Liputan6.com, Jakarta - Beberapa orang memang pandai menyampaikan sindiran dengan cara yang sangat halus. Mereka mengemas ucapan yang terdengar seperti pujian, padahal di baliknya terselip kritik atau ejekan yang cukup menyakitkan.
Biasanya, mereka menyampaikannya sambil tersenyum atau menggunakan nada bicara yang terdengar manis. Sekilas, kalimat tersebut seperti bentuk apresiasi. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ada bagian tertentu yang justru membuat Anda merasa direndahkan.
Pujian semacam ini sering disebut backhanded compliment, yaitu ucapan yang terdengar positif tetapi sebenarnya mengandung sindiran. Orang yang mengatakannya mungkin tidak ingin terlihat kasar, sehingga memilih menyembunyikan maksud sebenarnya di balik kata-kata manis.
Advertisement
Berikut beberapa kalimat yang bisa menjadi pujian terselubung ketika seseorang sebenarnya ingin menyindir Anda.
1. “Anda terlihat cantik untuk usia Anda”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3177470/original/062484000_1594572926-time-laugh_1098-14331.jpg)
Mendengar seseorang mengatakan Anda terlihat cantik tentu terasa menyenangkan. Namun, tambahan kata “untuk usia Anda” dapat mengubah makna pujian tersebut menjadi sesuatu yang menyinggung.
Kalimat ini secara tidak langsung memberi kesan bahwa bertambahnya usia membuat seseorang menjadi kurang menarik. Seolah-olah penampilan yang baik hanya pantas dikaitkan dengan orang yang masih muda.
Pernyataan seperti ini juga memperkuat standar kecantikan yang terlalu kaku, seakan-akan usia menentukan nilai seseorang. Padahal, setiap orang tetap berharga terlepas dari usia maupun penampilannya.
Karena itu, ketika seseorang memberikan pujian dengan embel-embel yang justru merendahkan, Anda tidak perlu merasa harus menerimanya sebagai sesuatu yang positif.
Advertisement
2. “Hasil kerja Anda lebih bagus dari yang saya bayangkan”
Sekilas, kalimat tersebut terdengar seperti pujian. Namun, ada pesan tersembunyi yang bisa membuat Anda berpikir, “Jadi selama ini dia menganggap saya tidak mampu?”
Ketika seseorang mengatakan pekerjaan Anda ternyata lebih bagus dari perkiraannya, secara tidak langsung mereka mengakui bahwa sejak awal mereka memiliki ekspektasi rendah terhadap kemampuan Anda.
Ucapan seperti ini cukup sering muncul di lingkungan kerja yang kompetitif. Alih-alih mengatakan “Kerja bagus”, seseorang justru menyelipkan komentar yang membuat pencapaian Anda terasa kurang dihargai.
Penelitian dari Harvard Business School mengenai backhanded compliment menunjukkan bahwa orang yang memberikan pujian semacam ini mungkin berharap terlihat berstatus tinggi sekaligus disukai. Namun, dalam praktiknya, pujian tersebut justru dapat menurunkan motivasi orang yang menerimanya.
3. “Gaya Anda memang sangat unik”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936230/original/050002300_1725432101-Ilustrasi_pujian__memuji__yang_terbaik__berhasil.jpg)
Kata “unik” sebenarnya bisa menjadi pujian. Namun, tergantung konteks dan cara mengucapkannya, kata tersebut juga dapat menjadi cara halus untuk mengatakan bahwa seseorang tidak menyukai gaya berpakaian Anda.
Pakaian merupakan salah satu bentuk ekspresi diri. Cara seseorang berpakaian sering kali menunjukkan kepribadian, selera, nilai, bahkan bagaimana mereka ingin dilihat oleh orang lain.
Karena itu, ketika seseorang mengatakan gaya Anda “sangat unik” atau “berbeda sekali”, mungkin saja mereka sebenarnya tidak memahami pilihan Anda atau tidak menyukai pakaian yang Anda kenakan.
Perbedaan selera memang wajar. Namun, gaya berpakaian tetap menjadi pilihan pribadi. Selama Anda merasa nyaman dan percaya diri, pendapat orang lain tidak harus menjadi ukuran utama.
Advertisement
4. “Saya ingin bisa sesantai Anda”
Kalimat seperti “Saya ingin bisa sesantai Anda” juga dapat terdengar seperti pujian, tetapi sebenarnya bisa mengandung perbandingan yang menyudutkan.
