Liputan6.com, Jakarta - Bahaya menyemprotkan parfum di leher kembali ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan Instagram dari seorang spesialis kanker menyebut area itu "perlu dipikirkan ulang" karena letaknya dekat kelenjar tiroid. Namun sejauh ini, bukti ilmiah tidak menunjukkan bahwa menyemprotkan parfum tepat di atas tiroid membuat bahan kimia wewangian terserap lebih banyak atau lebih terarah ke kelenjar itu dibanding disemprotkan di bagian tubuh lain.
Unggahan viral tersebut sebenarnya sudah menyertakan disclaimer bahwa tidak ada bukti langsung parfum merusak tiroid. Tapi narasi soal gangguan hormon dan paparan bahan kimia seumur hidup lewat kulit tipis di leher membuat banyak orang cemas, seolah ada kaitan dengan penyakit atau bahkan kanker tiroid.
Lantas, benarkah semprotan cepat sebelum berangkat kerja itu menyimpan risiko khusus? Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber penjelasan lengkapnya, mulai dari cara kerja kulit menyerap parfum hingga risiko yang sebenarnya perlu diwaspadai.
Advertisement
Apakah Parfum Bisa Menembus Kulit Leher Sampai ke Tiroid?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5756605/original/024900500_1778658874-Depositphotos_190279784_L.jpg)
Kulit bekerja sebagai penghalang. Sebuah bahan kimia dalam parfum bisa menguap, bertahan di permukaan, masuk ke lapisan kulit, atau mencapai aliran darah tergantung jenis bahan, campurannya, kondisi kulit, lokasi, dosis, dan lama kontak.
Tiroid sendiri adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di bagian depan bawah leher yang terletak di bawah kulit serta beberapa lapis jaringan ikat dan otot, sehingga tidak ada jalur pintas langsung dari permukaan kulit ke kelenjar tersebut. Begitu bahan kimia mencapai pembuluh darah di lapisan kulit yang lebih dalam, ia bisa ikut beredar ke seluruh tubuh, bukan menuju satu organ tertentu di dekatnya.
Elizabeth Pearce, endokrinolog di Boston Medical Center, Amerika Serikat, menegaskan sejumlah bahan wewangian memang berpotensi mengganggu hormon, tapi hal itu "tidak ada hubungannya dengan penyerapan langsung dari semprotan di leher," seperti dikutip dari Good Housekeeping.
Advertisement
Kata Dokter soal Parfum dan Gangguan Tiroid
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3930872/original/074244700_1644557457-exhausted-girl-holding-her-head-with-closed-eyes-being-hot-female-office-assistant-suffering-from-temperature-fever-she-needs-fresh-air-health-concept.jpg)
Gangguan tiroid, baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme, umumnya dipicu faktor seperti genetik, jenis kelamin, usia, dan asupan yodium bukan lokasi penyemprotan parfum di tubuh. Kekurangan yodium, misalnya, jadi salah satu penyebab utama hipotiroidisme, sehingga garam beryodium jadi kebijakan kesehatan masyarakat di banyak negara.
Ireneh Akwara, dermatolog di Lagos, Nigeria, yang diwawancarai media pemeriksa fakta DUBAWA menyebut "dari semua hal yang bisa dilakukan parfum, itu tidak bisa menyebabkan masalah tiroid." Ia menjelaskan parfum memang bisa memicu reaksi alergi seperti gatal atau ruam, tapi tidak bisa mengubah produksi hormon tiroid.
Phthalate dan Kaitannya dengan Hormon, Apa Kata Riset?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337328/original/079111700_1788241729-Gemini_Generated_Image_wialuxwialuxwial.jpg)
Kekhawatiran soal parfum dan hormon banyak berpusat pada phthalate, keluarga besar bahan kimia dengan kegunaan dan efek kesehatan yang berbeda-beda. Diethyl phthalate (DEP) dipakai sebagai pelarut dan fiksatif wewangian, sementara jenis phthalate lain umumnya dipakai untuk membuat plastik lebih lentur sehingga bukti tentang satu jenis phthalate tidak bisa langsung disamakan dengan jenis lainnya.
