Sukses

RI Kejar Ketertinggalan Desain Produk Industri dari Thailand

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggenjot peningkatan desain produk industri dalam negeri. Hal ini guna mengejar ketertinggalan dari negara pesaing di kawasan ASEAN yaitu Thailand.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, jika dibandingkan dengan Vietnam dan Malaysia, desain produk industri Indonesia masih menang. Namun sayangnya dalam hal ini, Indonesia kalah dengan Thailand.

"Pesaing kita di ASEAN itu Thailand. Vietnam masih di belakang kita. Dengan Malaysia, kita sudah lebih maju. Yang kita mau kejar Thailand. Makanya kita sering kerjasama dengan Taiwan, Korea, dan Jepang.‎ Itu untuk desain industri secara umum," ujar dia di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Dia mengungkapkan, sebenarnya dalam segi variasi desain produk industri, khususnya IKM, Indonesia menang dari Thailand. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang lebih variatif ketimbang Negeri Gajah Putih tersebut.

"Untuk kerajinan tangan kita menang, karena kita banyak variasinya. Mereka tidak punya rotan. Memang mereka untuk keramik, bambu, perhiasan oke, tapi mereka tidak punya mutiara. Untuk variasi kita menang, tapi untuk desainnya mereka lebih maju sedikit," jelas dia.

 

2 dari 3 halaman

Kalah Teknologi

Namun dari segi teknologi, akses pasar dan distribusi produk, Thailand lebih unggul dari Indonesia. Oleh sebab itu, desain produk yang dihasilkan Thailand lebih dikenal di pasar global. Meski demikian, Gati tetap optimis Indonesia mampu mengejar ketertinggalan tersebut.

"Mereka dengan pasarnya lebih dekat. Sehingga informasi lebih cepat. Dengan pasar Jepang, China, AS dia lebih dekat. Distribusi mereka juga lebih bagus. Dan mereka lebih fokus, karena pembinaan IKM-nya langsung dari Ratu, jadi betul-betul dari satu tongkat pimpinan," tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kemenperin Pastikan IKM Siap Taati Aturan Sertifikasi Halal
Artikel Selanjutnya
Perkuat Daya Saing Otomotif, Begini Cara Pemerintah Kawinkan Industri Kecil dan Pabrikan Besar