Sukses

Awas, Kebiasaan Sepele ini Bikin Tak Sadar Jadi Boros!

Liputan6.com, Jakarta Pernah mendengar singkatan populer “YOLO”? Kepanjangannya yaitu “You Only Live Once”. Istilah ini populer di kalangan anak muda yang ingin menikmati hidup secara bebas, dengan alasan “hidup hanya sekali”.

Prinsip ini bisa menjadi pemberi masukan positif atau malah memberikan dorongan negatif, tergantung dari mana menilainya. Disadari atau tidak, kadang kebiasaan boros bisa berakar dari pikiran yang tidak jauh dari sisi negatif prinsip YOLO.

Biasanya, diawali dengan kata “mumpung”, lalu diperkuat dengan pikiran “kapan lagi?”, uang dalam dompet bisa keluar dengan mudahnya. Belum lagi jika ada promo ataupun potongan harga.

Dengan kalimat-kalimat sederhana seperti “ke kafe yuk, mumpung habis gajian”, “mumpung murah, beli deh”, atau “mumpung aku lagi ada uang, ayo main ke mall”, pengeluaran bisa menjadi tidak terkontrol dan menimbulkan kebiasaan hidup boros.

Agar keuangan tetap aman, hati-hati dalam berprinsip YOLO dan kebiasaan sepele yang yang tak sadar bikin jadi boros, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Tidak Melakukan Pembayaran Tunai

Saat ini, transaksi secara elektronik seperti e-money atau kartu kredit, dan lainnya semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran. Selain praktis, tidak jarang pula media transaksi tersebut memberikan benefit berupa promo yang menarik sehingga banyak yang tergiur.

Awalnya, promo-promo tersebut memang terkesan memberikan keuntungan bagi penggunanya. Akan tetapi, kalau dipikir lebih jauh lagi, justru keuntungan ini bisa menyerang keuangan jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Dengan promo yang menarik, pastinya banyak pengguna yang akhirnya membeli produk-produk tanpa pemikiran yang matang, sehingga pemasukan disalurkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan.

2 dari 3 halaman

2. Sering Belanja ke Mall

Belanja atau sekadar jalan-jalan ke mal (mall) tentunya menyenangkan. Tapi, hati-hati, karena kebiasaan ini bisa memicu pola hidup yang boros.

Meski sudah menyiapkan daftar belanjaan, atau sekadar mengingat benda apa yang perlu dibeli, jika sudah sampai di mal, biasanya fokus akan semakin berkurang. Jatuhnya malah masuk ke toko-toko, dan membeli sesuatu yang sebenarnya tidak penting.

Ketika sudah tiba di rumah, biasanya baru tersadar bahwa itu bukanlah tujuan datang ke mal. Kadang juga muncul penyesalan karena membeli sesuatu yang hanya karena lapar mata.

Jadi, untuk menghindari boros karena berbelanja di mal, barang-barang yang masih bisa dibeli di toko terdekat, seperti alat tulis, perlengkapan mandi, atau kebutuhan sehari-hari lainnya, beli saja di toko tersebut.

3. Berpergian Tanpa Tujuan

Punya waktu luang tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan? Hindari jalan-jalan tidak terencana atau tanpa tujuan.

Sering jalan-jalan ke mal atau kafe saat punya waktu luang bisa menjadi kebiasaan boros yang jarang disadari. Sekali jalan-jalan, kadang akan ada keinginan untuk sekalian makan atau membeli jajanan.

Bisa lebih boros lagi jika berbelanja hanya untuk menghabiskan waktu saja. Untuk mengatasinya, lakukan saja hal-hal yang digemari, seperti melukis, memasak, atau berolahraga.

Meski kadang ujung-ujungnya juga membutuhkan uang, seperti untuk membeli alat lukis, membeli bahan makanan, atau membayar gym, setidaknya uang yang digunakan tersebut memberikan manfaat untuk diri sendiri, dan membuat diri menjadi lebih produktif.

3 dari 3 halaman

4. Kredit

Mudahnya belanja dengan sistem kredit kadang membuat banyak orang tertarik. Bagaimana tidak? Meski benda yang diinginkan harganya mahal, jika dibeli dengan sistem kredit pasti lebih mudah.

Pada beberapa kasus, gara-gara asyik kredit ini-itu, seseorang menjadi tidak sadar bahwa tagihan yang harus dibayar sudah membengkak. Guna dapat melunasinya, seringkali jatah untuk keperluan lain pun harus digunakan untuk melunasi tagihan tersebut.

Efeknya? Tentu saja kebutuhan lain yang jatahnya diambil menjadi tidak dapat terpenuhi. Jika kebutuhan tersebut sangat penting, maka mau tidak mau harus bekerja ekstra keras atau bahkan meminta pinjaman.

Jadi, jika berencana membeli barang dengan cara kredit, pastikan untuk sudah memikirkannya dengan matang apakah barang tersebut memang penting atau tidak, agar terhindar dari sifat boros dan menghindarkan diri dari masalah keuangan.

5. Tidak Belajar dari Pengalaman

Beberapa perilaku boros kadang tidak disadari saat melakukannya. Namun, setelah kejadian tersebut biasanya baru mulai sadar.

Sebagai manusia yang harus berkembang semakin baik, tentunya pengalaman berkontribusi besar sebagai sarana evaluasi diri. Termasuk untuk perilaku boros.

Sebagai contoh, seseorang pernah berperilaku boros karena sedang memegang uang yang lebih banyak dari biasanya dan punya banyak waktu luang. Sehingga menggunakannya untuk jalan-jalan ke mal dan makan di restoran tanpa memikirkan berapa banyak pengeluarannya.

Jika dari pengalaman tersebut seseorang tidak bisa mengevaluasi diri dalam pengelolaan keuangan, maka kebiasaan seperti itu bisa saja terus berjalan dan pastinya merugikan diri sendiri.

Atur Keuangan dengan Bijak

Berusaha menghindari perilaku boros dengan diiringi kemampuan mengatur keuangan dengan bijak dapat menghindarkan diri dari masalah jangka panjang dan bahkan memberikan keuntungan di masa depan. Misalnya, dengan memasukkan uang lebih yang dimiliki ke tabungan, tentunya akan lebih baik daripada membelanjakannya tanpa perhitungan.

Boros tidak pernah memiliki dampak yang positif. Jadi, selain mengetahui kebiasaan-kebiasaan apa yang harus dihindari, perkuat diri dengan mencari tahu dan menerapkan tips-tips tentang pengelolaan keuangan agar jauh dari perilaku boros.