Sebuah tinjauan sistematis yang terbit pada 2024 merangkum 17 studi dengan total 5.616 anak dan remaja, dan menemukan kaitan antara paparan phthalate dengan kadar sejumlah hormon tiroid, meski temuan untuk hormon lain tidak konsisten. Studi-studi itu tidak meneliti aplikasi parfum di leher maupun perkembangan penyakit tiroid secara spesifik, sehingga tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibat.
Studi lain pada 337 perempuan pengguna parfum memang menemukan kadar metabolit DEP yang lebih tinggi dalam urine, tapi studi ini pun tidak menguji kerusakan tiroid atau lokasi penyemprotan.
Advertisement
Risiko Kulit yang Benar Perlu Diwaspadai dari Parfum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554427/original/047443400_1776070548-16835.jpg)
Dibanding isu tiroid yang belum terbukti, risiko paling mapan secara medis dari parfum yang disemprotkan langsung ke kulit justru dermatitis kontak alergi ruam gatal dan meradang akibat reaksi terhadap salah satu bahan parfum.
Sebuah tinjauan memperkirakan alergi kontak akibat wewangian dialami sekitar 0,7% hingga 2,6% populasi umum, dan bisa muncul setelah kulit "tersensitisasi" terhadap bahan tertentu. Beberapa bahan wewangian, seperti minyak bergamot, juga bisa memicu reaksi fototoksik alias iritasi mirip sengatan matahari saat kulit yang terkena bahan itu terpapar sinar UVA.
Parfum juga kerap disebut sebagai salah satu pemicu serangan migrain oleh sebagian penderita migrain, meski data ini berasal dari ingatan pasien di klinik, bukan studi populasi besar yang bisa membuktikan sebab-akibat.
Jadi, Amankah Menyemprotkan Parfum di Leher?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390361/original/070317800_1761275009-freepic.diller.jpg)
Untuk kebanyakan orang, bukti ilmiah saat ini tidak memberi alasan khusus terkait tiroid untuk menghindari area leher. Cancer Research UK, misalnya, menyatakan tidak ada bukti bahwa pemakaian parfum menyebabkan kanker.
Label "alami" atau "bebas phthalate" pun tidak otomatis berarti lebih aman, karena minyak esensial alami juga bisa memicu alergi kulit, dan bahan pengganti phthalate belum tentu lebih ramah kulit.Â
Yang perlu jadi perhatian justru reaksi kulit langsung, bila parfum menimbulkan rasa panas, gatal, atau ruam yang menetap, hentikan pemakaian di area tersebut dan periksakan ke dokter kulit.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk keluhan kesehatan tertentu.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Bahaya Menyemprotkan Parfum di Leher
1. Apakah parfum di leher bisa merusak tiroid?
Tidak ada bukti bahwa menyemprotkan parfum di leher merusak tiroid. Kelenjar ini terlindung kulit, jaringan ikat, dan otot, sehingga tidak ada jalur langsung dari kulit ke tiroid.
2. Kenapa banyak orang percaya parfum leher berbahaya untuk tiroid?
Kekhawatiran ini bermula dari unggahan viral yang mengaitkan posisi leher yang dekat tiroid dengan risiko gangguan hormon, meski unggahan itu sendiri mengakui belum ada bukti langsungnya.
3. Apa itu phthalate dan hubungannya dengan parfum?
Phthalate adalah keluarga bahan kimia dengan kegunaan berbeda-beda. DEP dipakai sebagai pelarut wewangian, sedangkan jenis phthalate lain umumnya dipakai di plastik, jadi efeknya tidak bisa disamaratakan.
4. Efek samping kulit apa yang benar-benar bisa ditimbulkan parfum?
Risiko paling mapan adalah dermatitis kontak alergi dan reaksi fototoksik pada kulit yang terkena matahari setelah pemakaian bahan wewangian tertentu, seperti minyak bergamot.
5. Bagaimana cara aman memakai parfum di leher?
Hentikan pemakaian bila muncul gatal, panas, atau ruam, dan periksakan ke dokter kulit bila reaksi menetap atau berulang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552918/original/093561000_1630045352-cek_fakta_kpk_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492288/original/020967700_1770151632-bride-5519828_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416412/original/034423500_1763450658-pexels-mart-production-8450539.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381674/original/021195100_1760514657-pexels-cottonbro-4659794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314849/original/086434600_1785810318-parfun_roll_on.jpeg)