Sukses

Melantai di Bursa, Saham Menteng Heritage Realty Naik 69,52 Persen

Liputan6.com, Jakarta PT Menteng Heritage Realty Tbk resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat (12/4/2019).

Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan investasi tersebut menjadi emiten ke-10 di BEI tahun 2019 atau perusahaan tercatat ke-628.

Pada pencatatan perdana ini, saham HRME naik 69,52 persen atau 73 poin ke level Rp 178. Saham HRME ditransaksikan sebanyak 13 kali dengan volume sebanyak 466 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 8,29 juta.

Direktur Utama HRME Christofer Wibisono mengungkapkan, harga Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) ditetapkan sebesar Rp 105 per saham.

Adapun jumlah saham Perseroan yang dilepas ke publik mencapai 1,19 miliar unit. Itu sebesar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan HRME setelah IPO.

 

2 dari 3 halaman

Tambahan Modal

Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan memperoleh tambahan modal Rp 125,13 miliar. Sebesar 49,55 persen atau sekitar Rp59,6 miliar, akan digunakan untuk mengakuisi PT Global Samudra Nusantara (GSN), perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran.

Kemudian, 25,57 persen atau setara dengan Rp31 miliar dipakai untuk mengambil alih saham perusahaan perhotelan PT Wijaya Wisesa Bakti Development.

Selain itu, 19,98 persen atau senilai Rp24 miliar dialokasikan guna meningkatkan modal ke perusahaan investasi yaitu PT Wijaya Wisesa Development. Perusahaan ini memiliki 30 persen saham di Royal Beach Seminyak, Bali.

"Adapun sisanya 4,90 persen dari dana hasil PUP, akan digunakan untuk modal kerja," ujarnya

Dalam aksi korporasi ini, HRME menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai perusahaan penjamin pelaksana emisi efek.

3 dari 3 halaman

2018, Jumlah Penambahan Emiten di RI Tertinggi di Asia

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan, jumlah perusahaan tercatat atau emiten di pasar modal RI tertinggi dibandingkan dengan Asia. 

Pihaknya pun mengaku terus mengedukasi serta sosialisasi seperti workshop dan seminar untuk menggenjot semakin banyak perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). 

"Tahun 2018 Indonesia ada 57 perusahaan IPO, Malaysia 22 perusahaan, Thailand 19, Singapura 18, Vietnam 3 perusahaan serta Filipina 1 perusahaan," tutur dia di Gedung BEI, Rabu (10/4/2019).

Dia melanjutkan, jumlah perusahaan IPO di Indonesia bahkan paling tinggi di Asia yakni di posisi ke-10. Sedangkan dari segi kapitalisasi Indonesia menduduki peringkat ke-25.

"Jumlah IPO di Asia kita adalah yang paling tinggi kalau di dunia kita nomor 10. Market capitalization kita nomor 25," ucapnya.

Dia pun berharap pasar modal Indonesia terus tumbuh dengan ditunjukkan semakin banyak perusahaan menjadi perusahaan terbuka (go public).

"Harapannya dengan diskusi pagi ini kita sudah ada pasar modal yahh bertumbuh dan yang telah mendapatkan pertumbuhan dari Indonesia," kata dia.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Mampu Bangkit, IHSG Ditutup Menguat ke 6.255,59
Artikel Selanjutnya
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke 6.236,13