Sukses

JNE Bakal Naikkan Biaya Kirim Barang, Ini Tanggapan Menhub

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi turut menyoroti langkah JNE yang bakal menaikan tarif ongkos kirim pengiriman barang per 15 Januari 2019.

Keputusan ini diambil pasca pihak maskapai mematok harga untuk barang bawaan di dalam kargo pesawat yang melebihi 7 kg.

Dia mengatakan, instansi pemerintah akan saling berkoordinasi agar industri pengiriman barang di dalam negeri bisa tertata dengan baik dan tidak saling tumpang tindih.

"Saya enggak tahu juga JNE ini induknya siapa. Jadi nanti kita akan bahu-membahu dengan beberapa kementerian untuk menata, supaya ini memberikan suatu tingkat pelayanan yang baik," ujar dia di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Selain itu, ia pun mengimbau agar JNE tidak memonopoli sektor industri pengiriman barang. Oleh karena itu, dia akan coba mengajak perusahaan untuk berdiskusi.

"JNE sudah bagus, masa tiba-tiba bagus sendiri. saya harapkan dia jangan monopoli menetapkan tarif seenaknya sendiri. Jadi kita akan diskusi dengan mereka," ungkap dia.

Di samping itu, Budi Karya Sumadi juga menyatakan, bakal memetakan kebijakan pengenaan tarif dalam bisnis kargo. Sebab, ia tak mau pemasangan tarif itu memberatkan kegiatan usaha di luar industri penerbangan.

"Saya pikir karena kita memiliki perusahaan transportasi bagus, Garuda dan sebagainya, ini bisa memberikan masukan kalau mereka itu melakukan kegiatan yang mungkin berlebihan harganya," ujar dia.

 

2 dari 2 halaman

JNE Garap Pasar Bisnis E-Commerce

Sebelumnya, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menggandeng PT Qourier Indonesia Kartika guna merambah pangsa pasar pengiriman barang untuk bisnis jual beli online(e-commerce). Qourier menjadi penyedia mobile application dan web application dengan nama Qourier powered by JNE.

Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi mengatakan, saat ini potensi jasa ekspedisi pada bisnis e-commerce sangat besar. Hal ini seiring dengan perkembangan bisnis jual beli secara online tersebut di Indonesia.

"Potensi bisnis e-commerce masih sangat besar, kita tahu adanya e-commerce ini membangun pilar seperti payment dan kurir. Kami bekerja sama dengan Qourier karena Qourier memberikan solusi apa yang tidak dimiliki JNE, khususnya dalam hal teknologi," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 10 Juli 2018.

Menurut dia, saat ini perkembangan teknologi telah membawa perubahan ke berbagai sektor, termasuk juga dalam sektor perdagangan. Oleh sebab itu, JNE ingin memanfaatkan potensi ini untuk memperkuat bisnis di dalam negeri.

"Sekarang bagaimana teknologi bisa kita improve, adanya kerja sama dengan Qourier, selain memperkuat posisi kami juga dalam rangka memperoleh potensi yang lebih besar ke depannya. Tidak cukup rasanya dengan kurir-kurir yang ada untuk menangani marketplace," kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Qourier Indonesia Kartika, Putri Kadarmanto mengungkapkan, keberadaan perusahaan jasa logistik menjadi pendukung bagi perkembangan bisnis e-commerce.

"Kami bekerja sama untuk memasuki market e-commerce dan untuk melakukan last mile delivery. Kami menjadi produk penambah dari JNE dengan nama Qourier power by JNE. Akan ada produk, yaitu same day delivery dan instant delivery. Diharapkan kita bisa meramaikan pasar e-commerce. Karena peran logistik di sini untuk mendukung perkembangan e-commerce yang sangat cepat," jelas dia.

Selain itu, lanjut Putri, sejauh ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan logistik asal Jerman, DB Schanker yang merupakan mitra dari sejumlah perusahaan teknologi dan e-commerce dunia seperti Apple dan Lazada. Dengan demikian, layanan pengiriman barang dari perusahaan-perusahaan tersebut juga bisa terlayani oleh JNE.

"Kami kerjasama dengan DB Schenker yang saat ini memiliki klien-klien besar, seperti Apple, Lazada, beberapa e-commerce besar, yang masuk melalui DB Schenker. Ke depan mereka tidak menggunakan ware house tetapi langsung dijual lewat last mile delivery," tandas dia

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading