6 Penyebab Kucing Sering Datang ke Rumah, Ternyata Ini Alasannya

Kenali penyebab kucing sering datang ke rumah, mulai dari insting teritorial, sumber makanan, hingga rasa aman yang mereka cari dari lingkungan sekitar.

Diterbitkan 01 September 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang penasaran dengan penyebab kucing sering datang ke rumah, padahal kucing itu bukan peliharaan mereka. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil insting alami kucing mencari makanan, rasa aman, dan wilayah nyaman untuk dijelajahi.

Menurut American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), kucing adalah hewan teritorial yang menandai area favoritnya dengan aroma tubuh lewat pipi, cakar, dan urine, sehingga rumah yang pernah ditandai akan terus didatangi karena dianggap bagian dari wilayah kekuasaannya sendiri.

RSPCA Australia menambahkan, kucing juga tertarik pada rumah yang menyediakan makanan, air, atau tempat berlindung nyaman. Jika kebiasaan ini dibiarkan, pemilik rumah bisa membantu kucing liar sekaligus menjaga keamanan lingkungan sekitar. Berikut ini penyebab kucing sering datang ke rumah, oleh Liputan6.com, Selasa (1/9/2026).

1. Insting Teritorial yang Kuat pada Kucing

Salah satu penyebab kucing sering datang ke rumah adalah sifat teritorial yang sudah tertanam sejak kucing masih liar di alam. Menurut lembaga kesejahteraan hewan ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animals) dari Amerika Serikat, kucing memiliki kelenjar aroma di area pipi, cakar, dan pangkal ekor yang digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya.

Ketika kucing menggosokkan tubuhnya ke pagar, tanaman, atau dinding rumah, sebenarnya ia sedang meninggalkan jejak aroma sebagai tanda bahwa lokasi tersebut adalah bagian dari "peta wilayahnya".

Setelah aroma ini tertinggal, kucing cenderung akan kembali secara rutin untuk memperbarui tandanya sekaligus memastikan wilayah tersebut masih aman dari kucing lain. Inilah sebabnya rumah yang pernah "ditandai" oleh seekor kucing bisa terus dikunjungi meski penghuni rumah tidak pernah sengaja mengundangnya.

2. Sumber Makanan dan Air yang Konsisten

Faktor paling umum yang membuat kucing sering datang ke rumah adalah ketersediaan makanan. Baik disengaja maupun tidak, sisa makanan, tempat sampah terbuka, atau mangkuk makanan kucing peliharaan lain di halaman bisa menjadi daya tarik besar.

Lembaga RSPCA Australia dalam basis pengetahuan resminya menjelaskan bahwa salah satu cara efektif mencegah kucing liar terus mendatangi sebuah properti adalah dengan menyingkirkan segala hal yang bisa menarik perhatian mereka, seperti makanan yang tercecer, tempat sampah yang tidak tertutup rapat, atau bahkan keberadaan hewan pengerat di sekitar rumah.

Kucing memiliki memori spasial yang baik untuk mengingat lokasi sumber makanan. Jika sekali saja kucing menemukan makanan di suatu rumah, besar kemungkinan ia akan kembali lagi secara berkala, bahkan mengajak kucing lain di sekitar area yang sama untuk turut mendatangi lokasi tersebut.

3. Rasa Aman dan Tempat Berlindung yang Nyaman

Selain makanan, kucing juga mencari tempat yang memberi rasa aman dari cuaca ekstrem, predator, atau gangguan hewan lain. Kolong mobil, teras rumah, gudang, atau taman yang rimbun sering menjadi pilihan favorit kucing untuk beristirahat maupun bersembunyi.

RSPCA Australia menyebutkan bahwa lingkungan yang tenang dan minim gangguan membuat kucing merasa nyaman untuk kembali secara berulang, terutama jika area tersebut jauh dari lalu lintas kendaraan atau kebisingan.

Bagi kucing liar atau kucing yang pernah terlantar, rumah dengan suasana tenang bisa menjadi semacam "zona aman" yang membuatnya enggan berpindah ke tempat lain, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang secara khusus merawatnya.