Seseorang mungkin mengatakannya ketika melihat Anda tidak terlalu mencemaskan sesuatu yang menurut mereka penting. Misalnya, Anda santai ketika mengasuh anak, tidak terlalu memikirkan status hubungan, atau tidak panik menghadapi suatu keadaan.
Di balik kalimat tersebut, mereka mungkin sebenarnya sedang mengatakan bahwa menurut standar mereka, Anda terlalu santai atau kurang peduli.
Namun, ucapan ini sering kali lebih banyak mencerminkan karakter orang yang mengatakannya daripada diri Anda. Bisa jadi mereka memiliki sifat perfeksionis atau terlalu membutuhkan validasi dari orang lain.
Anda tidak perlu merasa bersalah hanya karena menjalani hidup dengan cara yang berbeda. Jika sikap santai tersebut tidak merugikan siapa pun, Anda berhak menjadi diri sendiri.
5. “Saya tidak mungkin sanggup menghadapi apa yang Anda alami”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5020137/original/078875600_1732509183-pexels-ekaterina-bolovtsova-4051134.jpg)
Bayangkan Anda sedang bercerita kepada seorang teman mengenai masalah yang sedang dihadapi. Anda mungkin sedang mengalami tekanan di tempat kerja, masalah keluarga, hubungan yang sedang renggang, atau persoalan lain yang cukup berat.
Lalu, teman Anda menjawab, “Saya tidak mungkin sanggup kalau berada di posisi Anda.”
Sekilas, ucapan itu terdengar seperti pujian karena seolah-olah mereka menganggap Anda sangat kuat. Namun, kalimat tersebut justru bisa membuat Anda merasa semakin terbebani atau seolah-olah kehidupan Anda begitu buruk.
Meski begitu, tidak selalu ada niat jahat di balik ucapan tersebut. Bisa saja orang tersebut memang tidak tahu harus berkata apa ketika mendengar cerita mengenai masalah orang lain.
Daripada terlalu memikirkan ucapan tersebut, ingatkan diri Anda bahwa setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam menghadapi masalah. Anda tidak harus terlihat kuat setiap saat. Cukup hargai diri sendiri karena sudah berusaha melewati keadaan yang sedang dihadapi.
Advertisement
6. “Anda beruntung tidak terlalu peduli dengan penampilan”
Kalimat ini mungkin terdengar seperti pujian terhadap seseorang yang tidak terlalu memikirkan penampilan. Namun, dalam konteks tertentu, maksud sebenarnya bisa cukup menyakitkan.
Orang yang mengatakannya mungkin secara tidak langsung sedang menilai bahwa penampilan Anda kurang rapi atau Anda tidak terlalu memperhatikan cara berdandan.
Ucapan tersebut juga bisa muncul karena orang lain memiliki standar tertentu mengenai bagaimana seseorang seharusnya tampil. Mereka mungkin merasa lebih percaya diri ketika menggunakan riasan tertentu atau mengenakan pakaian tertentu, sehingga pilihan Anda terlihat berbeda bagi mereka.
Padahal, tidak menggunakan riasan tebal atau tidak mengikuti tren mode bukan berarti seseorang tidak peduli terhadap dirinya sendiri.
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan diri. Yang terpenting adalah Anda merasa nyaman dengan pilihan tersebut dan tidak merendahkan orang lain karena memiliki selera yang berbeda.
7. “Saya suka sekali cara Anda mengatakan apa yang ada di pikiran”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191138/original/093575100_1744937793-students-chatting-classroom_1098-2844.jpg)
Berani menyampaikan pendapat sebenarnya merupakan kualitas yang baik. Namun, kalimat tersebut bisa berubah menjadi sindiran jika disampaikan dengan nada tertentu.
Seseorang mungkin berkata bahwa mereka “suka” Anda selalu mengatakan apa yang ada di pikiran, padahal maksud sebenarnya adalah mereka merasa Anda terlalu blak-blakan.
Dalam situasi tertentu, orang yang berbicara terus terang memang bisa dianggap terlalu keras, terutama ketika menyampaikan pendapat yang berbeda dari mayoritas.
Namun, kemampuan untuk menyampaikan pendapat dengan jujur tetap merupakan hal yang berharga. Anda tidak harus selalu diam hanya demi membuat orang lain nyaman.
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara menyampaikannya. Jujur tidak harus kasar, dan berani berpendapat tidak berarti harus merendahkan orang lain.
