh, (3) fertilisasi dapat eksternal atau internal, dan (4) embrio berkembang di dalam atau di luar telur hingga menetas.

Melansir dari e-journal.iain-palangkaraya.ac.id, Syazali dkk. (2021) menjelaskan bahwa amfibi, termasuk katak, melakukan fertilisasi eksternal di dalam air dan telur berkembang menjadi berudu tanpa campur tangan langsung induknya.

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri hewan ovipar yang berbeda dengan vivipar, antara lain:

1. Tidak mempunyai daun telinga.

2. Tidak mempunyai kelenjar susu.

3. Tidak menyusui anaknya.

4. Bereproduksi dengan bertelur.

5. Telur hewan ovipar ditutupi dengan cangkang keras atau lunak, tergantung pada hewannya.

6. Setelah bertelur, beberapa hewan ada yang mengerami telur dan ada juga yang menguburnya di pasir.

7. Beberapa hewan memproduksi banyak telur untuk bertahan hidup.

Contoh Lain Hewan Ovipar

Hewan ovipar mencakup beragam kelompok, meliputi amfibi, ikan, reptil, sebagian burung, dan serangga. Syazali dkk. (2021) mencatat bahwa sebagian besar amfibi berkembangbiak secara ovipar, dengan sistem fertilisasi eksternal di lingkungan air, walau beberapa spesies menunjukkan fertilisasi internal seperti pada katak ovovivipar. Hal ini menandakan variasi dalam strategi reproduksi meski tetap mengikuti prinsip dasar ovipar.

Selain katak, terdapat beberapa contoh lain hewan ovipar yang perlu anda ketahui adalah sebagai berikut ini:

1. Ikan

Hampir semua ikan berkembang biak dengan cara ovipar. Banyak ikan betina bertelur di sarang. Kemudian sang jantan segera masuk untuk membuahi telur dengan melemparkan sperma mereka ke atas sarang. Dalam hal ini baik jantan maupun betina melemparkan gamet mereka (telur dan sperma) ke dalam lingkungan dengan harapan mereka akan menemukan satu sama lain. Contoh hewan yang melakukan perkembang biakan secara ovipar adalah ikan mas, ikan cupang, ikan tuna, dan masih banyak yang lainnya.

2. Reptil

Hewan ovipar selanjutnya adalah reptil. Kecuali beberapa spesies ular, semua reptil lainnya adalah ovipar. Telur reptil sering kali memiliki cangkang yang jauh lebih lembut, seringkali kasar saat disentuh. Namun, seperti burung, telur diinkubasi di dalam sarang. Jika burung lebih suka duduk di sarang mereka untuk memberikan kehangatan pada telur atau yang disebut mengerami telurnya, reptil cenderung mengubur telur mereka sepenuhnya di liang atau sarang gundukan. Contoh hewan yang melakukan perkembang biakan secara ovipar adalah buaya, cicak, kura-kura, hingga ular.

3. Unggas

Unggas pada umumnya berkambang biak dengan cara ovipar, dan bertelur bercangkang keras yang telah dibuahi secara internal. Banyak dari anak-anaknya yang precocial, atau memiliki kemampuan untuk berjalan dan makan segera setelah menetas. Contoh hewan yang melakukan perkembang biakan secara ovipar adalah ayam, bebek, angsa, dan burung.

4. Amfibi

Hewan kelompok amfibi akan menarik pasangannya dengan berbagai cara. Misalnya dengan menggunakan suara yang keras. Namun ada juga yang menggunakan indra penciuman untuk menemukan pasangannya. Contoh hewan yang melakukan perkembang biakan secara ovipar adalah kodok.

FAQ

Bagaimana katak berkembang biak?

Katak berkembang biak secara ovipar dengan fertilisasi eksternal di air.

Apa itu fertilisasi eksternal pada katak?

Proses pelepasan sperma jantan dan telur betina di kolam untuk fertilisasi di luar tubuh induk.

Berapa lama telur katak menetas?

Lama pengeraman tergantung suhu dan kondisi air, biasanya 6–21 hari.

Mengapa kualitas air penting?

Air bersih dan nutrisi cukup mendukung perkembangan berudu dan meminimalkan predator.

Apa itu metamorfosis sempurna katak?

Perubahan bentuk dari berudu (bernafas dengan insang dan berenang) menjadi katak dewasa (bernapas dengan paru-paru dan melompat).

Apakah semua katak ovipar?

Mayoritas ya, tetapi ada spesies ovovivipar dan fertilisasi internal pada beberapa jenis.

Bagaimana katak memilih tempat bertelur?

Katak jantan dan betina memilih tempat bertelur berdasarkan kualitas air dan keamanan dari predator.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6