4. Interaksi Positif dengan Penghuni Rumah

Kucing adalah hewan yang cukup peka terhadap perlakuan manusia di sekitarnya. Jika seseorang pernah memberi makan, mengelus, atau sekadar berbicara lembut kepada kucing yang lewat, kucing tersebut cenderung mengasosiasikan rumah itu dengan pengalaman positif.

Seorang pakar perilaku kucing dari organisasi International Cat Care menjelaskan bahwa kucing bisa dengan mudah "berpindah loyalitas" ke rumah lain apabila mereka mendapatkan perhatian, makanan, atau kenyamanan yang lebih baik dibanding di rumah aslinya.

Hal ini menjelaskan mengapa beberapa kucing peliharaan tetangga justru lebih sering terlihat di rumah orang lain daripada di rumah pemiliknya sendiri. Bukan karena kucing tidak setia, melainkan karena ia mencari kombinasi rasa nyaman, perhatian, dan sumber daya yang paling memenuhi kebutuhannya.

5. Mengikuti Jejak Aroma Kucing Lain

Kucing berkomunikasi satu sama lain melalui feromon yang ditinggalkan di lingkungan sekitar. Jika sebuah rumah pernah didatangi kucing lain dan meninggalkan jejak aroma, kucing baru yang lewat di area tersebut bisa saja tertarik untuk menyelidiki lokasi yang sama. Proses ini menciptakan pola kunjungan berulang, terutama di lingkungan padat kucing liar atau kucing komunitas.

6. Cara Bijak Menyikapi Kucing yang Sering Berkunjung

Jika kucing yang datang tampak sehat, bersih, dan memiliki kalung identitas, kemungkinan besar ia adalah kucing peliharaan tetangga yang sekadar menjelajah. Namun jika kondisinya kurus, kotor, atau menunjukkan tanda sakit, langkah terbaik adalah menghubungi layanan kesejahteraan hewan setempat atau shelter terdekat.

RSPCA Australia menyarankan pemilik rumah untuk memeriksa apakah kucing memiliki microchip sebelum mengambil tindakan lebih lanjut, agar kucing yang sebenarnya memiliki pemilik dapat segera dipertemukan kembali.

Bagi yang tidak keberatan, memberi sedikit air minum atau tempat berteduh sementara juga merupakan bentuk kepedulian yang aman, selama tetap memperhatikan kondisi kesehatan kucing tersebut dan tidak mengganggu pola makan kucing peliharaan sendiri di rumah.

Pertanyaan Seputar Penyebab Kucing Sering Datang ke Rumah

Apakah kucing yang sering datang ke rumah pasti kucing liar?

Tidak selalu. Banyak kucing yang sering berkunjung sebenarnya adalah kucing peliharaan tetangga yang sedang menjelajahi wilayah sekitar rumahnya. Ciri-cirinya biasanya terlihat bersih, berisi, dan tidak takut pada manusia.

Bagaimana cara mengetahui apakah kucing tersebut memiliki pemilik?

Periksa apakah ada kalung atau tanda identitas di lehernya. Jika memungkinkan, bawa kucing ke klinik hewan atau shelter terdekat untuk dicek microchip-nya, karena banyak kucing peliharaan yang sudah dipasangi chip identifikasi.

Apakah memberi makan kucing liar akan membuatnya terus datang?

Ya, memberi makan secara rutin bisa membuat kucing menganggap rumah tersebut sebagai sumber makanan tetap sehingga ia akan terus kembali, bahkan mengajak kucing lain di sekitar area yang sama.

Apa yang harus dilakukan jika tidak ingin kucing terus datang ke rumah?

Hilangkan sumber daya tarik seperti sisa makanan atau tempat sampah terbuka, tutup celah masuk ke halaman, dan gunakan aroma yang tidak disukai kucing seperti jeruk atau cuka sebagai penghalau alami sesuai anjuran RSPCA.