Advertisement
8. “Anda hebat sekali, sangat berani”
“Anda sangat berani” biasanya memang dimaksudkan sebagai pujian. Namun, dalam situasi tertentu, ucapan tersebut justru dapat membuat seseorang merasa semakin berbeda dari orang lain.
Misalnya, seseorang sedang menghadapi masalah keluarga, kehilangan pekerjaan, mengalami kesulitan finansial, atau merawat anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Ketika orang lain hanya berkata, “Anda sangat berani,” ucapan itu belum tentu memberikan dukungan yang sebenarnya dibutuhkan.
Ada kesan bahwa orang yang mengatakannya sedang melihat masalah Anda dari jarak tertentu. Seolah-olah mereka berpikir bahwa mereka tidak akan pernah mengalami hal serupa.
Respons yang lebih empatik sebenarnya bisa berupa, “Kedengarannya memang berat. Saya percaya Anda bisa melewatinya. Kalau ada yang bisa saya bantu, beri tahu saya.”
Kalimat seperti itu menunjukkan dukungan tanpa membuat orang yang sedang menghadapi masalah merasa semakin sendirian.
9. “Ternyata Anda lebih pintar dari yang kelihatannya”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318556/original/044020800_1786103567-17206.webp)
Ini merupakan salah satu contoh pujian terselubung yang cukup jelas. Ketika seseorang mengatakan Anda “lebih pintar dari yang kelihatannya”, mereka sebenarnya sedang mengakui bahwa sebelumnya mereka memiliki penilaian rendah terhadap kemampuan Anda.
Mereka mungkin sudah membuat kesimpulan mengenai kecerdasan atau kemampuan Anda hanya berdasarkan penampilan, cara berbicara, pekerjaan, atau latar belakang tertentu.
Dalam konteks tertentu, ucapan seperti ini bahkan bisa terasa sebagai bentuk microaggression, terutama jika didasarkan pada stereotip mengenai kelompok atau karakteristik tertentu.
Kecerdasan seharusnya tidak menjadi alasan seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain. Justru, orang yang benar-benar memiliki wawasan luas biasanya memahami pentingnya menghargai orang lain dan tidak buru-buru menilai kemampuan seseorang.
Advertisement
10. “Anda benar-benar sangat menginspirasi”
“Anda sangat menginspirasi” biasanya merupakan pujian yang menyenangkan untuk didengar. Namun, dalam situasi tertentu, kalimat tersebut dapat terdengar merendahkan, terutama jika seseorang menggunakannya untuk menempatkan Anda sebagai objek kekaguman dari kejauhan.
Ucapan ini bisa memberikan kesan bahwa orang tersebut tidak melihat Anda sebagai pribadi yang utuh dengan berbagai pengalaman, perasaan, kelebihan, dan kekurangan. Anda justru ditempatkan dalam posisi sebagai “contoh” bagi mereka.
Terkadang, ucapan tersebut juga muncul karena seseorang tidak tahu bagaimana harus merespons kondisi yang sedang Anda alami. Mereka memilih mengatakan bahwa Anda “menginspirasi” tanpa benar-benar memahami perjuangan yang sudah Anda lalui.
Karena itu, tidak semua pujian harus langsung Anda terima begitu saja. Perhatikan konteks, nada bicara, dan maksud di baliknya.
Jangan Terlalu Cepat Percaya pada Pujian
Tidak semua kalimat di atas otomatis merupakan sindiran. Konteks, hubungan antara orang yang berbicara, serta nada suara sangat menentukan apakah sebuah ucapan benar-benar merupakan pujian atau justru backhanded compliment.
Namun, jika seseorang terus-menerus memberikan pujian yang membuat Anda merasa direndahkan, tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati. Pujian yang tulus seharusnya membuat Anda merasa dihargai, bukan membuat Anda mempertanyakan harga diri sendiri.
Pada akhirnya, Anda tidak harus menerima penilaian orang lain sebagai kebenaran. Kenali nilai diri Anda sendiri dan jangan biarkan ucapan yang dibungkus manis menentukan bagaimana Anda melihat diri sendiri.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317506/original/083864000_1786016624-2149283345.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336784/original/022578800_1788177917-ChatGPT_Image_Aug_31__2026__07_00_28_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336775/original/073425500_1788177234-ChatGPT_Image_Aug_31__2026__06_44_37_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326753/original/008598100_1787034690-MtBLYyTMLNxsHfwnclmAbbm9FtnyO2CUYnaDO534.jpg)