Sukses

Miliarder David Koch Meninggal Dunia

Liputan6.com, Wichita - Miliarder David Koch wafat pada usia 79 tahun. Ia adalah salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan USD 42,5 miliar atau Rp 604 triliun (USD 1 = Rp 14.213).

Semasa hidupnya, ia adalah vice chairman dari Koch Industries yang berbasis di Wichita, Kansas. Konglomerasi yang bergerak di banyak sektor, namun David mundur pada Juni 2018 karena masalah kesehatan.

"Dengan berat hati saya sekarang mengumumkan padamu perihal kematian David," ujar miliarder Charles Koch seperti dikutip AP pada Jumat (23/8/2019). Penyebab kematiannya tak diungkap publik, tetapi ia diketahui memiliki kanker prostat.

Charles Koch adalah kakak dari David Koch. Mereka adalah kakak-adik terkaya di dunia di peringkat 11 orang terkaya versi Forbes 2019.

Semasa hidupnya, David Koch dikenal sebagai miliarder konservatif dan aktif menyumbang uang untuk isu politik. Kakak-adik Koch juga mendirikan grup Americans for Prosperity yang mendukung nilai-nilai ekonomi konservatif dalam isu pajak dan pemerintahan.

"Saya diajarkan sejak usia muda bahwa keterlibatan dalam diskursus publik adalah tugas kewarganegaraan," ujar David. Americans for Prosperity pun menjadi salah satu grup konservatif paling berpengaruh di AS. 

Pada tahun 2017, ia menyumbang USD 100 juta untuk membangun David H. Koch Institute for Integrative Cancer Research di kampus teknik bergengsi Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sang miliarder juga menyumbang uang ke berbagai kampus lain untuk penelitian kanker.

2 dari 4 halaman

Salah Satu Keluarga Terkaya di Dunia

Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa Koch merupakan keluarga terkaya nomor tiga di dunia. Total kekayaannya adalah USD 124,5 miliar (Rp 1.766 triliun)

Charles dan David Koch adalah kakak-beradik yang menembus peringkat 10 besar di daftar orang terkaya di dunia. Koch Industries yang mereka pimpin punya usaha di sektor investasi, kimia, energi, dan masih banyak lainnya.

Tahun lalu, David mundur dari jabatannya sebagai executive vice president di Koch Industries karena alasan kesehatan. Kakaknya, Charles, masih menjabat sebagai CEO.

3 dari 4 halaman

Usai 2 Bulan Pensiun, Miliarder Denmark Tutup Usia karena Kanker

Tiga hari sebeumnya, Miliarder Lars Larsen asal Denmark juga wafat pada usia 71 tahun. Ia tutup usia dua bulan setelah pensiun karena penyakit kanker liver yang ia derita.

Mengutip Forbes, Selasa, 20 Agustus 2019, Larsen adalah pendiri dari perusahaan ritel barang rumah tangga, yakni Jysk. Perusahaan ia dirikan pada 1979 dan berhasil berkembang dengan pesat.

Pihak Jysk memberi konfirmasi bahwa Larsen wafat dengan damai di rumahnya di Silkeborg, bagian barat Denmark, pada Senin, 19 Agustus 2019 waktu setempat.

Semasa hidupnya, ia tak hanya menjadi miliarder tetapi juga salah satu 10 orang terkaya Denmark dengan kekayaan USD 4,4 miliar atau Rp 62,7 triliun (USD 1 = Rp 14.266). Lars Larsen Group miliknya memiliki usaha furnitur, golf, sushi, dan perhotelan.

Jysk sendiri juga hadir di Indonesia dengan menjual perabotan khas Scandinavia. Ada sebanyak 2.800 toko Jysk di 52 negara yang tersebar di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan total pegawai 23 ribu orang.

Perusahaan Lars Larsen Group berhasil meraup 4,2 miliar euro per tahun. Hasil terbesar berasal dari Jysk Group dengan pemasukan 3,58 miliar euro.

Ketika sang miliarder mundur dari posisi chairman karena sakit, putranya yakni Jacob Brunsborg mengambil alih posisi bapaknya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading