Sukses

Tak Mampu Bertahan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Melemah ke 6.342,17

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan Kamis pekan ini. Terbukti IHSG ditutup melemah ke 6.342,17 melemah 39 poin atau 0,62 persen.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 0,99 persen ke posisi 992,62.

Sebanyak 213 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 175 saham menguat dan 156 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 656.446 kali dengan volume perdagangan 14 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,8 triliun.

Investor asing jual saham Rp 492,99 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.990.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang meguat yaitu sektor konstruksi yang naik 0,12 persen.

Sedangkan sektor yang melemah antara lain sektor aneka industri yang melemah 2,03 persen, sektor infrastruktur yang melemah 1,37 persen dan sektor pertambangan turun 1,09 persen.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain JSKY melemah 16,57 persen ke Rp 705 per saham, ITMA turun 13,83 persen ke Rp 810 per saham dan MPOW turun 13,79 persen ke Rp 200 per saham.

Saham-saham yang menguat antara lain BMSR yang naik 34,26 persen ke Rp 145 per saham, KARW naik 34,04 persen ke Rp 126 per saham dan OKAS melemah 34,02 persen ke Rp 260 per saham.

2 dari 3 halaman

Tak Sesuai Prediksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melanjutkan tren penguatanya pada perdagangan saham Kamis (12/9/2019).

Dalam riset Artha Sekuritas, sentimen global yang masih positif cukup mendorong pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, indeks pada hari ini akan diperdagangkan pada zona hijau di rentang support 6.311-6.347 dan resistance 6.400-6.417 di pasar saham.

"Kami melihat skenario kenaikan akan terjadi lagi di perdagangan hari ini. Mungkin di kisaran 6.311-6.417," papar risetnya hari ini.

Hal senada juga diungkapkan dari Riset Indosurya Bersinar Sekuritas. Pihaknya memproyeksi IHSG masih akan ditransaksikan positif pada kisaran 6.350-6.425.

"Mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend, demikian juga dengan capital inflow yang masih tercatat secara year-to-date, menunjukkan bahwa minat investor asing masih cukup besar ke pasar modal Indonesia," tulis risetnya.

Dalam tren positif, Indosurya Sekuritas menganjurkan sejumlah saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sementara itu, Artha Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), serta saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Tertekan, Sektor Aneka Industri Pimpin Pelemahan
Artikel Selanjutnya
Menunggu Pengumuman Bunga Acuan, IHSG Bakal Menghijau