Sukses

SKK Migas Evaluasi 19 Blok Berpotensi Mengandung Migas 8,3 Miliar BOE

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan mengevaluasi 19 cekungan yang memiliki potensi kandungan migas 8,3 miliar barel setara minyak (Barel Oil Equivalent/BOE).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, SKK Migas telah meluncurkan pusat pengetahuan dan pengembangan migas, yaitu Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI). Untuk memudahkan pencarian data hulu migas Indonesia yang valid dan terkini.

"Untuk mendukung pengelolaan bisnis hulu migas yang lebih efektif, efisien, serta dalam upaya untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dan energi yang berkeadilan pada kesempatan kali ini juga, secara resmi kami perkenalkan Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI),” kata Dwi, di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

IOGI telah mengevaluasi lebih lanjut 19 cekungan produksi yang memiliki 126 proven plays dan mendapatkan potensi sumberdaya sebesar 8,3 miliar BOE.

Hasil evaluasi menunjukkan terdapat lima cekungan yang berpotensi menemukan cadangan besar dan signifikan, yaitu Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Selatan, North East Java, Kutai, dan Pre-Tertiary Passive Margin. Indonesia masih berpeluang menemukan paling tidak dua lapangan dengan masing-masing sumberdaya di tempat sebesar 770 juta boe.

“IOGI diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendorong semakin berkembangnya bisnis hulu migas di Indonesia," tuturnya.

 

2 dari 4 halaman

Cadangan Gas

Dwi melanjutkan, dalam evaluasi memetakan sepuluh area potensial giant discovery, SKK Migas telah berhasil menemukan cadangan gas yang signifikan di Wilayah Kerja Sakakemang, Provinsi Sumatera Selatan pada awal 2019.

Selain Sumatera Selatan, masih terdapat sembilan area potensial giant discovery lainnya yang berlokasi di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Tarakan Offshore, North East Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua, Bird Body Papua, dan Warim Papua.

 

3 dari 4 halaman

Data Terpercaya

Menurut Dwi Secara konkrit, kontribusi yang diberikan bukan hanya melalui analisis seperti penemuan potensi, tetapi juga melalui Yearly Indonesia Upstream Oil and Gas Outlook, publikasi berkala setiap semester, focus group discussion, dan benchmarking tools yang dapat diberikan kepada para pemangku kepentingan.

"SKK Migas sebagai IOGI dapat menjadi sumber data yang terpercaya bagi para calon investor untuk dapat mendorong tumbuhnya investasi di hulu migas Indonesia, serta dapat menjadi sumber dari rencana dan strategi jangka panjang untuk cadangan hidrokarbon, lifting, serta optimasi biaya operasi," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Penghasil Migas Terbesar pada Kuartal I 2019
Artikel Selanjutnya
Produksi Migas Siap Jual Capai 1,81 Juta Barel pada Kuartal I 2019